x

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Ive Mendesain, Orang Menginginkan Produknya

Dengan desainnya yang khas, Jonathan Ive--desainer Apple--mentransformasikan citra komputer yang dingin, kaku, dan rumit menjadi akrab, sederhana, dan mudah dipakai.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Majalah Macworld pernah menampilkan hasil jajak pendapat yang menyebutkan bergabungnya Jonathan Ive dengan Apple, perusahaan yang didirikan oleh mendiang Stve Jobs, pada 1992 sebagai peristiwa paling penting keenam dalam sejarah Apple Inc. Ive mencatatkan lebih dari 300 paten desain atas namanya.

Desain iMac menjadi tanggungjawab Ive. Tatkala diluncurkan, banyak orang yang tercengang melihat iMac. Layarnya yang ramping dengan ukuran 15 inci bertumpu pada dudukan berbentuk seperti kubah, keduanya dihubungkan dengan leher krom. Modelnya: bunga matahari. Steve Jobs menyebutnya “saripati kesejukan komputasional”. Bagi orang lain, iMac awal menyerupai lampu meja.

Ive menciptakan desain bukan semata-mata untuk desain. Menurutnya, setiap desain yang ia buat memiliki fondasi yang bersifat praktis. Untuk iMac, ia menemukan bahwa hanya bentuk kubah sebagai dasar yang bisa menjamin bahwa layar komputer dapat berputar 360 derajat. Dengan desainnya yang khas, Ive mentransformasikan citra komputer yang dingin, kaku, dan rumit menjadi akrab, sederhana, dan mudah dipakai.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Desain produknya tidak sama dengan barang lama yang dikemas-ulang agar terlihat baru, namun produk itu memang benar-benar baru. Desainnya mungkin belum terbayangkan oleh kita satu-dua tahun sebelumnya, karena melampaui kendala-kendala teknis dan estetis.

Tak heran bila Ive memperoleh penghargaan RSA dan menjadi salah satu dari 200 anggota saja Faculty of Royal Designers for Industry. Ia memperoleh penghargaan itu, kata para juri, sebab desain-desainnya membuat komputer lebih mudah diakses. “Ketika Anda melihat desain produk yang dibuat Ive, Anda akan merasa saya ingin menggunakannya,” kata juri. Dua kali pula ia mendapat julukan Designer of the Year oleh Museum Desain terkemuka di London.

iMac yang transparan, serta iPod, iBook, G4 Cube dan Titanium PowerBook adalah ikon-ikon desain ciptaan Ive. Semua produk itu mengingatkan kita pada kekuatan desain yang elegan dan emosional. Ia bergaji lebih dari jutaan dolar setahun, namun ia lebih suka mengenakan T-shirt warna hitam dan celana jeans untuk bekerja. Hanya arlojinya, yang dirancang oleh desainer Australia yang juga temannya Mark Newsome, serta mobil Aston Martin coupé yang sering disebut oleh jurnalis sebagai pertanda keberhasilannya, walau ia tidak menyukai tafsiran itu.

Bagaimana Ive memilih komputer ketika banyak desainer lebih suka merancang mobil dan busana? Dalam wawancaranya yang jarang dengan majalah Face, ia menjawab: “Tidak ada produk lain yang mengubah fungsi seperti komputer. iMac dapat menjadi gramopon otomatis, alat untuk menyunting video, cara mengorganisasi foto. Anda bisa mendesain di situ, menulis juga di situ.,” kata Ive, “Karena apa yang bisa dikerjakan komputer begitu baru, begitu bisa berubah, ini memungkinkan kami menggunakan material baru untuk menciptakan bentuk. Kemungkinannya tak terbatas. Saya menyukainya.”

“Dengan teknologi, fungsi menjadi jauh lebih abstrak bagi pemakai,” kata Ive beberapa tahun silam seperti dikutip Fast Company. “Jadi, makna suatu produk hampir sepenuhnya didefinisikan oleh desainer.” Ive mendefinisikan prinsip-prinsip desainnya sebagai “simplicity, accessibility, honesty, and enjoyment” (kesederhanaan, kemudahan untuk diakses, kejujuran, dan kesenangan).

Kawan-kawannya mengatakan, akar keberhasilan Ive terletak pada cara berpikir lateral -nya, menemukan daya tarik sejati dari suatu obyek dengan seringkali mengabaikan pendekatan tradisional pada desain. Inspirasi datang hampir dari mana saja. Gagasan tentang iMac warna permen berasal dari permen karet yang jatuh. Wadah komputer iBooks yang tembus pandangan mata, inspirasinya datang dari makanan yang terlihat dalam bungkus transparan. iPod mirip bungkus rokok bagi mereka yang mencandu musik sebagai ganti tembakau.

Di saat sekarang, Apple merepresentasikan perkawinan yang paling berhasil antara bisnis dan desain. Dan Ive, dengan bantuan Jobs, telah membawa Apple menjadi global trendsetter.

Apa rahasia sukses Ive? Menurut Ronald Brunner, orang yang digantikan Ive sebagai chief designer di Apple, ada tiga kunci keberhasilan Ive. Pertama, kesempurnaan desainnya, seperti ditunjukkan pada smartphone layar sentuh yang pertama, MP3 player, laptop titanium, telah menjadi benchmark bagi perusahaan di semua industri.

Kunci kedua, pemahaman Ive mengenai hubungan timbal balik antara desain dan manufakturing. Yang ketiga, Ive didukung oleh manajemen puncak, sesuatu yang bagi desainer lain di banyak perusahaan masih harus diperjuangkan. “Anda membutuhkan CEO yang mengerti hal ini,” kata Brunner. “Sesuatu seperti iPod adalah peleburan antara desain dan pengalaman pengguna serta pemasaran dan budaya pop, dan Anda tak bisa mencapai hal itu tanpa koordinasi di seluruh perusahaan.”

Ive betah bekerja di Apple barangkali karena satu alasan utama, yakni bahwa “Apple dilahirkan untuk berinovasi.” (Foto: Jonathan Ive dan Steve Jobs) ***

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu