x

Generasi Z, kelompok yang terdiri dari individu-individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010

Iklan

Fajar Suhud Laksana

Si logophile penyuka kata-kata dalam buku, hobi menulis dan sekaligus gemar menyusun romantisme dalam suatu kalimat utuh.
Bergabung Sejak: 27 April 2023

Selasa, 2 Januari 2024 19:31 WIB

Generasi Z, Generasi Masa Depan Indonesia yang Terbebani Ketidakpastian Kerja

Generasi Z, kelompok yang terdiri dari individu-individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010, merupakan kekuatan baru yang muncul dalam pasar tenaga kerja.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam era digital ini, Generasi Z, kelompok yang terdiri dari individu-individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010, merupakan kekuatan baru yang muncul dalam pasar tenaga kerja. Namun, para anggota Generasi Z seringkali dihantui oleh ketidakpastian kerja yang berkepanjangan, membuat mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Tidak adanya jaminan kerja, pekerjaan yang tidak stabil, dan kurangnya lapangan kerja yang sesuai dengan kualifikasi mereka, menjadikan Generasi Z rentan menghadapi stres dan tidak pasti dalam mencari pekerjaan.

Namun demikian, sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi Generasi Z, pemerintah harus turut serta berperan aktif. Pemerintah harus melaksanakan program-progam inovatif dan amanah untuk mengurangi ketidakpastian kerja dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi Generasi Z dalam dunia kerja.

Membangun Kemitraan Publik-Swasta untuk Menciptakan Peluang Kerja

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah satu langkah awal yang dapat diambil oleh pemerintah adalah dengan membangun kemitraan publik-swasta yang erat. Kolaborasi ini akan menjadi kunci sukses dalam menciptakan peluang kerja yang lebih besar bagi Generasi Z. Pemerintah dapat berperan sebagai penghubung antara perusahaan dan generasi yang berbakat dengan menyediakan program magang, pelatihan teknis, dan pendampingan karir yang terstruktur. Dengan cara ini, Generasi Z akan mendapatkan akses ke pengalaman kerja nyata, meningkatkan keterampilan mereka, dan memiliki kesempatan untuk membangun jaringan profesional yang kuat.

 

Mendorong Wirausaha Muda dengan Fasilitas dan Regulasi yang Mendukung

Selain itu, pemerintah harus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi wirausaha muda Generasi Z untuk berkembang. Di era digital ini, peluang usaha tidak hanya terbatas pada sektor tradisional, melainkan juga melibatkan ekonomi digital yang booming. Pemerintah dapat memberikan insentif fiskal, kemudahan dalam perizinan usaha, serta mendukung lingkungan inovatif dan ramah terhadap risiko. Dengan langkah-langkah ini, Generasi Z akan didorong untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka menjadi bisnis yang sukses, memperkuat ekonomi negara, dan menciptakan lapangan kerja baru.

 

Melakukan Penyesuaian Kurikulum Pendidikan dengan Kebutuhan Industri

 

Pentingnya penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri tidak bisa diabaikan oleh pemerintah. Dalam era digital ini, teknologi dan inovasi berkembang dengan cepat, dan lulusan pendidikan harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan dunia kerja saat ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk memastikan bahwa program pembelajaran mencakup keterampilan teknis, keterampilan interpersonal, dan pemahaman tentang tren pasar global. Dengan cara ini, Generasi Z akan dilengkapi dengan keahlian yang relevan dan diincar oleh perusahaan.

 

Merelokasikan Dana Pendidikan ke Program Pelatihan Kerja

 

Selain itu, alokasi dana pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan Generasi Z. Pemerintah harus mengalihkan sebagian dana pendidikan untuk program pelatihan kerja yang praktis dan efektif. Pelatihan teknis, apprenticeship, dan program pengembangan keterampilan yang terarah akan memberikan Generasi Z kepercayaan diri dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja. Investasi dalam pelatihan kerja akan memberikan hasil jangka panjang dengan menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja.

 

Bermitra dengan Industri untuk Menciptakan Lapangan Kerja Baru

 

Tidak hanya itu, pemerintah juga harus aktif bermitra dengan industri untuk menciptakan lapangan kerja baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan tren global. Melalui dialog antara pemerintah dan industri, perencanaan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dapat direalisasikan. Ini termasuk memfasilitasi investasi asing, mengurangi birokrasi, dan memberikan insentif bagi perusahaan untuk membuka unit produksi baru di Indonesia. Dengan mendorong pertumbuhan industri, Generasi Z akan memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kualifikasi mereka.

 

 

Generasi Z adalah aset berharga bagi masa depan Indonesia. Dalam menghadapi ketidakpastian kerja, pemerintah perlu berperan aktif dalam menciptakan peluang kerja yang lebih baik untuk mereka. Melalui kemitraan publik-swasta yang erat, peningkatan wirausaha muda, penyesuaian kurikulum pendidikan, realokasi dana pendidikan ke program pelatihan kerja, dan kolaborasi dengan industri, Generasi Z akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih pekerjaan yang layak. Inilah solusi pemerintah yang harus diimplementasikan demi masa depan yang lebih cerah bagi Generasi Z dan Indonesia secara keseluruhan.

Ikuti tulisan menarik Fajar Suhud Laksana lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu