Prospektif Partai dalam esensi kekuasaan Pilkada

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pertarungan memperebutkan kursi nomor 1 PAN Sultra diprediksi akan menjagokan kembali Nur Alam sebagai Ketua PAN Sultra

Sultra – Pasca Nur Alam berhasil memimpin dan membawa partai berlambang matahari ini membangun wilayah Sulawesi Tenggara, kini Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sultra sedang menggodok formasi baru untuk memilih pemimpinnya.

Muswil yang dihadiri oleh  Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh dan sejumlah pengurus DPP beserta DPW Pan Sultra berlangsung khidmat pada Kamis (18/2/16) di Grand Hotel Clarion Kendari. Silam.

Pertarungan memperebutkan kursi nomor 1 PAN Sultra ini diprediksi akan menjagokan kembali Nur Alam sebagai Ketua PAN Sultra melihat 5 tim formatur yang ditetapkan oleh DPP PAN, 4 diantaranya pemilik suara pendukung Ketua DPW 3 periode, Nur Alam.

4 berbanding 1, Asrun, walikota Kendari yang turut mencalonkan diri sebagai Ketua DPW PAN Sultra akan menghadapi 4 tim lainnya dalam perebutan kursi kepemimpinan PAN Provinsi, sebuah tantangan yang berat pasalnya dari komposisi yang ada hampir dipastikan Nur Alam akan kembali memimpin untuk yang keempat kalinya.

Namun, menurut Abubakar Nur Bakris, Pengamat Politik dan aktivis penggiat anti korupsi ini mengatakan Politik itu the last minute. Semua bisa terjadi. Mereka yang tidak diunggulkan bisa maju dan bisa juga tidak.

“semua tergantung kebijakan pemimpin sebelumnya, apakah akan terus memimpin atau memberi kesempatan kepada kader terbaik lainnya untuk menakhodai PAN. Jika PAN ingin besar seharusnya tidak stagnan disatu pimpinan, seperti partai lain yang tidak mau mengganti pimpinannya jika belum uzur,” tukas Abubakar di kantornya, Wisma Nugraha lantai 4. Jl. Raden Saleh Jakarta Pusat. Minggu (22/2/16).

Abubakar memandang fenomena partai sekarang ini sama, mereka tidak berani keluar dari zona nyaman saat figur pemimpin mereka sudah dianggap bisa dan mampu membesarkan dan membawa partainya kearah yang baik, padahal diluar itu, esensi sebuah organisasi atau partai haruslah berlandaskan pola karakteristik kepemimpinan dan kreatifitas baru yang mumpuni.

“saya pikir itu kewenangan PAN, mereka tahu mana yang terbaik untuk perkembangan partainya, mengingat sampai saat ini, stabilitas partai mereka tetap solid terjaga,” terangnya.

Namun, sela Nurbakris. DPP Pan harus juga mempertimbangkan calon Ketua DPW nya yang baru dan memiliki prospektif dalam memimpin. Jika dilihat PAN memang akan berspekulasi jika mencalonkan kandidat baru, tetapi sisi lain yang harus diingat, mereka yang memiliki potensi dalam pemilihan Gubernur sangat tepat untuk memimpin karena kekuasaan menentukan, katanya.

“besar kecilnya sebuah partai berlandaskan kekuasaan yang dipimpinnya, sosok kader yang baik untuk memimpin, ialah mereka yang memiliki kans untuk pencalonan Gubernur nanti, karena kekuasaan Gubernur bisa menentukan perkembangan dan perspektif partai dimasa mendatang,” terangnya.

Dari sisi lain, Nur Bakris melihat PAN harus piawai menseleksi kadernya jika tidak ingin tersandung ditengah jalan, semua kandidat, baik Walikota, Bupati, Gubernur,semua yang sudah mengisi ruang kepemimpinan harus dilihat track recordnya, terkait kepemimpinannya selama menjabat. Mulai dari program kerja pembangunan hingga kasus korupsi, apakah mereka terkait atau tidak.

“Jika pemimpin yang dipilih pernah dan sedang terkait skandal korupsi, PAN hanya akan berjalan landai seperti partai lainnya, tentunya etika sangsi sosial dimata masyarakat akan tercoreng dan tingkat kepercayaan warga terhadap partai tersebut akan berkurang.” Katanya.

Sebagai pengamat politik, Abubakar Nurbakris mengatakan semua kebijakan ada ditingkat wilayah dan DPP biasanya mengamini setelah melalui tahapan seleksi. Jadi PAN pasti bisa menentukan sosok pemimpin yang baru untuk setiap DPW Wilayah yang ada.

“Sosok Zulkifli Hasan sangat idealis, sebagai Ketua Umum PAN, beliau mampu melihat dan menseleksi mana kader terbaiknya. Apalagi sekarang ini menjabat ketua MPR. Kesalahan sedikit atas kadernya tentu akan berimbas pada partai dan reputasinya. Tidak mungkin menjagokan kadernya yang tersangkut kasus, “tegas Abubakar Nur Bakris.

Diketahui sampai saat ini koordinator Wilayah (Korwil-red) DPP PAN untuk Sultra, Yandri mengatakan lima orang tersebut diberikan waktu 1 bulan untuk musyawarah mufakat untuk menentukan 1 orang yang akan menjadi Ketua PAN Sultra.

“sebenarnya ada 1 suara dari DPP, namun itu diberikan kepada 5 anggota formatur. Sesuai aturan partai paling lama 1 bulan untuk melakukan musyawarah mufakat menentukan Ketua PAN Sultra,” tukasnya, usai Muswil PAN Sultra. (red/ist) Foto (ist-klikbontang.com)

Bagikan Artikel Ini
img-content
andre HI

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua