x

Modus Penipuan WhatsApp

Iklan

Zidni Mubarok Mhs UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 November 2023

Minggu, 26 November 2023 09:58 WIB

Maraknya Korban Kasus Penipuan Lewat Pesan WhatsApp, Salah Siapa?

Meskipun platform tersebut menyediakan berbagai fitur keamanan, tanggung jawab pengguna dan upaya perusahaan dalam meningkatkan keamanan juga perlu dievaluasi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di era digital ini, modus penipuan melalui media sosial sangat banyak terjadi di Indonesia. Apalagi pengguna media sosial sekarang sering kali terlena dengan apa yang mereka temukan didalamnya. Pada 2022 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) mencatat adanya korban penipuan online sebanyak 130 ribu orang. Tentu ini menjadi warning bagi semua orang untuk lebih berhati-hati dalan menggunan media sosial.

Hal ini tidak terkecuali terjadi di aplikasi pesan seperti WhatsApp. Tentu menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa yang sebenarnya bertanggung jawab jika terjadi kasus penipuan di media sosial tersebut. Meskipun platform tersebut menyediakan berbagai fitur keamanan, tanggung jawab pengguna dan upaya perusahaan dalam meningkatkan keamanan juga perlu dievaluasi. Pengguna seringkali merasa apapun yang dilakukan dan terjadi WhatsApp merupakan sesuatu yang mereka atur sendiri dan sudah terjamin aman. Padahal kejahatan siber mengintai dan siap menyasar siapapun yang bisa menjadi korban mereka.

Modus penipuan melalui pesan WhatsApp sering kali dituju kepada orang yang memiliki rekening bank yang terhubung melalui ponselnya. Salah satu modusnya yakni dengan mengirim link kepada orang yang menjadi target dengan harapan orang tersebut akan mengeklik dan masuk kedalam panduan yang ada di link tersebut. Dan tanpa disadari uang yang ada di rekening korban akan otomatis terkuras dan berpindah tangan kepada pelaku. Ini merupakan satu contoh jika seorang pengguna lalai dalam menggunakan media sosial WhatsApp. Dan tentu masih banyak lagi modus yang dilakukan melalui aplikasi tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Disisi lain developer aplikasi WhatsApp memberikan berbagai jaminan ketika awal pengguna menggunakan aplikasi tersebut. antara lain Privasi default yang menjamin orang lain tidak bisa membaca pesan pribadi pengguna, Deteksi spam otomatis yang dirancang untuk menghapus akun spam dan kasus indikasi penipuan, dan juga Peringatan keamanan proaktif yang dapat mendeteksi keadaan mencurigakan di dalam WhatsApp. Namun dengan semua jaminan tersebut, masih saja sering terjadi modus penipuan di aplikasi WhatsApp. Dikutip dari www.cnbcindonesia.com Heru Sutaji selaku anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) masa bakti 2020 - 2024, mengatakan bahwa modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp sudah sangat berkembang. maraknya penipuan, peretasan dan tindak kejahatan di WhatsApp, tak semata-mata kesalahan konsumen. Heru menilai sistem yang dimiliki WhatsApp masih sangat rentan, terbukti maraknya tindak kejahatan tersebut. Harusnya platform ini punya mekanisme pencegahan berkembangnya penipuan, peretasan, dan tindak kejahatan tersebut.

Namun terlepas dari itu semua, keamanan dari penggunaan media sosial menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Dimana jika dia pandai dan cermat dalam menggunakan media sosial, tentu kasus-kasus penipuan dapat dihindari. Karena sejatinya pengguna media sosial yang baik adalah pengguna yang tidak terlena dengan segala kemudahan yang disuguhkan oleh sebuah aplikasi media sosial.

Ikuti tulisan menarik Zidni Mubarok Mhs UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu