Drama Mobil Esemka Penuh Tipuan - Analisa - www.indonesiana.id
x

yoyo tuna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Drama Mobil Esemka Penuh Tipuan

    Dibaca : 18.628 kali

    Calon Wakil Presiden dari pasangan Joko Widodo, Maaruf Amin berhasil menipu masyarakat atas pernyataannya kepada masyarakat mengenai keberadaan mobil Esemka yang akan diluncurkan pada bulan Oktober ini. Mengingat, bulan Oktober tinggal tujuh hari lagi.

    Namun hingga kini, mobil yang diklaim hasil tangan anak bangsa (Nasional) yang dirintis Jokowi tersebut belum kunjung diluncurkan. Tak sedikit menganggap statement Amin sebagai pencitraan atas pencapaian kinerja Jokowi selama menjabat sebagai Presiden periode 2014-2019.

    Esemka yang digadang sebagai calon mobil nasional disebut-sebut punya pabrik yang berlokasi di Jalan Mangu-Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Dan dikatakan, areanya cukup luas mencapai 15 Hektar. Dalam satu kesempatan, Esemka digadang-gadangkan pernah mejeng disalah satu event otomotif Internasional Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 dengan menggunakan merek atau brand Mahesa.

    Mahesa sendiri merupakan terjemahan dari proyek panjang Esemka yang dikenalkan Jokowi saat masih menjadi Wali Kota Solo.

    Salah satu pakar Otomotif Ridwan Hanif pun angkat bicara atas pernyataan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut karena  informasi keberadaan mobil belum didapatkannya. Biasanya, satu kendaraan bisa diproduksi  dan dirancang dari nol membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 tahun.

    “Pabrikkan harus ke prnya (publik relation), websitenya enggak ada,direkturnya enggak ada, sama seperti tipuan, kitapun mencari narasumber enggak tahu kemana,” ujar Hanif dilansir dari TribunJakarta, belum lama ini.

    Di tahun politik seperti sekarang ini, pernyataan seorang tokoh memang tidak bisa dipercaya, meski pun bertitelkan Ulama. Semua cara dihalalkan untuk memenangkan tim capres dan cawapres di Pemilihan Umum Presiden mendatang, termasuk berbohong.

    "Jangan membohongi rakyat mau membuat produksi nasional, tapi kenyataannya bukan. Juga jangan nanti itu produksinya dari luar negeri, cuma kita branding semua peralatan-peralatannya, onderdil dan sebagainya, suku cadangnya, itu dari luar tapi kita hanya merakit. Itu juga beda dengan produksi nasional," kata tim sukses sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dilansir dari Detik.com.

    Drama kebohongan untuk mendapatkan simpati masyarakat harus segera diakhiri oleh kubu Joko Widodo menjelang Pilpres 2019 ini. Mengingat, komponen lembaga Negara Independen dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum bersama tim kampanye masing-masing Capres dan Cawapres berkomitmen untuk tidak menggunakan politik hoax atau bohong demi mendapatkan suara di Pilpres mendatang.

    Apalagi, berstatus sebagai seorang Cendekiawan yang masih aktif bertindak sebagai tokoh Agama menyampaikan berita bohong kepada masyarakat untuk kepentingan satu kelompok saja.  

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.