x

QRIS

Iklan

Anindya Faisa Amanda

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Maret 2024

Sabtu, 9 Maret 2024 13:14 WIB

Digitalisasi Pembayaran Bantu Perekonomian Warga Lokal Unnes


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Era modern seperti saat ini, digitalisasi sudah menjadi teman hidup masyarakat yang sulit untuk dipisahkan. Hampir di semua sektor kehidupan mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga bisnis sudah terkoneksi dengan dunia digital. Perkembangan ini membawa perubahan besar dan membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar kampus UNNES.

Pembayaran non-tunai, transfer online, dan penggunaan dompet digital sudah marak di kalangan mahasiswa sehingga warga lokal yang mempunyai UMKM terdorong untuk mengikuti tren digitalisasi pembayaran ini agar tidak tertinggal dalam persaingan. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sendiri merupakan unit usaha yang jumlahnya paling besar di Indonesia. UMKM terbukti memiliki ketahanan dalam berbagai permasalahan krisis ekonomi dan bahkan jumlahnya semakin meningkat.

Digitalisasi pembayaran bukan hanya memberikan kemudahan, efisiensi dan kecepatan dalam bertransaksi, tetapi juga membawa dampak positif bagi warga lokal, khususnya dalam mendorong kesejahteraan. Dengan mengikuti tren pembayaran digital, akan meningkatkan penjualan karena memudahkan pelanggan dalam bertransaksi. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di sekitar UNNES sudah banyak sekali UMKM yang menerapkan pembayaran digital ini dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Seperti di Burjo, Warteg, Fotokopi, ataupun pedagang yang berada di pinggir jalan. QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Peranan QRIS ini membantu para pedagang UMKM untuk tidak tertipu pada peredaran uang palsu, mengurangi resiko pencurian uang, dan mendukung pemerintah juga dalam mengembangkan perekonomian digital pada wilayah tertentu khususnya di sekitar kampus UNNES Sekaran, Gunung Pati. 

Dari penerapan pembayaran digital ini, pelaku UMKM di sekitar kampus UNNES dapat mengatur keuangan lebih baik dan juga dapat dengan mudah mencatat pemasukan mereka. Manfaat lain yang dirasakan oleh UMKM adalah mengurangi kebutuhan akan uang kembalian yang dapat memakan waktu jika terdapat banyak pembeli.

Dalam sudut pandang pedagang/produsen pembayaran secara digital secara tidak langsung mendatangkan konsumen dan membuka pilihan baru untuk para konsumen, terlebih apakah konsumen ingin membayar secara digital atau tidak. Hal ini yang kemudian mendatangkan keuntungan bagi produsen tersebut karena mereka yakin bahwa terpenuhinya akses konsumen untuk melakukan transaksi adalah hal yang paling penting untuk melancarkan dan memudahkan transaksi jual beli mereka.

Bisa dibandingkan dengan Burjo yang hanya dapat dibayar dengan cash dan Burjo yang dilengkapi QRIS, bahwa Burjo membuka akses konsumen untuk melakukan transaksi secara online dengan menyediakan pembayaran lewat QRIS yang ternyata lebih dapat menarik pelanggan, sebab bukan hanya makanannya saja yang banyak diminati akan tetapi konsumen diberikan cara yang lebih praktis dan mudah saat konsumen tersebut tidak memiliki uang tunai atau memang konsumen tersebut memilih untuk tidak menggunakan pembayaran konvensional/tunai.

Namun, didapati bahwa ternyata saat melakukan transaksi melalui salah satu jasa yang menyediakan pembayaran secara digital yaitu QRIS, pengambilan uang hasil penjualannya harus menunggu selama satu hari tepat pada pukul 00.00 yang kemudian hal ini menjadi kekurangan bagi mereka yang punya modal kecil untuk memutar kembali uang hasil dagangannya, sebab hasil penjualan tersebut tidak langsung bisa diterima oleh pedagang.

Adanya digitalisasi pembayaran bertujuan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat terhadap teknologi guna menghadapi transformasi digital yang terjadi secara terus menerus dan semakin cepat. Digitalisasi ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan wawasan literasi keuangan secara spesifik mengenai QRIS dan penggunaannya. Digitalisasi yang bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap penggunaan teknologi memiliki dampak yang signifikan.

Hal ini dikarenakan teknologi menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, dimana perkembangan teknologi mempengaruhi banyak kegiatan  yang melibatkan manusia. Penerapan pembayaran digital juga merupakan bagian dari Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi. Tetapi muncul kekhawatiran terkait keamanan dari pembayaran digital yang dapat menurunkan minat untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Kasus-kasus kejahatan siber menjadikan para pelaku UMKM was-was dalam menerapkan metode pembayaran digital.

Walaupun demikian terlihat penggunaan QRIS semakin meningkat di UMKM, hal ini dikarenakan metode pembayaran tersebut tergolong sederhana dan lebih praktis. Pada kenyataannya, transaksi digital telah menjadi bagian dari mahasiswa, sehingga para pelaku usaha dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan era. Dari diterapkannya digitalisasi pembayaran ini, diharapkan dapat menjadi bekal untuk pemilik UMKM dalam menyediakan alternatif pembayaran yang lebih sering digunakan oleh konsumen seperti mahasiswa di era modern saat ini. Kegiatan digitalisasi mendukung daya saing UMKM di zaman modern, yang mana tujuannya untuk membiasakan pemilik UMKM dalam penggunaan teknologi dan menerapkan penggunaan QRIS sebagai alternatif pembayaran yang dapat menunjang daya saing usahanya.

Kesimpulannya, Hasil dari Digitalisasi Pembayaran QRIS pada pelaku UMKM di wilayah kampus UNNES Sekaran, Gunungpati cukup baik. Para pelaku UMKM pemula mengalami peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam menyediakan sistem pembayaran digital. Aplikasi QRIS sangat membantu mereka dalam memproses transaksi pembayaran yang dilakukan setiap harinya.

Implikasi Digitalisasi Pembayaran QRIS ini adalah para pelaku UMKM akan semakin menyadari pentingnya memahami peran teknologi bagi perkembangan UMKM dan pelakunya, dan semakin menyadari pentingnya usaha untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknologi digital agar mampu bersaing dan bertahan ditengah kondisi yang belum kondusif ini. Pengetahuan tentang teknologi keuangan merupakan bagian dari proses digitalisasi dalam layanan finansial. Mengimplementasikan hasil digitalisasi dalam transaksi bisnis sehari-hari merupakan suatu keharusan agar mampu survive dan meningkatkan produktivitas bisnis.

Penulis: Afif Fadhilah Rustono dan Anindya Faisa Amanda

Ikuti tulisan menarik Anindya Faisa Amanda lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler