Mahasiswi ini Rebut Medali Perak di Soft Tenis Championship - Analisa - www.indonesiana.id
x

Muhammad Khairur Rasyid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Mahasiswi ini Rebut Medali Perak di Soft Tenis Championship

    Dibaca : 228 kali

    Angelica Irena Lontoh mahasiswi Esa Unggul jurusan Fakultas Psikologi berhasil mendapatkan medali Perak di ajang Softtenis Internasional yakni The 4th Indonesia Soft Tennis Championship 2018 yang diselenggarakan di Denpasar Bali.

    Angelica merupakan satu-satunya Atlet tunggal Soft Tenis Indonesia yang masuk babak final melawan atlit Korea Selatan Jin Sua. Di Final Angelica harus mengakui keunggulan permainan dari Jin Sua dengan skor 2-4.

    Pada pertandingan sebelumnya, yakni perempat final, Jumat (30/11), Angelica sukses menepiskan perlawanan kompatriotnya, Runi Utama 4-1. Sedangkan di semifinal, pemain kelahiran Jakarta 17 Oktober 1997 ini kembali mengalahkan rekan senegara, Sharon Cornelia Watupongoh 4-2.

    “Ya, tentu saja senang bisa masuk final. Selangkah lagi bisa mewujudkan target meraih emas di turnamen ini,” tutur Angelica usai laga semi final.

    Dalam ajang ini Indonesia mendapatkan tiga perak dari tunggal putri (Angelica) serta beregu putra putri, lima perunggu dari tunggal putra (Risky Saputra), beregu putra dan putri serta ganda putri (Angelica/Sharon Watupongoh) dan ganda putra (Hemat Bhakti Anugrah/Fernando Daniel Sanger).

    Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (PP Pesti), Ferly Montolalu mengapresiasi dan bangga terhadap pencapaian yang didapatkan oleh Angelica, menurutnya Angelica merupakan atlet yang disiplin karena secara konsisten berlatih dan mengikuti sejumlah Kejuaraan baik dalam negeri maupun luar negeri.

    “kami bersyukur dengan hasil yang didapatkan oleh Angelica di turnamen ini. Dia memang bersiap lebih baik karena mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari Kejurnas di Manado, awal November hingga Kejuaraan Dunia Yunior di Korsel, pekan silam,” paparnya.

    Setelah turnamen internasional di Denpasar, Bali, PP Pesti memiliki agenda untuk melakukan seleksi pembentukan tim nasional Merah Putih yang akan berlaga di ajang multi event SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Selain mendapatkan medali Perak, Angelic juga menyabet gelar Juara 3 Ganda Putri dan Juara 3 Beregu Putri.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.083 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).