x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Sabtu, 25 Mei 2024 19:07 WIB

Kenapa Kakek Belum Mau Momong Cucu? Inilah Dampak Positifnya

Kenapa belum mau momong cucu? Ternyata, momong cucu menyehatkan fisik dna mentala seorang kakek dan nenek. Yuk momong cucu

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Momong cucu sudah jadi budaya di Indonesia. Identik dilakukan seoarang kakek atau nenek kepada cucunya. Sebagai wujud kasih sayang dan cintanya kepada sang cucu. Momong cucu bolehlah disebut mengasuh, merawat, menjaga, dan bermain seorang kakek atau nenek dengan cucunya. Momong cucu, sebuah perbuatan sederhana tapi punya makna yang luar biasa.

Seperti di pekan ini saat liburan panjang (24/5/2024), saya pun tidak sungkan momong cucu pertama saya, Aleena Thalia Saqeenarava (9 bulan) di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Mulai dari menggendong, mengajak ngomong atau menunjukkan benda-benda yang bisa mengungdang perhatian dan reaksi motoriknya. Sambil berbisik di telinganya, semoga Aleena tumbuh dan berkembang menjadi anak yang solehah, cerdas, dan bermanfaat untuk orang banyak. Momong cucu, sangat perlu dilakukan untuk melatih emosi seorang kakek-nenek. Sekaligus menanggalkan sejenak kesibukan pekerjaan atau yang lainnya.

Tapi sayang, mungkin hari ini, masih banyak kakek atau nenek yang belum terbiasa momong cucu. Tidak tahu cara menggendong cucu atau bingung apa yang mau dilakukan saat momong cucu. Mau nyanyi, suaranya jelek. Mau dongeng tidak bisa. Mau melantunkan ayat Al Quran tidak hafal. Bahkan tidak sediki kakek atau nenek yang bingung bila cucunya menangis. Tidak tahu cara “mendiamkannya”. Akhirnya, tidak terbiasa dan tidak bisa momong cucu. Merasa serba salah saat momong cucu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mungkin banyak orang dewasa, kakek atau nenek belum tahu. Bahwa momong cucu snagat berpengaruh terhadap kesehata fisik dan emosi kakek dan nenek. Hasil penelitian berjudul “The experiences of grandparents raising grandchildren in Indonesia”. Working With Older People (2019): Vol 23: Issue 11 (https://doi.org/10.1108/WWOP-10-2018-0019) menyebut  kaum lansia, kakek atau nenek merasa bahagia saat mengasuh cucunya sehingga bergampak positif bagi kesehatan fisik dan emosinya. Sekalipun terkadang merasa lelah, ternyata momong cucu bisa membangkitkan adrenalin positif sang kakek atau nenek. Membangun energi cinta dan kasih sayang yang lebih tulus. Momong cucu mampu menghindari seorang kakek atau nenek dari keluhan yang bersifat negatif. Ada pancaran ketulusan saat menggendong, bermain dan tertawa dengan cucunya, mengusap atau memijat sang cucu. Ada “quality time” yang tidak ternilai saat momong cucu. Kesehatan dan emosi menjadi stabil dan pikiran pun lebih positif.

 

Lebih lanjut lagi, siapapun yang momong cucu akan menyebabkan sang kakek atau nenek tetap aktif dan mencegah penurunan fungsi kognitif. Momong cucu mampu memunculkan rasa puas dalam diri kakek nenek, di samping menghilangkan stress atau depresi akibta beban pekerjaan. Momong cucu pun jadi momen tidak ternilai untuk menjaga kehangatan keluarga dan memperkuat relasi positif antar anggota keluarga. Saking positifnya dampak momong cucu, maka tidak sedikit kakek atau nenek yang tetap terlibat mengasuh cucu hingga cucunya sekolah, dengan mengantar ke sekolah, mengajarkan membaca, bermain hingga tidur bersama cucunya. Semua aktivitas terkait cucu, pasti positif dan baik untuk tumbuh kembang sang cucu dan kakek-neneknya.

 

Jadi sudah saatnya, kakek atau nenek di mana pun untuk membiasakan momong cucu. Untuk menjaga kesehata fisik dan mental yang lebih positif. Agar terhindar dari penyakit atau pikiran yang buruk sehingga mengganggu kesehatan di hari tuanya. Karena saat momong cucu, seoarang kakek atau nenek pasti memiliki telinga yang benar-benar mendengarkan, lengan yang selalu memegang, cinta yang tidak pernah berakhir, dan hati yang selalu lapang. Itulah ketulusan seorang kakek atau nenek di hari tuanya, menjadi lebih tulus akibat terbiasa momong cucu.

 

Dan saat momong cucu, cukup kerjakan saja saat ada momen dan waktunya tiba. Tidak usah merasa menjadi kakek atau nenek yang ingin membentuk cucunya jadi begini atau begitu. Karena momong cucu adalah perbuatan untuk mengubah diri kakek atau nenek itu sendiri. Agar lebih baik di sisa usianya. Salam literasi #MomongCucu#TBMLenteraPustaka #KopiLentera

 

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler