Jawa Barat Basis Demokrat dan Prabowo-Sandi - Analisa - www.indonesiana.id
x

yoyo tuna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Jawa Barat Basis Demokrat dan Prabowo-Sandi

    Dibaca : 130 kali

    Prabowo sama seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sama-sama mantan perwira Siliwangi. Memiliki doktrin kemanunggalan kuat bersama rakyat. Khusus nya bagian Jawa Barat.

    SBY pernah berkarier di Batalyon 330 Kujang I bermarkas di Bandung. Prabowo berkarier di Batalyon 328 Kujang II. Markasnya di Bogor.

    Kedua batalyon ini bukan pasukan biasa. Kekuatan legendaris yang memiliki prestasi di berbagai palagan pertempuran sejak tanah air berdiri. Jika dilihat penghargaan yang diterima dua jenderal ini tentu memenuhi artikel saya. 

    “Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat, rakyat Jawa Barat adalah Siliwangi.” Begitulah doktrin yang terpatri dalam sanubari.

    Pemilu bersisa beberapa bulan. Saya sudah merasakan hawa panas di tahun politik sangat kuat. Fitnah berbentuk propaganda. Rivalitas petahana siap untuk perang. Serangan bertubi-tubi. Koalisi pun termasuk Demokrat All out memenangkan Prabowo-Sandi.

    Startegi raih elektabilitas disiapkan. Pemilu legislatif salah satunya. Menang di Legislatif, Prabowo dibantu dalam legislatif. Tak lain capai masyarakat sejahtera dan makmur.

    Salah satunya 14 Prioritas. Suara rakyat ditampung. Diserap nanti dituang. Kebutuhan masyarakat dipenuhi. Prabowo dan Demokrat berkolaborasi total.

    Rakyat bahagia. Ini cita-cita dua jenderal ahli strategi di politik.  Ibarat main catur. Masing-masing koalisi punya langkah. Seperti langkah anak catur. Seperti Pion, kuda, benteng, dan peluncur. Raja dan ratunya langkah satu-satu. Tapi mematikan. Itu yang saya lihat dari kolaborasi dua jenderal ini.

    Ya, debat capres kedua akan digelar. 17 Februari mendatang di Hotel Sultan, Jakarta.

    Tak seperti Debat Pilpres pertama, debat kedua ini hanya diikuti calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

    Debat kedua ini akan membahas tema Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup.

    Kubu PAS sudah lakukan strategi tentunya. Konsultasi serta meminta masukan para ahli.

    Kemenangan Prabowo tentu dibantu Demokrat. Sudah berpengalaman selama 10 tahun mengelola negara. Tentunya sesuai bidang tema yang akan dipaparkan di debat mendatang.

    Kali ini, KPU menghadirkan debat dengan format berbeda dari debat pertama. Di luar hal teknis, KPU juga mengatur akan tak ada tribun pendukung pasangan calon di belakang peserta debat.

    Pendukung akan ditempatkan menghadap panggung.

    Segmentasi pada debat kedua Pemilihan Presiden 2019 berbeda dengan debat pertama.

    Pada debat kedua akan dialokasikan satu segmen bagi kandidat untuk melakukan debat bebas. Kita semua tahu kemampuan Prabowo. Sebagai mantan komandan, komunikasi Prabowo lebih baik dibanding Jokowi.

    Berbicara depan umum tanpa teks sudah biasa dilakukan Prabowo. Sedangkan Jokowi terbiasa memakai teks saat berpidato. Dua hal berbeda dari masing-masing calon.

    Capres merupakan orang pilihan. Beban pikulan seorang Presiden sangat besar. Salah bertindak, maka rakyat yang menderita. Seperti yang saya rasakan dan juga orang lain rasakan. Semua serba mahal. Yang murah pun sekarang semakin langka. Ibarat nya pemerintah sekarang lebih dukung investor asing dibanding investor lokal. Pemerintah lebih mensejahterakan rakyat asing dibanding pribumi.

    Sangat berbeda disaat SBY memimpin negara. Pemilu legislatif jadi harapan akhir masyarakat Indonesia untuk lima tahun kedepan bersama demokrat dan Prabowo. Strategi yang nanti akan dilanjutkan Demokrat bersama Prabowo diantaranya mensejahterakan rakyat, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan jaminan kesehatan buat masyarakat.

    Selain itu pemerintah yang mendatang juga akan menghentikan impor pangan ketika musim panen tiba. Saya sebagai rakyat sangat mendukung salah satu prioritas Demokrat mengenai adanya perlindungan hukum kepada rakyat secara adil. Seandainya Prabowo yang menang, dipastikan demokrat akan menjamin kebebasan berbicara termasuk kebebasan pers tanpa boikot dan pembredelan seperti era Jokowi.

     

     

     

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).