x

Lukisan The Night Watch karya Rembrandt

Iklan

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Kamis, 4 Januari 2024 19:13 WIB

Analisis Sinar-X Baru Lukisan The Night Watch Rembrandt Ungkap Lapisan Dasar yang Tersembunyi

Para ilmuwan berhipotesis, bahwa Rembrandt mungkin memiliki alasan yang cerdas untuk menerapkan lapisan pelindung.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Analisis berdasarkan sinar-x baru terhadap lukisan The Night Watch karya Rembrandt mengungkapkan,  bahwa lukisan cat minyak raksasa tersebut mengandung lapisan dasar timbal yang tersembunyi. Lukisan yang dibuat pada tahun 1642 ini merupakan salah satu karya Old Master Belanda yang paling terkenal dan dipajang di Rijksmuseum di Amsterdam. Lukisan ini telah menjalani proyek konservasi besar-besaran yang disebut Operation Night Watch sejak tahun 2019.

Temuan ini, yang dipublikasikan di Science Advances bulan Desember 2023 lalu, diperoleh berkat analisis komposisi kimia berlapis dari sampel cat kecil, yang menjalani fluoresensi sinar-x dan ptychography.  Sebuah teknik penggambaran komputasi.

Tampaknya, sebelum memulai melukis, Rembrandt melapisi kanvas mentah dengan lapisan minyak yang pekat dengan sapuan kuas yang lebar dan setengah lingkaran. Kanvas selanjutnya dipersiapkan dengan mengaplikasikan lapisan tanah yang terbuat dari tanah liat kuarsa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pengetahuan baru ini akan membantu para konservator untuk merawat karya ini dengan lebih baik, namun untuk saat ini kita hanya bisa berspekulasi tentang alasan Rembrandt. Para peneliti berhipotesis bahwa timbal mungkin dimaksudkan untuk melindungi dari ancaman kelembaban, karena lukisan itu ditakdirkan untuk digantung di dinding eksterior di lapangan tembak di Amsterdam.

"Meskipun tidak digunakan secara umum, metode meresapi kanvas dengan minyak yang mengandung timbal dijelaskan dalam sumber kontemporer penting yang menggambarkan teknik melukis yang ditulis oleh Théodore de Mayerne," tulis laporan tersebut.

"Di sini, metode penggunaan minyak yang kaya akan timbal (oil of litharge) sebagai pengganti lem disarankan setelah mengamati sebuah kasus di mana kanvas seukuran cat dan lem pada sebuah lukisan terpisah setelah digantung di dinding yang lembap selama beberapa tahun."

Ini bukanlah penemuan besar pertama yang dibuat tentang lukisan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, para konservator menemukan sketsa persiapan yang sebelumnya tidak diketahui yang tersembunyi di dalam "peta kalsium" dari mahakarya tersebut.

Sketsa tersebut mengungkapkan semua cara,  bagaimana lukisan tersebut akhirnya menyimpang dari rencana awal Rembrandt. Sebagai contoh, sang seniman memutuskan untuk menghilangkan bulu-bulu dari topi seorang tentara.

"Sangat menarik melihat Rembrandt mencari komposisi yang tepat," komentar direktur Rijksmuseum, Taco Dibbits.

"Kami telah menemukan asal mula The Night Watch," ujarnya seperti diungkapkan Jo Lawson Tancred lewat artikelnya pada laman news.artnet.com

Pada tahun 2022, museum tersebut mengungkapkan lebih banyak rahasia tentang teknik Rembrandt, yang kali ini ditemukan melalui kerja sama dengan para ilmuwan dari AkzoNobel, pemilik cat Dulux asal Belanda. Tim peneliti mencoba menentukan resep yang digunakan Rembrandt untuk melapisi catnya dengan gaya impasto di atas kanvas. Tampaknya ia mencampurkan minyak biji rami mentah dengan timbal oksida dan menambahkan bahan rahasia kuning telur untuk alasan yang belum sepenuhnya dipahami.  

Ikuti tulisan menarik Slamet Samsoerizal lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu