x

keadaan kelas dalam pembelajaran, sumber website SMA Negeri 5 Mataram

Iklan

Iwan Kartiwa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2021

Kamis, 13 Juni 2024 12:29 WIB

Taman Surga di Sekolah

Namun, taman surga di dunia merupakan makna konotatif, tidak sebenarnya atau perumpamaan. Rasulullah Muhammad SAW menyamakan majelis ilmu atau majelis zikir di dunia sebagai taman surga.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh: Iwan Kartiwa, Praktisi Pendidikan

Dalam perspektif Islam taman surga dapat bermakna denotatif ((sebenarnya) dan konotatif (makna tidak sebenarnya atau tambahan). Secara denotatiif surga itu adalah tempat keabdian yang didalamnya ada kenikmatan yang kekal nan sempurna. Surga berada di alam akhirat yang tidak ada di dalamnya kekurangan sama sekali.

Alam akhirat merupakan tempat dimana surga dan neraka berada, dan pasti akan dijumpai setelah terjadi peristiwa kiamat. Demikian pula halnya dengan taman surga, merupakan tempat yang indah, dan terletak di dalam keindahan surga itu sendiri. Tentunya taman surga pun tidak bisa kita jumpai sebelum proses hari akhir berlaku.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun, taman surga di dunia merupakan makna konotatif, tidak sebenarnya atau perumpamaan. Rasulullah Muhammad SAW menyamakan majelis ilmu atau majelis zikir di dunia dengan taman surga. Bahkan beliau juga menggambarkan kondisi taman surga di dunia dengan ungkapan “Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya.”

Dalam sebuah Riwayat, suatu hari, Anas bin Malik mendengar Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah! Maksudnya, silakan menikmati dan bersenang-senang di dalamnya. Para sahabat penasaran, apa yang dimaksud dengan taman surga dan singgah di dalamnya. Dalam hal ini ada tiga yang disebut sebagai taman surga. Masjid, majelis zikir dan majelis ilmu. Dengan singgah di masjid untuk berzikir, belajar ilmu, nilanya seperti berada di taman surga.

Menurut, pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, sebagaimana dipubilkasikan dalam Jawa Pos Radar Jombang, edisi Rabu 12 Juni 2024, dijelaskan bahwa keutamaan masjid, majelis zikir dan majelis ilmu itu sangat besar. Sebagaimana sabda Rasulullah; Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah Ta’ala (masjid), sembari membaca Kitab Allah, saling mengkaji di antara mereka, melainkan turun ketenangan pada mereka, rahmat menyelimuti mereka, malaikat mengerumuni mereka dan mereka akan disebut Allah pada makhluk di sisi-Nya.

Dalam penjelasan selanjutnya disebutkan bahwa “Orang yang berada di masjid, majelis zikir maupun majelis ilmu, juga akan didoakan oleh makhluk Allah SWT di langit dan di bumi. Mereka memintakan ampun untuk orang yang berada di majelis ini. Bahkan, ikan-ikan di lautan pun berdoa untuk kebaikan orang yang berada dalam majelis tersebut," imbuhnya. Siapa saja yang ingin ke taman surga saat berada di dunia, kunjungilah masjid, majelis zikir dan majelis ilmu. Silakan bersenang-senang di dalamnya, menikmati hubungan yang sangat dekat dengan Allah Ta’ala. "Sebuah taman pastilah indah. Majelis zikir, majelis ilmu, pastilah menghadirkan nilai-nilai Islam yang sejuk, indah, damai, memesona dan memikat orang sekitarnya," tambahnya.

Pertanyaannya, apakah tidak terlintas dibenak kita bahwa di sekolah pun sebenarnya ada taman surga sebagaimana disinggung Baginda Nabi Muhammad SAW. Yaitu suatu tempat dimana pun berada yang didalamnya ada masjid, ada majelis zikir dan majelis ilmu, maka tempat itupun tidak lain adalah taman surga di dunia.

Oleh sebab itu menjadi sangat penting bagi kita praktisi pendidikan yang Sebagian waktunya berada di sekolah menjadikan sekolah sebagai taman surga bagi semua warganya. Adapun caranya tentu dengan lebih peduli, memakmurkan dan menghidupkan ketiga hal tadi yaitu masjid, majelis zikir dan majelis ilmunya.

Pertama, masjid. Di setiap sekolah dipastikan ada masjid. Maka berusahalah agar masjid sekolah selalu penuh dan ramai dengan aktivitas keagamaan semua warga sekolah khususnya para peserta didik. Berikan keleluasaan waktu yang tertib dan teratur dimana peserta didik dapat betah dan berlama-lama di masjid dengan rangkaian kegiatan yang baik dan positif.

Kedua, majelis zikir. Warga sekolah sering dan terbiasa mengisi waktunya dengan lebih banyak berzikir mengingat kebesaran Allah SWT. Zikir adalah praktik mengingat dan memuji Allah SWT secara terus-menerus dalam hati atau dengan suara. Zikir dapat dilakukan dengan berbagai macam doa atau kalimat-kalimat tertentu yang mengandung pujian atau permohonan kepada Allah SWT, seperti "Subhanallah" (Maha Suci Allah), "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah), atau "La ilaha illallah" (Tiada Tuhan selain Allah). Zikir juga dapat dilakukan secara berjamaah atau sendirian, dan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Ketiga, majelis ilmu. Adalah tempat dimana orang mau duduk dan mendengarkan dengan seksama para ulama mengajarkan ilmu. Ketika itu terjadi maka niscaya akan memperoleh kunci meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu sekolah dapat mengkondisikan dengan lebih banyak mengundang para ustad dan ulama datang ke sekolah dan mengajarkan ilmu agama kepada warga sekolah.

Apabila kita bersama telah melakukannya dengan penuh ketulusan dan kesungguhan, maka sejatinya kita sedang berada di taman surga dunia. Sebagai ganjaran atau pahalanya Allah Ta’ala akan memberikan segala kebaikan bagi yang melaksanakannya. Setidaknya dalam sebuah penjelasan, akan ada empat kebaikan yang diperoleh yakni akan mendatangkan ketenangan hati, mendapatkan rahmat Allah, berkumpul bersama para malaikat Allah, dan memperoleh kehormatan dari Allah sebagai tamu Taman Surga di hadapan para malaikat-Nya. Semoga.

Wallahu A'lam Bishawab (والله أعلمُ بالـصـواب); artinya hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Ikuti tulisan menarik Iwan Kartiwa lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler