x

Iklan

Frank Jiib

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Selasa, 7 November 2023 19:17 WIB

Penelusuran Berdarah (13)

Suasana di dalam mobil tempat Usman dan Vanesa berada semakin lama aura ketegangan serta kepanikan terasa semakin meningkat, manakala kedua sahabatnya yang tengah melakukan penelusuran sudah melenceng jauh dari rencana semula. Kini, Usman dan Vanesa hanya bisa melihat dari layar gawai mereka manakala kedua sahabatnya itu tiba di sebuah tanah kosong yang berada di bagian belakang sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah tua terbengkalai.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

19

Suasana di dalam mobil tempat Usman dan Vanesa berada semakin lama aura ketegangan serta kepanikan terasa semakin meningkat, manakala kedua sahabatnya yang tengah melakukan penelusuran sudah melenceng jauh dari rencana semula. Kini, Usman dan Vanesa hanya bisa melihat dari layar gawai mereka manakala kedua sahabatnya itu tiba di sebuah tanah kosong yang berada di bagian belakang sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah tua terbengkalai. Di dalam mobil yang tertutup rapat, Usman dan Vanesa seperti merasakan sesuatu tengah menjalari tubuh mereka, yang seketika membuat bulu kuduk mereka berdua meremang karena rasa takut juga ketegangan melihat sebuah bangunan tua yang hampir seluruhnya tertutup tanaman merambat seakan tanaman itu telah mengambil alih dengan paksa dan menunjukkan esistensinya di tengah hutan belantara yang masih jarang di jamah orang.

   Suasana di dalam mobil yang tertutup rapat hanya ada keheningan dan kesunyian. Usman beserta Vanesa seakan terhipnotis oleh keadaan yang tengah dilihatnya dari layar gawainya. Dari dalam mobil yang tengah terparkir di tengah hutan belantara, Usman dan Vanesa bisa melihat jika kedua sahabatnya mulai berjalan perlahan menyusuri jalan berbatu yang terletak di samping bangunan rumah tua terbengkalai untuk bisa tiba ke bagian depan. Dari bangku tengah mobil terdengar suara Vanesa yang nampak putus asa dengan keputusan yang Ricky dan Andre pilih malam ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

   “Kenapa Ricky dan Andre malah berjalan menuju ke bagian depan dari bangunan rumah tua terbengkalai yang nampak suram dan menakutkan itu?” kata Vanesa kepada Usman yang duduk di bangku depan.

   “Aku sendiri juga tidak tahu Vanesa, apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran mereka berdua. Harusnya saat ini mereka sudah berjalan kembali ke sini,” jawab Usman sambil mengeleng-gelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.

   “Aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka berdua. Aku rasanya ingin segera pergi menjauh dari tempat ini, semakin lama tempat ini terasa semakin mengancam,” ujar Vanesa pelan.

   “Sabar Vanesa! Kita harus menunggu mereka berdua kembali ke sini terlebih dahulu. Baru setelah itu kita segera pergi dari tempat sialan ini.” Terdengar suara Usman mengumpat tempat di mana ia dan Vanesa sedang berada. Seandainya sesuatu terjadi pada mereka, maka tidak ada seorang pun yang tahu.

&&&

Ikuti tulisan menarik Frank Jiib lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB