x

Jokowi

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Rabu, 27 Desember 2023 08:40 WIB

Detik-detik Menjelang Momentum Bersejarah 1 Abad Aspal Buton

Sebaiknya tahun 2024 ini pak Jokowi jadikan sebagai momentum bersejarah, tahun kebangkitan aspal Buton, dengan mewujudkan hilirisasi aspal Buton, agar hutang budi pak Jokowi kepada rakyat Buton sudah lunas. Nas, nas, nas..

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Aspal Buton untuk pertama kali ditemukan oleh seorang Geolog Belanda yang bernama W.H. Hetzel pada tahun 1924. Beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun 2024. Hal ini berarti, sebentar lagi usia aspal Buton akan genap menjadi 100 tahun, atau 1 abad. Apa makna dari usia 1 abad aspal Buton bagi rakyat Buton? Rasanya usia 1 abad aspal Buton itu tidak ada artinya sama sekali bagi rakyat Buton. Tetapi apabila mau dirasa-rasakan di dalam hati sanubari yang paling dalam, maka sejatinya, yang paling terasa adalah perasaan sedih, pilu, dan duka yang tak terhingga. Mengapa? Karena aspal Buton yang merupakan satu-satunya sumber daya aspal alam di Indonesia, dan yang terbesar di dunia itu, sudah 1 abad lamanya masih belum mampu juga memberikan berkah, manfaat, dan kesejahteraan bagi rakyat Buton. Maka sudah sepantasnya, kalau rakyat Buton bertanya: “Apakah negara hadir untuk aspal Buton?”.

Kalau ada pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan, sudah pasti ada juga pihak-pihak lain yang merasakan diuntungkan. Dan kalau ada pihak-pihak tertentu yang merasa marah, geram, dan murka, sudah pasti ada juga pihak-pihak lain yang merasa hebat, perkasa, dan jaya. Dan kalau ada pihak-pihak tertentu yang merasa sedih, menderita, dan sengsara, sudah pasti ada pihak-pihak lain yang merasa bahagia, puas, dan nyaman. Adapun, siapakah pihak-pihak tertentu, dan pihak-pihak lain tersebut? Pihak-pihak tertentu yang merasa terhina, kalah, dan tertindas adalah pihak-pihak aspal Buton. Dan pihak-pihak lain yang merasa beruntung, menang, dan berkuasa adalah pihak-pihak aspal impor. Maka sudah merupakan kewajiban, rakyat Buton harus berani bertanya: “Apakah negara hadir untuk aspal Buton?”.

Apakah negara hadir untuk aspal Buton? Apakah rakyat Buton sudah pernah menanyakan hal ini langsung kepada pak Jokowi, sebagai Presiden RI, yang memiliki kekuasaan tertinggi di negeri ini? Rasanya rakyat Buton tidak berani untuk menanyakan hal ini langsung kepada presiden Jokowi. Karena presiden Jokowi pasti sangat sibuk, dan banyak sekali urusan-urusan negara yang lebih penting, dan mendesak. Tetapi, bukankah pak Jokowi sudah pernah datang ke Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, pada tanggal 27 September 2022?. Dan bukankah dalam kunjungan kerja ke Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut, pak Jokowi telah dianugerahi sebuah Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton: “La Ode Muhammad Lakina Bhawangi yi Nusantara?”. Apakah rakyat Buton boleh bertanya: ”Mengapa pak Jokowi tidak mau membalas budi penghormatan rakyat Buton tersebut dengan mau mewujudkan hilirisasi aspal Buton?”.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Alih-alih pak Jokowi mau mewujudkan hilirisasi aspal Buton, pak Jokowi malah telah memutuskan Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024. Apakah pak Jokowi tidak tahu, bahwa sampai saat ini aspal Buton masih belum mampu mensubstitusi aspal impor? Pak Jokowi wajib paham. Karena masalah itulah, sejatinya, perlu diwujudkan hilirisasi aspal Buton secepatnya untuk mensubstitusi aspal impor dengan aspal Buton.

Adapun Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton yang telah diberikan kepada pak Jokowi tersebut bermakna seorang laki-laki yang memiliki sikap dan perilaku yang mulia, rendah hati, sopan santun, arif dan bijaksana, jujur dan adil, bertanggung jawab, memberi teladan dan panutan, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam menyejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyat di Nusantara. Tetapi apakah pak Jokowi sadar dan tahu diri, bahwa sejatinya makna dari Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton itu merupakan doa, harapan, dan permohonan juga dari rakyat Buton kepada pak Jokowi, agar pak Jokowi mau menyejahterakan dan memakmurkan rakyat Buton dengan mewujudkan hilirisasi aspal Buton?.

Dan seandainya saja pak Jokowi lupa, bahwa pak Jokowi masih mempunyai hutang budi kepada rakyat Buton untuk menyejahterakan dan memakmurkan rakyat Buton dengan mewujudkan hilirisasi aspal Buton, maka bersama ini rakyat Buton ingin mengingatkan kembali. Pak Jokowi masih memiliki sedikit waktu dan kesempatan terakhir sampai bulan Oktober 2024. Dan seandainya benar pak Jokowi, sejatinya, adalah seorang laki-laki jujur dan adil, seperti apa yang telah didoakan, dan diharapkan oleh rakyat Buton, maka mohon kiranya pada momentum bersejarah dalam memperingati 1 abad aspal Buton pada tahun 2024 ini, pak Jokowi mau memberikan hadiah istimewa kepada rakyat Buton, yang berupa sebuah keputusan presiden untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa untuk membuat sebuah keputusan presiden untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton adalah sungguh tidak mudah. Saat ini, di akhir masa pemerintahan pak Jokowi, pak Jokowi sedang diuji dengan sebuah pilihan bijak. Apakah masalah untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton akan mampu pak Jokowi selesaikan dan dituntaskan sekarang juga, yang bertepatan dengan 1 abad aspal Buton? Atau pak Jokowi lebih merasa nyaman dan memilih untuk menunda dan membiarkan saja sampai presiden baru periode 2024 – 2029 yang harus mewujudkannya? Pilihan ada di tangan pak Jokowi? Tetapi pak Jokowi harus ingat, bahwa  ada sebuah peribahasa yang mengatakan sebagai berikut: “Hutang emas dapat dibayar, hutang budi dibawa mati”.

Mengapa untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton harus presiden Jokowi sendiri yang turun tangan? Karena kerugian negara akibat Indonesia sudah 45 tahun mengimpor aspal terus menerus adalah sangat luar biasa besarnya. Besarnya skala kerugian negara ini adalah sangat luar biasa besar, sehingga harus seorang presiden Jokowi sendiri yang wajib turun tangan dan menanganinya. Berapa besarkah kerugiannya? Adapun, kerugian yang paling besar sekali telah dirasaan oleh rakyat Buton. Karena seharusnya mereka sudah dapat hidup lebih makmur dan sejahtera sejak dulu kala. Tetapi sampai saat ini, hidup lebih makmur dan sejahtera itu masih berupa angan-angan dan mimpi belaka. Oleh karena itu, sekarang ini juga, mau atau tidak mau, rakyat Buton harus berani bertanya langsung kepada pak Jokowi: “Kapankah negara akan hadir untuk aspal Buton?”.

Untuk pak Jokowi ketahui, bahwa masalah mewujudkan hilirisasi aspal Buton itu, sejatinya, adalah masalah political will. Bukan masalah tehnis. Kalau pak Jokowi sudah memiliki political will untuk mau mewujudkan hilirisasi aspal Buton, maka mungkin hanya dalam waktu sekejab saja hilirisasi aspal Buton sudah akan segera terwujud. Adapun, para Investor sekarang ini sedang menunggu lampu hijau dari pak Jokowi untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton. Dan kalau bukan pak Jokowi yang akan memberikan lampu hijau, maka mungkin saja presiden berikutnya yang yang akan memberikannya.

Adapun, momentum bersejarah 1 abad aspal Buton ini, mohon jangan pak Jokowi lewatkan, dan sia-siakan. Karena tahun 2024 adalah tahun istimewa, dimana rakyat Buton akan memperingati 1 abad aspal Buton. Oleh karena itu, sebaiknya tahun 2024 ini pak Jokowi jadikan sebagai momentum bersejarah, tahun kebangkitan aspal Buton, dengan mewujudkan hilirisasi aspal Buton, agar hutang budi pak Jokowi kepada rakyat Buton sudah lunas. Nas, nas, nas..

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu