x

Foto ini di ambil sebelum Pandemi Covid-19, kurang lebih 3 tahun yang lalu saat pembelajaran fisika di laboratorium fisika

Iklan

Emira Hayatina Ramadhan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Mei 2023

Minggu, 5 November 2023 20:35 WIB

Tipologi Belajar Peserta Didik

Tipologi belajar adalah cara-cara atau pola-pola yang berbeda di mana individu belajar. Tipologi belajar digunakan untuk menggambarkan bagaimana seseorang mendekati pembelajaran, apa yang memotivasi mereka, dan bagaimana mereka mengolah informasi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tipologi belajar memiliki dua kata dasar yaitu “tipo” dan “logi” yang berasal dari kata “tipe” dan “logos”. Menurut Deporter dan Mike Hernacki tipologi belajar merupakan metode yang digunakan untuk memfasilitasi atau mewadahi proses pembelajaran dan cara siswa untuk mengambil, mengorganisir, dan memproses informasi.

Tipe belajar mengacu pada cara belajar yang disukai siswa. Menurut Hamzah dalam Yusri (2017) “tipe gaya belajar ada empat diantaranya, gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik. Dari masing-masing tipe gaya belajar pasti kita juga memiliki semuanya tetapi kita lebih cenderung lebih sering memakai yang mana dalam proses pembelajaran kita.

Adapun pengertian dari masing-masing tipe belajar tersebut.

  1. Gaya belajar visual
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Gaya belajar visual merupakan gaya belajar yang menitikberatkan ketajaman penglihatan/mata (visual). Ciri seseorang yang memiliki tipe belajar ini yaitu cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar, dan bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi.

  1. Gaya belajar auditorial

gaya belajar yang bergantung pada kemampuan pendengaran sebagai sarana utama dalam pemahaman dan pengingatan informasi. ciri seseorang yang memiliki tipe belajar ini yaitu mudah memahami materi dengan cara mendengarkan, dan senang bercerita, berdiskusi.

  1. Gaya belajar kinestetik

Gaya belajar ini memerlukan interaksi fisik dengan objek/materi tertentu agar siswa dapat mengingatnya. Ciri seseorang yang memiliki tipe belajar ini yaitu lebih mudah memahami materi dengan gerakan.

 

Ada jenis-jenis belajar, dalam ranah pendidikan di Indonesia, ada berbagai macam jenis belajar yang telah ditekankan dalam kurikulum sekolah. Jenis-jenis belajar yaitu, belajar sikap, belajar pengaturan kegiatan kognitif/intelektual, belajar keterampilan motoric, belajar informasi verbal, dan belajar kemahiran intelektual. Disamping itu ada cara-cara memodifikasi jenis-jenis belajar tersebut dengan cara:

  1. Memperbaiki gaya belajar field dependence (siswa harus bisa belajar mandiri tidak perintah oleh orang tua atau guru).
  2. Memperbaiki gaya belajar yang implusive.
  3. Memperbaiki gaya belajar receptive (agar siswa menerima pelajaran jangan diingat secara detail tetapi harus terorganisir).
  4. Memperbaiki gaya intuitif (agar siswa bisa memecahkan masalah secara sistematis).

Ikuti tulisan menarik Emira Hayatina Ramadhan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu