x

Iklan

Syarif Yunus

Pemerhati pendidikan dan pekerja sosial yang apa adanya
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Gerakan Satu Rumah Satu Pohon; Panas Karena Gak Cinta Bumi

Banyak orang merasa panas. Itu karena manusia zaman now sudah gak cinta bumi. Mulailah dengan gerakan 1 rumah 1 pohon

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mulailah dengan gerakan 1 rumah 1 pohon.

Zaman now, makin banyak orang kepanasan. Bisa jadi karena lingkungan dan cuaca panas. Atau karena otak dan suasana hati panas. Panas, seringkali jadi keluhan. Apalagi di lingkungan perumahan.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hawa panas, bumi panas. Itu bukan karena cuaca. Bukan karena musimnya tiba. Tapi sungguh, hanya karena manusia zaman now sudah tidak mencintai bumi. Terlalu sedikit orang yang mau berbuat baik kepada bumi. Mereka hanya memikirkan kebutuhannya sendiri. Itulah faktanya, maka panas gak bisa dihindari.

 

Berangkat dari kesadaran itu, warga Perumahan Puri Lakshita Tajurhalang Bojong Gede Bogor memulai langkah nyata melalui “Gerakan 1 Rumah 1 Pohon Buah”. Untuk apa? Sederhana saja jawabnya, untuk meringankan pekerjaan bumi. Karena warga Puri Lakshita sadar bahwa alam dan pepohonan adalah sumber hidup manusia.

 

Melalui Gerakan 1 Rumah 1 Pohon Buah.

Warga Puri Lakshita berharap bukan hanya lingkungan asri yang tercipta. Tapi juga pohon-pohon yang di tanam setiap rumah dapat menjadi ladang amal para pemilik rumah terhadap bumi dan alam. Agar gak panas dan penghuninya adem.

 

Zaman now, banyak orang yang punya rumah dan menjadikannya sebagai “hunian ideal”. Tapi sayang di saat yang sama, mereka yang ada di lingkungan perumahan itu gak mau berkontribusi agar jadi hunian ideal. Maka lain halnya dengan warga Puri Lakshita. Perumahan yang tergolong baru dan saat dihuni oleh sekitar 17% saja dari 90 unit rumah yang ada, mereka kompak dan komit untuk menjadikan Puri Lakshita sebagai hunian ideal.

 

Patut diingat, bagi siapapun, hunian ideal itu bukan tergantung pada developer atau pengembangnya. Bukan pula karena lokasinya semata. Tapi “hunian ideal” sesungguhnya terletak pada “cara pikir dan kreativitas” orang-orang yang ada di lingkungan perumahan tersebut. Artinya, segenap warga dan pemilik rumah harus mau ikut serta dan “memberdayakan diri” untuk membangun “hunian yang ideal”.

 

Ketahuilah, rumah sebagus apapun, jika lingkungannya tidak sehat, suasananya panas pasti tidak akan membuat penghuninya betah. Karena itu, carilah dan ciptakanlah lingkungan perumahan yang baik bagi tempat tinggal kita.

 

Maka di Perumahan Puri Lakshita, warganya memulai dengan gerakan 1 rumah 1 pohon buah.

 

Siapa sih yang tidak ingin hidup dalam lingkungan yang sehat lagi asri?

Tentu saja semua orang mengidamkan “hunian ideal” yang asri lagi nyaman. Lingkungan yang tiap rumah ditumbuhi pepohonan nan rindang. Bukan hanya sehat tapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

 

Apalagi di tengah “rutinitas kerja” dan “kepenatan kota yang kian stres”, lingkungan  dan hunian ideal menjadi makin penting dibangun oleh kita sendiri. Kita harus melibatkan warga terus-menerus, tanpa pernah lelah, untuk ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang nyaman dan harmoni. Memang siapa yang akan membangun lingkungan kita? Kalau bukan kita sendiri, kalau bukan warganya sendiri.

 

By the way, kamu mau tahu gak?

Kenapa sih ada orang gak betah di rumah? Jawabnya sederhana. Karena rumahnya tidak mampu menjadi “surga” untuk dirinya, untuk kelurganya. Apalagi di rumahnya sama sekali gak ada pepohonan. Maka ke depan, Perumahan Puri Lakshita akan terus berpikir untuk menjadikannya sebagai hunian ideal. Menjadi tempat tinggal dengan suasana “surga” bagi warganya, bagi penghuninya. Maka syaratnya sederhana. Kini dimulai dengan gerakan 1 rumah 1 pohon. Sehingga 3 atau 5 tahun mendatang, rasakanlah hasilnya…

 

Percayalah, lingkungan yang beradab hanya lahir dari orang-orang yang beradab baik. BUkan lahir dari orang-orang yang pengeluh dan banyak komplain.

 

Maka mulailah dengan menanam pohon di rumah kita. Agar bumi dan alam pun selalu cinta pada kita. Seperti gerakan 1 rumah 1 pohon buah yang diinisiasi warga Perumahan Puri Lakshita.

 

Sudahlah, zaman now memang zaman pilpres. Tapi ingat, gak usah berlama-lama “menanam” kebencian, dendam dan kemarahan apalagi cuma urusan politik. Gak ada gunanya lagi gak penting buat perumahan kita. Tanam saja pohon dan tetap jalin harmoni dan kekompakan. Itu sudah lebih dari cukup…

 

Mulailah menanam pohon sekarang. Di rumah kita, di lingkungan kita. Karena kata orang tua zaman old, gak ada buah yang manis dari bibit dan cara tanam yang gak bagus … ciamikk. #RumahkuSurgaku #PuriLakshita

Ikuti tulisan menarik Syarif Yunus lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu