x

Iklan

indri permatasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Talvar: Liku dan Laku Para Pencari Keadilan

Film yang diangkat dari kisah nyata tentang pembunuhan ganda, seorang anak perempuan dan pembantunya dengan banyak kejanggalan di dalam penyelesaiannya

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

Menonton film india bukan merupakan prioritas saya. Namun sebagai mahluk bernama manusia yang membutuhkan variasi dalam hidupnya agar tak mati kebosanan, maka sesekali menyempal dari pakem menjadi tantangan yang perlu dilakukan. Saya hanya melihat genre filmnya yang kombinasi misteri, thriller, drama ketika memutuskan nonton TALVAR (2015), saya pun menghindari membaca review untuk mendapatkan surprise.

Kejutan baik pun saya terima saat melihat film berdurasi 132 menit ini. Jenuh dan fast forward yang saya bayangkan sebelumnya ternyata tidak perlu terjadi, adegan hujan-hujanan sambil nari, nangis dan nyanyi pun tidak saya temukan sama sekali. Film garapan sutradara Meghna Gulzar mampu membuat saya mendapat pencerahan tentang sisi lain film india. Yach, film india ternyata tidak selalu mainstream seperti yang ada dalam batin saya. Ndak bener kan kalau kita hobinya menghakimi sesuatu tanpa pernah membuktikannya sendiri, ehem.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

***

Cerita diangkat dari kisah nyata yang terjadi tahun 2008 silam, ketika terjadi kasus pembunuhan ganda dengan korban seorang gadis berusia 14 tahun bernama Shruti dan pembantunya Khempal di sebuah rumah yang dilakukan dengan sadis dan meninggalkan korban dengan luka nyaris seperti disembelih.

Peristiwa pembunuhan misterius itu menggemparkan seluruh India dan menjadi konsumsi masyarakat luas yang sangat penasaran untuk mengetahui pelaku keji tersebut. Apalagi didukung dengan rasa kepo yang kelewat maksimal terutama dari pelaku media yang terus menyorot peristiwa ini secara besar-besaran. Polemik  berkepanjangan  dengan segala kegaduhan yang tercipta dari peristiwa ini berakhir ketika pengadilan memutuskan bahwa orang tua Shruti lah yang harus bertanggung jawab terhadap kedua pembunuhan ini.

***

Namun keputusan itu meragukan banyak pihak dan oleh karenanya, maka kasus itu diambil alih ke Biro Investigasi khusus yang dipimpin detektif Ashwin Kumar (Irrfan Khan). Dari sini banyak hal dan bukti yang janggal dari investigasi yang sudah dilakukan pihak kepolisian sebelumnya. Lokasi TKP yang telah terkontaminasi memaksa tim ini bekerja lebih keras, hingga kemudian usaha mereka mendapatkan  bukti yang meyakinkan dan semuanya mengarah ke tersangka lain yaitu Kanhaiya , teman Khempal. Namun ternyata semua hal itu tidak bisa dibuktikan di pengadilan karena saksi kunci yang akan memberikan keterangan terkait pembunuhan tidak pernah mendapat kesempatan dan waktu tenggang yang diberikan oleh Tim khusus itu pun usai.

Bagaimanakah akhir dari film ini, akankah pelaku kejahatan yang sebenarnya mendapatkan hukuman atas segala perbuatannya, boleh disimak sendiri dengan nonton film ini kalau pas ada waktu.

***

Cerita criminal dan misteri pembunuhan memang selalu menarik bagi saya. Penyelidikan ala-ala CSI dari olah TKP, uji forensic, pemeriksaan saksi, menghimpun analisa, menguji teori-teori kriminalitas digambarkan dengan baik di film ini. Adegan-adegan diterjemahkan dengan rapi dan konsisten. Penggambaran investigasi awal yang amburadul oleh aparat kepolisian membuat penonton gemas dan gregetan dan pingin nyubitin sutradaranya.

Pemilihan alur flash back disajikan dengan meyakinkan, seolah-olah semua teori-teori yang dipilih memang benar-benar terjadi tergantung dari sudut pandang pemilik teori. Departemen akting juga maksimal dengan akting yang natural dan penokohan yang kuat. Saya yang baru melihat akting Irrfan Khan terpesona dengan karakter yang diperankannya. Peran yang complicated dengan keseriusan dan sedikit humor dan masalah rumah tangga membuat detektif Khumar menjadi tokoh utama yang mudah dicintai penonton.

***

Kasus pembunuhan misterius ini memang tidak sesederhana seperti yang dilihat. Perkara ini tidak hanya mengenai orang yang mati dibunuh dan mencari pelaku pembunuhannya. Perkara ini lebih besar dari itu karena sudah menyangkut kehormatan para kepolisian dengan taruhan jabatan, kekuasaan dan kepercayaan masyarakat .

Talvar secara harfiah artinya adalah guilty atau bersalah. Siapa yang bersalah pada kasus ini mungkin hanya Tuhan dan pelaku pembunuhan itu sendiri yang tahu, benarkah para penegak hukum sudah memberikan punishment kepada orang yang tepat, orang yang benar-benar bersalah, ataukah memang Themis, sang Dewi Keadilan tidak benar-benar menutup mata saat hukum ditegakkan, akankah dia menghunjamkan pedangnya ke pihak yang tidak bersalah dan timbangan yang dibawanya tidak pernah benar-benar tidak berat sebelah?

Sepanjang kehidupan masih berjalan, keadilan  akan selalu dicari. Namun mengutip lirik lagu milik Iwan Fals, Jangan bicara tentang keadilan, karena keadilan bukan untuk diperdebatkan.

Ehh sebentar.. itu tapi kan hanya ada di lagu ya, kalau kenyataannya sih, keadilan di tempat kita sepertinya sudah ditegakkan setegak-tegaknya (walau dalam mimpi).

gambar : www.imdb.com 

 

Ikuti tulisan menarik indri permatasari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu

Terkini

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu