x

Arnold Toynbee

Iklan

Alika Syafitri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Desember 2023

Sabtu, 16 Desember 2023 19:56 WIB

Covid-19: Respon Manusia dalam Konteks Teori Arnold Toynbee tentang Perubahan Sejarah

Arnold Toynbee, sejarawan Inggris abad ke-20, adalah salah satu pemikir terkemuka dalam memahami dinamika perubahan sejarah manusia. Dalam teori Challenge and Response ia menekankan bahwa kemampuan sebuah masyarakat untuk merespons tantangan akan menentukan nasib peradaban tersebut.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Arnold Toynbee, seorang sejarawan Inggris yang hidup pada abad ke-20, adalah salah satu pemikir terkemuka dalam memahami dinamika perubahan sejarah manusia. Kelahirannya pada tahun 1889 membawa pengaruh yang luar biasa dalam kajian sejarah, terutama melalui karya monumentalnya yang berjudul A Study of History. Toynbee dikenal karena pendekatannya yang luas terhadap menganalisis perkembangan peradaban manusia. Toynbee bukan hanya seorang sejarawan, melainkan juga seorang filosof yang menyelami kerumitan perjalanan peradaban manusia. Beliau mengajukan teori yang memeriksa pola-pola yang muncul dalam perubahan sejarah dan bagaimana masyarakat merespon tantangan internal maupun eksternal. Pemikirannya menyoroti betapa pentingnya respon terhadap perubahan bagi kelangsungan suatu peradaban.

Karyanya tidak hanya mengulas perkembangan peradaban besar seperti Romawi atau Mesir kuno, tetapi juga membahas tantangan-tantangan kontemporer yang dihadapi manusia pada masanya. Toynbee menawarkan sudut pandang yang menggugah pikiran tentang bagaimana perubahan sejarah dipicu oleh interaksi kompleks antara masyarakat dan tantangan yang mereka hadapi. Keunikan Toynbee terletak pada analisisnya yang tidak sekadar mencatat peristiwa sejarah, melainkan juga menyelidiki respons sosial, budaya, dan politik terhadap perubahan. Dalam teori "Challenge and Response"-nya, ia menekankan bahwa kemampuan sebuah masyarakat untuk merespons tantangan akan menentukan nasib peradaban tersebut.

Melalui karyanya yang mendalam, Toynbee tidak hanya memberikan wawasan tentang perjalanan sejarah, tetapi juga membangun landasan bagi pemikiran tentang bagaimana masyarakat modern dapat belajar dari sejarah untuk menghadapi tantangan masa kini, seperti halnya pandemi global yang telah kita lalui bersama yakni COVID-19. Pemahaman Toynbee mengenai respons terhadap perubahan bisa dikatakan relevan dalam menyikapi krisis-krisis kontemporer yang mempengaruhi manusia secara global.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebagai contoh kita refleksikan bagaimana keadaan dunia pendidikan saat masa pandemi Covid-19 melanda di Indonesia. Dimana sekolah dan perguruan tinggi diliburkan dalam jangka waktu yang terbilang lama dan tidak menentu sampai kapan. Toynbee menyebutkan bahwa peradaban lahir dari kaum minoritas kreatif yang menggagas pemikiran dan menjadi penggerak kebudayaan dalam suatu masyarakat. Sebagai respon terhadap challenge (tantangan) yang ada, dalam masyarakat terdapat sebagian kaum minoritas kreatif yang memiliki gagasan untuk menciptakan model pembelajaran baru yakni melalui teleconference dan e-learning.

Disamping itu, sektor ekonomi juga mengalami tantangan dimana orang yang ingin jual-beli dan bertransaksi tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Pasar yang umumnya ramai dengan hilir-mudik orang-orang untuk berbelanja saat itu mendadak menjadi sepi bak pasar mati. Ini dikarenakan adanya aturan lockdown yang membatasi masyarakat agar tidak keluar rumah untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Lagi-lagi kaum minoritas kreatif berusaha menjawab tantangan tersebut demi keberlangsungannya suatu peradaban. Terciptanya berbagai marketplace adalah suatu bentuk respon terhadap tantangan ekonomi saat itu. Ditambah menjamurnya aplikasi dompet digital untuk pembayaran transaksi yang menunjang hal tersebut.

Berbagai kondisi dan tantangan alam bisa merangsang orang untuk menjadi kreatif, semakin banyak tantangan yang ada semakin maju juga suatu peradaban tersebut. Umumnya, masyarakat tidak berkembang karena terlalu dininabobokan dengan keadaan yang nyaman. Setiap manusia berhak mengeluarkan gagasan dan pemikirannya serta melakukan suatu gerak perubahan untuk dirinya dan orang lain di sekitarnya. Karang yang keras di lautan pun akan terkikis sedikit demi sedikit oleh ombak, begitupun perubahan yang dilakukan oleh kaum minoritas kreatif dapat memberi warna dan menjadi pengaruh kepada masyarakat luas hingga tumbuh kembang. Sepanjang ada manusia yang kreatif, maka kebudayaan dapat terus tumbuh dan berjalan dari era ke era.   

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Alika Syafitri lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB