Semangat itu Harus Terus Bergelora

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seorang community organizer pekerja rumah tangga di Malang berbagi kisahnye

Semangat Mba Ulifah dari Malang

 

PRT, pembantu rumah tangga, asisten rumah tangga. (Lebih) sering disebut pembantu adalah orang yang bekerja di dalam lingkup rumah tangga majikannya.Istilah ini saya temukan saat mencari istilah PRT di internet. PRT bekerja untuk mengurus pekerjaan rumah tangga seperti memasak serta menghidangkan makanan, mencuci, membersihkan rumah, dan mengasuh anak-anak. merawat orang lanjut usia yang mengalami keterbatasan fisik, tukang kebun dan sopir. Tapi istilah pembantu saat ini sedang terus kami upayakan untuk menjadi Pekerja….Pekerja……ya, PRT adalah Pekerja.

 Secara sosial, PRT (Pekerja Rumah Tangga) tidak dianggap sebagai sebuah profesi, padahal pekerjaan tersebut juga tidak bisa diaggap sepele.  Disamping pekerjaan yang dilakukan membutuhkan tenaga ekstra, ada beberapa pekerjaan yang beresiko terhadap keselamatan PRT.  Mereka juga membutuhkan ketrampilan yang terkait dengan profesinya agar pekerjaan yang dilakukan bisa maksimal, efektif dan efisien.

Terkait dengan hal tersebut diatas, LPKP bekerjasama dengan ILO dan JARAK menyelenggarakan Sekolah PRT yang ditujukan kepada PRT di kota Malang yang dilaksanakan dengan menggunakan dua model yaitu Sekolah PRT yang terpusat di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Malang dan Sekolah PRT Komunitas.  Khusus sekolah komunitas, kegiatan belajar dilaksanakan di rumah kelompok PRT dan melakukan praktek di SMK Tumapel Malang.

Sekolah PRT Komunitas ini dilakukan di luar jam kerja PRT, yang biasanya diselengarakan di hari Jumat malam atau Sabtu malam, sedangkan prakteknya dilakukan pada hari Minggu. Materi yang diberikan juga beragam, ada  cooking, housekeeping dan laundry. Materi yang diajarkan merupakan materi yang akan mendukung tugas-tugas PRT selama ini.

Sekolah PRT ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi peserta, yang selama ini tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai bidang pekerjaan kerumahtanggan. Saat melakukan pendampingan, beberapa PRT mengatakan bahwa sekolah PRT sangat menyenangkan dan berguna bagi mereka. Disamping berkumpul sesama teman senasib seperjuangan yang bisa diajak curhat dan bertukar pikiran, mereka juga mendapatkan ilmu yang sangat menunjang profesinya sebagai PRT sehingga majikan sangat mendukung PRT untuk mengikuti sekolah PRT.  Sedangkan Bu Riami, seorang PRT dari Balearjosari setelah mengikuti sekolah PRT sering mendapat pujian dari majikan karena pekerjaan yang dilakukan semakin baik hasilnya. Sedangkan salah satu PRT yang mengikuti sekolah PRT di SKB, Bu Nanik (50 tahun) mengatakan bahwa sekarang dia punya keberanian untuk mengkomunikasikan hak-hak dia sebagai PRT di awal dia kerja, termasuk upah, jam istirahat dan cuti di saat kerja dengan menggunakan perjanjian kerja untuk mengantisipasi permasalahan di belakang hari.

Sekolah PRT  digagas untuk membekali ketrampilan dan mengarahkan keahlian PRT di bidang memasak untuk keluarga (family cooking) dan penatalaksana rumah tangga (housekeeping). Keyakinan yang mendorong ide sekolah PRT ini adalah, seiring meningkatnya kapasitas diri peserta akan membawa perubahan yang signifikan di masa yang akan datang. Mereka terlatih, dibekali pengetahuan yang cukup untuk mampu bekerja di bidang kerumahtanggan ini. Dengan keahlian yang dimilikinya, diharapkan para PRT dapat nilai tawar mereka sebagai pekerja profesional di bidangnya,

Para instruktur dan pendamping (community organizer/ CO), maupun lembaga tempat mereka belajar mengkombinasikan pengetahuan dasar bekerja dan membentuk karakter PRT dengan nilai-nilai kerja, mendorong “profesionalisme PRT”. Peserta sekolah PRT dididik menjadi manusia yang mandiri, siap berkompetisi dengan peluang kerja. Dengan ketrampilan di bidang cooking mereka bisa membuat jenis aneka masakan dan minuman yang sebelumya tidak mereka kuasai, termasuk cara penyajian yang menarik, Sedangkan materi laundry yang selama ini menjadi bagian dari pekerjaan mereka sehari-hari menjadi suatu yang menyenangkan juga bagi mereka, karena ternyata cara mencuci dan menyetrikan pakaian dan lena selama ini yang dilakukan belum sepenuhnya benar. Dengan mengikuti teori dan praktek mereka bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Materi housekeeping (kebersihan ruang tamu, toilet,dan kamar mandi) memberikan pengalaman dalam menggunakan alat kebersihan rumah tangga misal: mesin penyedot debu, peralatan membersihkan kaca, peralatan membersihkan kamar mandi dan merapikan tempat tidur yang baik dan benar a’la hotel. Pokoknya, belajar di Seklah PRT itu sangat bermanfaat.  

Mendampingi PRT itu unik. Bertemu dengan beragam karakter dan situasi. Perlu waktu dan usaha untuk memperkenalkan Kerja Layak untuk PRT sebagai “nilai baru” dalam bekerja. Bukan sekedar “mengabdi” seperti pada jaman yang lampau, tak berani menyampaikan pendapat karena dianggap tabu. Kini PRT juga punya Hak yang sama seperti saya, seperti pekerjaan lainnya. Hak dan Kewajiban juga melekat pada profesi Pekerja Rumah Tangga. Semoga pendampingan ini membuahkan hasil, mengangkat banyak orang untuk bersama-sama berjuang menjadikan PRT adalah Pekerjaan yang Layak. Demikian cerita pernak-pernik saya sebagai seorang CO dalam mendampingi para PRT di kota Malang. Semoga bisa terus menyemangati para PRT untuk terus belajar di Sekolah PRT.

 

(kisah Ibu Ulifah, seorang pendamping PRT di Malang yang sangat tertarik untuk terus menggerakkan para PRT untuk ikut belajar di Sekolah PRT)

*LPKP adalah LEMBAGA PENGKAJIAN KEMASYARAKATAN DAN PEMBANGUNAN, sebuah lembaga yang melakukan banyak kegiatan pemberdayaan

*CO adalah community organizer, pendamping di komunitas

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
JARAK STOP PEKERJA ANAK

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua