x

Iklan

Harrist Riansyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 April 2023

Senin, 15 Januari 2024 19:15 WIB

Partai Buruh Terjebak Omongan Sendiri

Alasan partai tidak mendukung paslon tertentu karena bila mendukung Ganjar peluang untuk menang kecil. Kalau mendukung Prabowo maka tujuan utama partai sulit terlaksana. Sedangkan nama Anies sudah dicoret dengan berbagai alasan.       

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Melihat alasan partai buruh yang terkesan masuk akal tidak mendukung salah satu paslon. Namun bila melihat rekam jejak Partai Buruh beberapa tahun belakang terlihat pernyataan partai ini yang menyebabkan tidak mendukung salah satu calon.

Dimulai dari akhir tahun 2022 yang dimana Partai Buruh mengatakan menarik dukungannya dari Prabowo Subianto mengingat KSPI dibawah Said Iqbal pada pilpres 2014 dan 2019. Keyakinan tidak mendukung Prabowo kembali diperlihatkan pada hasil rapat kerja nasional (rakernas) Partai Buruh di Istora Senayan pada Januari 2023. Pada hasil rakernas itu muncul empat nama yang akan dipertimbangkan diusung oleh partai ini menjadi capres yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Said Iqbal, dan Najwa Shihab.

Dalam perkembangan partai buruh lebih terlihat memiliki kedekatan dengan Ganjar Pranowo. Itu terlihat pada saat Ganjar baru dideklarasikan sebagai capres oleh PDIP dengan Ketum Said Iqbal bertemu Ganjar sampai mencium tangan Ganjar yang sempat heboh di internet. Said Iqbal sudah mengklarifikasi mencium tangan Ganjar itu pernah ia lakukan kepada Anies saat menjadi cagub DKI Jakarta dan Prabowo Subianto saat menajdi capres yang didasarkan atas penghormatan semata.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika hubungan dengan Ganjar dan Partai Buruh semakin dekat, berbanding terbalik hubungan Partai Buruh dengan Anies Baswedan. Ini mulai terlihat saat Partai Buruh mengatakan Anies menolak undangan Mayday Partai Buruh yang dibantah Anies sendiri.

Hubungan semakin memburuk saat juru bicara Anies, Sudirman Said diduga mencoba menyabotase Partai Buruh dengan adanya serikat buruh yang mendukung Anies sebagai capres. Dan puncaknya saat Anies memutuskan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang dianggap oleh Partai Buruh tidak amanah dan mengkhinati Partai Demokrat yang setahun terakhir mendukung Anies sebagai capres.

Dengan dicoret nama Anies, alhasil partai ini menyisahkan dua nama yaitu Ganjar dan Prabowo. Nama Prabowo kembali muncul pada Juli 2023 atas aspirasi dari jajaran di daerah. Munculnya nama Prabowo bisa terlihat ke-labil-an partai ini yang kembali memasukkan nama Prabowo.

Bila kita melihat gerak-gerik partai Buruh ini terlihat mirip dengan situasi elektabilitas ketiga calon ini. Pada awal tahun 2023 nama Prabowo berada dibawah Ganjar dan Anies. Sedangkan memasuki pertengahan 2023 nama Ganjar dominan diberbagai hasil survei diikuti oleh Prabowo yang mulai kembali naik dan Anies justru terus turun.

Lalu memasuki tahun 2024 elektabilitas Ganjar justru berada dibawah Prabowo dan Anies. Melihat elektabilitas ini mungkin itu sebabnya kedekatan partai ini dengan Ganjar tidak membuat Partai Buruh mendeklarasikan diri mendukungnya karena elektabilitas Ganjar yang terus turun.

Disamping itu Prabowo yang namanya dicoret dan muncul kembali juga menjadi dilema oleh partai ini karena belum satu tahun mengatakan menarik dukungan kepada Prabowo ditambah Prabowo yang lekat dengan isu keberlanjutan sangat kecil kemungkinannya akan mencabut atau merevisi UU Ciptaker yang menjadi perhatian khusus partai ini.

Sedangkan bila deklarasi mendukung Anies akan membuat partai ini terlihat tidak memiliki pendirian karena sudah mengeluarkan pernyataan Anies yang tidak amanah ditambah adanya campur tangan tim Anies yang mencoba memecah belah Partai Buruh.

Dengan begitu alasan partai tidak mendukung paslon tertentu selain dua alasan yang sudah dijelaskan diawal juga ada alasan lain yaitu pernyataan-pernyataan sebelumnya partai yang menyandera keputusan partai yang bila mendukung Ganjar peluang untuk menang kecil, Sedangkan mendukung Prabowo tujuan utama partai sulit terlaksana, dan mendukung Anies membuat partai ini tidak memiliki idealisme karena sudah dengan tegas mencoret nama Anies dengan berbagai alasan.       

Ikuti tulisan menarik Harrist Riansyah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan