x

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Mencari Inspirasi Agar Kreatif

Banyak sumber inspirasi yang dapat membantu kita agar lebih kreatif.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

“Kreativitas membutuhkan keberanian untuk lepas dari kepastian-kepastian.”
--Erich Fromm

 

Alkisah, pelukis mashur Pablo Picasso berjalan-jalan melewati pasar ketika seorang ibu menghentikan langkahnya. Si ibu mengeluarkan kertas lalu menyodorkannya kepada Picasso. “Tuan Picasso, saya penggemar karya Anda. Tolong, bersediakah Anda membuat gambar kecil untuk saya?” kata si Ibu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Picasso tersenyum, lalu dengan cepat menggambar. Picasso kemudian menyerahkan kertas bergambar itu kepada si Ibu sembari berkata: “Itu harganya bisa mencapai 1 juta dolar.”

“Tapi, tuan Picasso,” kata si Ibu. “Untuk membuat gambar kecil ini, Anda kan hanya memerlukan 30 detik.” “Ibu yang baik,” jawab Picasso tak kalah tangkas.”Saya memerlukan waktu 30 tahun supaya bisa menggambar ini dalam 30 detik.”

Kisah itu beredar di mana-mana, walaupun kebenarannya belum dapat dipastikan. Namun, yang penting adalah pesan yang tersampaikan lewat kisah itu, bahwa ‘apa yang terlihat’ (dapat disebut produk) adalah ‘buah kerja dan latihan keras bertahun-tahun’. Bertahun-tahun Picasso melakukan eksperimen hingga akhirnya menemukan gayanya yang dikenal sebagai kubisme.

Tentang proses kreatif, mendiang penyanyi Michael Jackson pernah berujar bahwa banyak orang hanya melihat hasil akhir dari suatu pekerjaan. “Mereka tidak pernah melihat sisi pekerjaan yang kamu lewati untuk membuahkan hasil itu,” kata Michael. Penampilan Michael yang begitu memukau, baik suara maupun gerak, dalam satu pertunjukan pendek adalah hasil kerja berjam-jam setiap hari. Seperti halnya penari yang melenggak-lenggok di panggung hanya dalam 15 menit, padahal ini hasil latihan berpuluh jam—orang hanya menyaksikan pentasnya dan tidak melihat latihannya.

Para kreator sering berbagi pengalaman perihal betapa proses itu lebih penting daripada produk. Setiap hari, mereka menantang diri untuk dapat berkreasi. Mereka berusaha menembus batas-batas kemungkinan dalam berkreasi. Mereka tidak puas berhenti pada kelaziman dan berusaha mendorong diri menemukan tantangan baru. Caranya ialah dengan melatih diri setiap hari.

Bagi kita yang merasa ‘kurang kreatif’, para kreator kerap menyarankan agar kita mencoba sesuatu yang berbeda sama sekali dengan apa yang kita tekuni selama ini. Bila kita terbiasa bekerja sepanjang pekan, cobalah meluangkan sehari untuk berlatih melukis, menari, atau bermain musik. Suasana baru seperti ini berpotensi memantik benak kita untuk melahirkan gagasan baru yang segar. Sebaliknya, rutinitas yang terus-menerus dapat mematikan spirit kreatif kita. Macet. Mandeg.

Selalu membuka mata ke dunia sekeliling bisa berdampak positif dalam menstimulasi spirit kreatif kita. Salah satu caranya: amati sosok yang menurut kamu paling kreatif di tempat kerja dan perhatikan bagaimana orang tersebut bekerja. Cermati proses-proses yang berlangsung di balik lahirnya gagasan hebat. Bahkan, kita tidak perlu merasa malu untuk bertanya: “Mengapa Anda melakukan ini dan tidak melakukan itu?”

Orang-orang kreatif terbiasa mempertanyakan segala sesuatu yang sudah baku, mapan, yang berlaku demikian lama: apakah itu kelaziman, konvensi, peraturan, gaya, pakem, dan macam-macam lainnya. Tentu saja dibutuhkan keberanian untuk mempertanyakan hal itu. Untuk jadi kreatif pada dasarnya memang diperlukan keberanian, dan keberanian yang paling awal adalah mempertanyakan yang sudah baku.

Ketika almarhum Slamet Gundono menciptakan wayang suket (wayang dari rumput), ia sebenarnya telah menyimpang dari kelaziman wayang kulit dan wayang golek (kayu). Dibutuhkan tekad dan keberanian untuk menciptakan wayang jenis baru. Dalang Gundono sanggup menjawab banyak keraguan: “Wayang kok terbuat dari rumput!”

Kisah hidup Gundono maupun orang-orang kreatif lainnya (biografi B.J. Habibie, Chairul Tanjung, ataupun Teguh Karya) bisa menjadi sumber inspirasi dan sekaligus memotivasi jika kita ragu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Biografi orang hebat niscaya mengilhami—jika biografi ini jujur, kita dapat belajar banyak perihal semangat, passion, ide-ide, cara kerja, bahkan mungkin cara mengatasi keletihan.

Fiksi juga bisa menjadi sumber inspirasi yang luar biasa, terutama fiksi yang memprovokasi pikiran, mengusik apa yang kita yakini sekarang. Karakter-karakter dalam fiksi mungkin juga bisa mengilhami kita: “Bagaimana jika saya mencoba gagasan dia?” Apa yang dilakukan karakter-karakter fiktif itu bisa memantik spirit kreatif kita agar bekerja: imajinasi, motivasi, proses, hingga hasil.

Ada banyak cara mengail ilham agar kita terdorong melakukan aktivitas kreatif. Yang terpenting, begitu nasihat para kreator hebat, “Yakinlah bahwa kamu bisa kreatif.” (foto: Alm Slamet Gundono dan wayang suket/tempo) ***

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu