x

Covid 19

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Senin, 18 Desember 2023 17:38 WIB

Menghadapi Covid dengan Semangat Hidup dan Iman yang Kuat

Menelusuri penyebab utama dari kesembuhan orang orang yang mengalami penyakit Covid dari sisi spiritual.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kabarnya kasus Covid naik lagi. Sebagai bentuk kepedulian saya kepada negeri, saya jelaskan bahwa virus Covid bukan hanya virus yang merusak fisik seorang tapi juga termasuk virus psikologis. Nantinya hal itu akan berdampak pada dorongan kuat kita untuk tetap hidup.

Saat pasien covid terisolasi seorang diri, di sanalah proses ujian keimanan terjadi. Mungkin  dirinya merasa tidak berharga, karena banyak yang meninggalkannya seorang diri melalui keterisolasiannya, sehingga berdampak diri tak lagi punya alasan kuat untuk hidup di alam dunia kembali. Akibatnya karena iman dirinya untuk tetap hidup melemah, virus semakin kuat merusak tubuh, hingga menyebabkan kematian yang tidak diinginkan orang orang yang mencintai dirinya.

Kunci kesembuhan mentalitas saat mengalami sakit yang disebabkan virus Covid adalah dukungan dan doa. Nenek saya termasuk seorang yang pernah mengalami sakit disebabkan virus Covid hingga harus diisolasi di salah satu Rumah Sakit yang ada di Bandung. Namun keluarga kami terus berkomunikasi, dimana nenek mengalami keterpurukan dan merasa dirinya tidak berharga lagi. Kami sekeluarga pun terus menyemangati dan mendoakan nenek saat itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lalu kemudian setiap magrib saya menginisiasi keluarga untuk membacakan surat Yasin dari Al-Qur'an yang dihubungkan ke ponsel Android nenek, nenek pun mendengarkan lantunan surat Yasin. Karena semangat yang hadir kembali serta sugesti kuat agar nenek itu berharga dimata keluarga, hanya dalam kurun satu minggu, nenek dinyatakan sembuh dari penyakit Covid. Nenek sampai saat ini masih ada bersama keluarga kami, dan selalu mencoba untuk berbagi kebahagiaan dengan kami.

Dalam teori piramida kebutuhan Abraham Maslow, pada tingkat ketiga kebutuhan sosial untuk diperhatikan dan merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekat kita, sangat mempengaruhi psikologis kita untuk tetap hidup di alam dunia ini. Sebab perhatian dan kasih sayang mereka, kita memiliki alasan yang kuat agar tetap dapat hidup demi dapat berbagi cinta dan berkontribusi kepada orang-orang yang kita cintai. 

Dengan keterisolasian inilah yang menjadi penyebab kebutuhan sosial manusia menjadi lenyap. Hal ini sangat berdampak secara psikologis hingga menggerus alasan seorang untuk tetap hidup, karena ia merasa keberhargaan dirinya telah lenyap.

Maka untuk mencapai kesembuhan dari penyakit yang disebabkan Covid, iman kita mesti kuat, kepercayaan kita kepada keluarga besar dan orang-orang terdekat kita sejatinya mengharapkan kesembuhan kita, karena dimata keluarga besar, kerabat dan sahabat, kita sangat berarti bagi hidup mereka. Dengan alasan yang kuat inilah, kita dapat bangkit dari keterpurukan melanda, seakan energi dan kekuatan untuk sembuh mengalir pada diri kita.

Kenali 17 Tabel Emosi pada Skala Hawkins – Hastin Pratiwi

Jika kita merasa tidak berharga, energi yang kita miliki turun drastis kepada 20 yakni rasa malu. Energi malu inilah yang menyebabkan ketidakberhargaan diri yang menjurus pada keputusasaan, sehingga penyakit menjadi semakin kuat pengaruhnya untuk merusak tubuh. Setan dengan segala godaannya menghasut korban manusia yang jatuh karena keterisolasiannya, agar menganggap dirinya tak lagi berharga.

Namun apabila energi kita mencapai 200 yakni semangat saja, ada kekuatan hadir dalam diri kita, penyakitpun pengaruhnya sedikit demi sedikit hancur oleh kekuatan energi ini. Apalagi jika energi Cinta yang berkekuatan 500 mengalir dalam diri kita, maka lebih sehat lagi diri kita, dan apabila kita terserang penyakit, maka pulihnya akan sangat cepat.

Seperti yang dirasakan Nenek saya ketika ia teringat akan perhatian tulus dan rasa cinta yang diberikan saya dan keluarga padanya. Seakan energi diri nenek menguat menjadi penuh semangat hingga hadirlah energi "Reason" dengan kekuatan 400 yang menghadirkan alasan rasional dan logis bahwa peran nenek masih dibutuhkan di alam dunia ini, terutama bagi keluarga besar kami.

Jangan kalah dengan bisikan setan yang terus menggerus semangat hidup kita. Kita yakin walau kita terisolasi pun saat terserang Covid, baik Tuhan dan sesama kita menganggap bahwa kita amat berharga dimatanya. Virus Covid adalah bentuk ujian keimanan, maka lawanlah dengan keyakinan mantap dan mengikuti arahan ahli medis yang merawat kita, bahwasanya peran kita masih dibutuhkan di alam dunia ini. 

Cimahi, 18 Desember 2023.

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu