x

Ilustrasi wanita menghitung uang. shutterstock.com

Iklan

fintecher

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Inovasi Sistem Keamanan Aplikasi Keuangan Terkini

Para hacker juga tak mau ketinggalan. Mereka membuat aplikasi serupa, namun palsu (phishing).

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hacker itu ada di mana-mana. Ia kadang berada di suatu tempat yang sulit terdeteksi, tapi kadang pula ia ada di dekat kita tanpa kita sadari. Di era digitalisasi ini, hacker menjadi momok bagi lembaga atau perusahaan jasa keuangan.

Sampai-sampai, lembaga atau perusahaan jasa keuangan yang tidak pede dengan sistem keamann digitalnya lebih banyak diam atau merahasiakannya dengan dalih tak mau mengundang hacker untuk datang membobol.

Kalau tim IT di lembaga atau perusahaan jasa keuangan telah mengambil langkah untuk meminimalisir website phishing dengan memaksimalkan aplikasi, para hacker juga tak mau ketinggalan. Mereka membuat aplikasi serupa, namun palsu (phishing).  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pengguna android akan tertipu hanya dengan mengunduh aplikasi yang telah dimodifikasi sedemikian rupa persis dari store resmi seperti di Google Play Store. Nyatanya, Google Play cukup rentan. Siapa pun dapat dengan mudah memasukkan aplikasinya.

Semakin banyaknya aplikasi lembaga atau perusahaan jasa keuangan, semakin bertambah pula aplikasi para hacker.  Hacker memang menargetkan aplikasi keuangan. Alasannya jelas, jika si pembobol bisa mendapatkan data nasabah maka mereka akan bisa mengakses  akun, password, dan informasi penting lainnya. Selanjutnya, dengan mudah mereka akan mencuri uang.

Tak mengherankan, sejumlah lembaga atau perusahaan jasa keuangan membentengi aplikasinya dengan   sistem keamanan berlapis-lapis yang termodern seperti yang dilakukan IndoPremier di produk IPOTPAY.

Menarik bahwa inovasi sistem keamanannya ini dapat dikatakan selangkah lebih maju dari dunia perbankan.

Kalau di dunia perbankan dikenal sistem keamanan 2 Factor Authentication (2FA) yaitu level password dan level OTP, fintech teranyar yang bisa untuk bayar, beli dan transfer ini menyodorkan 3 Factor Authentication (3FA) atau three layer security yaitu level password, randomized numerical PIN dan OTP (One Time Password).

Kelebihan level password terdiri atas kombinasi (minimum) 8 digit angka, huruf dan spesial karakter. Level randomized numerical PIN adalah sistem pengacakan 10 digit nomor yang hanya bisa dipilih melalui klik atau layar sentuh hasil kreasi tim IT IndoPremier.

Lapis keamanan ini mampu mengantisipasi malware seperti key-logger. Sementara itu, level OTP sendiri berupa password acak dan unik.

Belum lagi, sebagai perusahaan jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), fintech platform ini diproteksi dengan sistem keamanan SSL 256 bit.

Dengan sistem keamanan lapis tiga di atas data pribadi nasabah aman dan terlindungi dari ancaman hacker yang mencoba membobol akun. Pengguna pun makin aman karena rekening di bank dibuat atas nama nasabah sendiri.

Inovasi dan update sistem keamanan seperti ini menjadi urgent karena hacker mengincar kebanyakan lembaga atau perusahaan jasa keuangan. Semakin banyak hacker berkeliaran, semakin intensif lembaga atau perusahaan jasa keuangan menciptakan inovasi sistem keamanan aplikasinya.

Ikuti tulisan menarik fintecher lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler