x

Ilustrasi Keamanan Siber

Iklan

rahma sartika

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Mei 2024

Rabu, 8 Mei 2024 09:39 WIB

Kejahatan Siber, Bukti Nyata Kemajuan Teknologi

Seperti kejahatan pada umumnya yang tidak menargetkan siapa, berapa umur, jenis kelamin, serta pekerjaan para mangsanya, alias semua orang bisa menjadi mangsa kejahatan siber.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kemajuan teknologi yang terjadi saat ini tentunya memberikan berjuta manfaat bagi umat manusia, namun di samping itu tentunya kita juga harus mengetahui jika akan selalu ada kejahatan di samping kebaikan. Layaknya yin dan yang. Di samping manfaat yang kita terima dari kemajuan teknologi saat ini, kita juga bisa menerima dampak yang tentunya amat merugikan diri kita, dan salah satu dari kerugian tersebut adalah kejahatan siber.

Pastinya semua para pembaca sudah tahu apa itu kejahatan siber. Ya, kejahatan siber adalah kejahatan yang dilakukan seseorang secara daring denga menggunakan perangkat komputer atau handphone. Sungguh merupakan bukti nyata dari kemajuan teknologi.

Seperti kejahatan pada umumnya yang tidak menargetkan siapa, berapa umur, jenis kelamin, serta pekerjaan para mangsanya, alias semua orang bisa menjadi mangsa kejahatan siber. Bentuk dari kejahatan siber ini bermacam-macam, seperti peretasan, pembajakan, phising, cyber bullying, cyber stalking, pornografi, penyebaran hoax, dan banyak lagi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apa saja dampak dari kejahatan siber ini? Ya jelas saja jika para korban dari kejahatan siber ini mengalami kerugian yang sangat banyak, mereka tidak mengalami penyerangan secara fisik melainkan secara mental. Seperti pada kasus cyber bullying yang belakangan ini sudah seperti sebuah rutinitas di dunia maya. Hal ini tidak jauh lebih mending jika mengalami kekerasan secara fisik, karena para korban cyber bullying bisa mengalami depresi yang bahkan bisa berujung pada kematian.

Para korban kejahatan siber juga mengalami kerugian secara materi, seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah akun diretas, eh, uang diambil juga. Hanya dengan metode satu klik  pula.  Kerugian lainnya adalah pencurian informasi pribadi dan akun media sosial. Dampak ini tentunya juga merugikan para korban, informasi pribadi dan akun media sosial yang dicuri dapat saja diperjual belikan atau digunakan untuk suatu hal yang negatif.

Mengingat betapa bahaya dan merugikannya dampak dari kejahatan siber kepada para korbannya, seharusnya membuat kita berpikir. Bagaimana, sih, cara agar terhindar dari kejahatan siber? Dan apa yang harus kita lakukan jika kita mengalami kejahatan siber?

Ada beberapa cara yang perlu dicatat agar terhindar dari kejahatan siber. Pertama, melindungi perangkat menggunakan aplikasi pelindung seperti antivirus, firewall, antimalware, dan sejenisnya. Kedua, selalu membackup data yang ada pada perangkat. Ketiga, jangan sembarangan me-klik tautan yang dikirim oleh pengirim anonim. Ketiga, jangan lupa untuk aktifkan autentikasi dua faktor. Keempat, sering-seringlah untuk mengganti password yang terverifikasi pada perangkat. Kelima, bermedia sosial dengan bijak untuk meminimalisir kasus cyber bullying. Cara-cara ini tentunya hanya beberapa, untuk mengetahui cara yang lebih, bisa mencari tahu sendiri.

Lantas bagaimana jika semua cara sudah kita lakukan namun tetap saja kejahatan siber kita alami? Hal yang pertama kali yang mungkin sulit untuk dilakukan adalah berusaha agar tetap tenang, karena kita hanya bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Kemudian melaporkan email dan kata sandi kepada lembaga terkait. Selanjutnya ubah kata sandi dari perangkat atau akun yang diretas. Untuk kasus cyber bullying dan cyber stalking, mungkin menutup sementara akun adalah solusi yang terbaik, atau jika kita bermental sedikit lebih kuat, kita bisa menutup akses untuk komentar.

Satu hal yang mungkin menjadi pertanyaan publik adalah, bagaimana tanggapan pemerintah terhadap kejahatan siber yang banyak terjadi ini? Apa Langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi serta menanggulangi kejahatan siber? Apakah ada undang-undang khusus untuk menghukum para pelaku kejahatan siber? Satu-satu, ya.

Sebagai pemerintah yang baik di negara ini, tentunya pemerintah tidak diam saja, pemerintah berupaya untuk mengurangi atau bahkan mencegah maraknya kejahatan siber. Beberapa Upaya yang dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan media social. Sehingga diharapkan masyarakat dapat mengetahui secara luas apa itu kejahatan siber dan bagaimana langkah-langkah untuk menghindarinya. Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah mengadakan program Born to Protect, dengan menargetkan anak-anak muda untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Anak-anak muda yang turut andil dalam program tersebut, akan dilatih melalui beberapa tahap untuk menjadi penjaga keamanan siber.

Nah, mengenai peraturan hukum mengenai kejahatan siber, tentunya ada undang-undang yang mengatur. Untuk lebih jelasnya bisa dicari sendiri lagi, ya, karena basic penulis bukan mahasiswi hukum, mencari aman dengan menghindari hal-hal yang mungkin saja keliru, dan sangat riskan.

Alangkah baiknya jika kita Masyarakat dan pemerintah bekerja sama dalam menghadapi kejahatan siber ini. Kita jangan mau kalah canggih dari para penjahat tersebut, jika mereka bisa mengikuti arus kemajuan teknologi saat ini, tentunya kita bisa melakukan hal yang sama. Kita harus lebih pintar dan canggih dalam melindungi data-data pribadi yang ada pada perangkat elektronik kita. Intinya, deh, jangan mau kalah pintar sama maling.

Pemerintah bisa menegaskan kembali terkait hukuman kepada para penjahat siber, dan tidak berhenti untuk melakukan sosialisasi terkait kejahatan siber. Setelah kerjasama yang telah dilakukan, niscaya akan membawa kedamaian untuk negri ini. Semoga, ya.

Ikuti tulisan menarik rahma sartika lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini