x

Iklan

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Babinsa Koramil 0815/03 Sooko Tangkal Serangan Hama Burung

Mojokerto, - Guna mengoptimalkan pencapaian hasil panen, Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Mojokerto terus mengintensifkan kegiatan pendampingan terhadap

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mojokerto, - Guna mengoptimalkan pencapaian hasil panen, Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Mojokerto terus mengintensifkan kegiatan pendampingan terhadap petani di wilayah binaan.  Kegiatan ini dilakukan guna mendukung tercapainya swasembada pangan yang diprogramkan pemerintah.

Seperti Babinsa Koramil 0815/03 Sooko Serda Agus Sugihartono yang melakukan pendampingan terhadap petani di Dusun Pendowo Desa Ngingasrembyong Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin, (31/12/2018).

Di areal persawahan seluas 0,5 hektar milik H. Riadi, anggota Poktan Tani Makmur, pendampingan yang dilakukan berupa membantu pemasangan alat tradisional “otok-otok” untuk mengusir hama burung.  Kegiatan ini dilakukan Babinsa bersama Ketua Kelompok Tani (Ka Poktan) Tani Makmur, H. Rajak.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Serda Agus Suhartono, dilakukannya pemasangan alat tradisional pengusir burung di areal persawahan yang ditanami jenis padi Ciherang tersebut, dengan tujuan untuk menghalau hama burung agar tidak menyerang tanaman padi yang sudah mulai berisi benih.

“Alat pengusir hama burung ini berbahan tampar kecil yang diisi rumbai-rumbai plastik dan kaleng bekas, dibentangkan di atas permukaan tanaman padi, ketika tertiup angin dengan sendirinya akan bergerak dan menimbulkan suara atau bunyi sehingga burung tidak berani mendekat,“ terang Babinsa.

Babinsa juga meminta pemilik lahan, H. Riadi, untuk terus merawat tanaman padi miliknya sampai dengan masa panen tiba sehingga hasilnya bisa maksimal.

Sementara Ka Poktan Tani Makmur, H. Rajak yang berada di lokasi mengungkapkan, tanaman padi di lahan H. Riadi kondisinya sudah mulai berisi benih dan dengan sendirinya akan mengundang burung sehingga perlu dilakukan pemasangan otok-otok di atas permukaan tanaman padi agar tidak dihinggapi burung.

Sebelumnya, kegiatan serupa ini dilakukan di lahan milik H. Syamsul, Poktan Tani Makmur, Dusun Pendowo Desa Ngingasrembyong. Pemasangan alat pengusir burung secara tradisional ini dilakukan petani dibantu Babinsa setempat Serda Agus Sugihartono.

Masih di wilayah Koramil Sooko, kegiatan pendampingan juga berlangsung di Dusun Besuk Desa Klinterejo. Di areal sawah seluas 0,5 hektar milik H. Abdul Majid, Poktan Suko Mulyo, yang sedang ditanami padi varietas Ciherang, kegiatan pendampingan dilakukan Peltu Jainul Arifin.

Ikuti tulisan menarik Anan Alkarawangi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 16 Februari 2024 14:31 WIB

Terkini

Semangat

Oleh: Malik Ibnu Zaman

7 jam lalu

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 16 Februari 2024 14:31 WIB