x

Iklan

Dita Triyana

MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH AR FACHRUDDIN
Bergabung Sejak: 5 Januari 2024

Jumat, 5 Januari 2024 14:31 WIB

Ketidakadilan Gender Perempuan dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan

Alur cerita dalam novel Cantik Itu Luka berfokus pada perjalanan hidup beberapa tokoh perempuan, sehingga membuat novel ini sangat menarik dikaji dari sudut pandang gendernya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Cantik Itu Luka adalah novel yang ditulis oleh Eka Kurniawan, penulis pria berusia 47 tahun asal Tasikmalaya. Ia menyandang gelar sarjana filsafat dan dijuluki sebagai the next Pramoedya Ananta Toer.

Novel ini merupakan novel pertama karya Eka Kurniawan yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2002. Karya sukses meraih penghargaan World Readers pada tahun 2016.

Kepopuleran Cantik Itu Luka di luar negeri membawa Eka meraih penghargaan sastra internasional di Belanda, yaitu Prince Clause Awards pada 2018. Bukan hanya itu, Cantik Itu Luka juga masuk ke dalam daftar 100 buku terkemuka versi The New York Time.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Novel ini tidak hanya memiliki genre romantis, sejarah, dan realisme magis. Dalam buku ini juga digambarkan sejarah kolonialisme di Indonesia.

Novel ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Dewi Ayu. Dewi Ayu adalah seorang wanita yang sangat cantik, tapi kecantikannya tersebut bukan sebagai sesuatu yang menguntungkan, melainkan membawa malapetaka bagi dirinya beserta keturunannya. Oleh karena kecantikan Dewi Ayu, dirinya menjadi seorang pelacur bagi para tentara Belanda dan Jepang. Dewi Ayu adalah seorang pelacur ternama yang bayarannya mahal dan sangat dicari oleh para pelanggannya.

Eka Kurniawan menyelipkan nilai-nilai sejarah yang nyata di balik kisah fiktif karyanya ini. Seperti mengangkat latar kisah pada masa penjajahan hingga paska kemerdekaan Indonesia. Cerita dalam novel ini melalui empat periode, yaitu masa penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, kemerdekaan, dan setelah kemerdekaan. Para pembaca dapat menjadikan novel ini sebagai salah satu media untuk mempelajari belajar sejarah Indonesia yang masih tabu dan belum diceritakan dalam buku-buku sejarah. 

Salah satu aspek yang menarik untuk dibahas dalam novel ini ketidakadilan yang dialami oleh tokoh-tokoh perempuan berdasarkan peran gendernya. Alur cerita dalam novel ini berfokus pada perjalanan hidup beberapa tokoh perempuan, sehingga membuat novel ini sangat menarik dikaji dari sudut pandang gendernya.

Ketidakadilan yang dialami oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel tersebut adalah kekerasan, marginalisasi, stereorip, subordinasi dan beban kerja. Tokoh perempuan dalam Cantik itu Luka mendapat kekerasan berupa kekerasan fisik dan pemerkosaan, stereotip tentang pelacur, marginalisasi oleh tentara Jepang, subordinasi sebagai alat pertukaran dan beban kerja yang memberatkan pihak perempuan.

"Ketika Ola telah melewati masa-masa krisis, ia kemudian berkata kepadanya:

'kau diperkosa dan kau mati itu bukan oleh-oleh yang ingin kubawa untuk Gerda'

Bahkan meskipun kehidupan seperti itu telah berlalu berhari-hari beberapa garis masih belum menerima nasib buruk mereka, dan Dewi ayu masih mendengar suara-suara menjerit histeris malam hari".

Melalui kutipan tersebut adalah bentuk dari salah satu penindasan fisik yang dialami para perempuan, yaitu pemerkosaan. Penindasan yang mereka alami tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga batin. Suara menjerit dan histeris dari mereka menandakan perasaan yang masih belum bisa terima dengan nasib buruk tersebut dan mengakibatkan rasa trauma yang mendalam.

Selain itu, penindasan lain yang dialami oleh perempuan dalam novel tersebut berdasarkan marginalisasi, subordinasi, stereotip, hingga beban kerja yang tidak adil. Hal ini dapat menjadi refleksi bagi pembaca bahwa perjuangan untuk mencapai kesejahteraan bagi perempuan masih harus dilakukan di masyarakat Indonesia.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Crisdina, C. (2018). " Ketidakadilan Gender dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan" eprints.ums.ac.id. Diakses pada tanggal 3 Januari 2024 melalui https://eprints.ums.ac.id/67120/10/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

Kurniawan, E. (2015). Cantik Itu Luka. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Ikuti tulisan menarik Dita Triyana lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu