x

Iklan

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Owner Sour Sally Bagikan 4 Strategi Business Planning kepada

Dalam dunia bisnis tidak ada yang pasti dan baku. Harus menjadi Creative penting agar bisa selalu mencari suatu keunikan yang berbeda.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Foodpreneurs muda Indonesia, Donny Pramono – Owner Sour Sally bagikan 4 strategi Business Planning, yang diakuinnya telah membuat Sour Sally menjadi sukses. Hal ini ia bagikan dalam Workshop ‘Business Planning and Management’ yang diadakan oleh BEM dan Career Center UPH pada 15 Februari 2019, di MYC MPR UPH Kampus Lippo Village.

“Strategi bagaimana Sour Sally bisa berkembang pesat karena kita menganut 4 strategi yang jadi thought process, visi, dan nilai perusahaan. Think different, “why before what”, selalu membuat produk ‘per- dan ter-‘, dan ‘Do not reinvent the wheel’. Inilah 4 strategi yang kita pegang,” ungkap Donny.

Donny menjelaskan dalam setiap perencanaan bisnis setiap orang harus mencoba berpikir yang berbeda. Dalam dunia bisnis tidak ada yang pasti dan baku. Harus menjadi Creative penting agar bisa selalu mencari suatu keunikan yang berbeda. Di sini menurutnya kemampuan ‘think different’ sebagai strategi pertama dibutuhkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Strategi kedua “why before what”, menurut Donny dalam mengembangkan bisnis perlu inovasi. Inovasi ini berbicara mengenai produk, strategi marketing strategi manajemen. Namun sayangnya banyak orang yang lebih memikirkan ‘what’ dulu di awal, padahal ‘what’ itu seharusnya bicara mengenai hasil akhir atau output. Donny menekankan, yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui aspek ‘why’ – tujuan dan alasan dalam bisnis. Ketika pebisnis paham apa alasan dibalik bisnis yang akan dijalankan, maka output atau aspek ‘what’ juga akan tepat.

Strategi ketiga yaitu membuat produk yang ‘per- dan ter’. Maksud Donny, ‘per-’ di sini artinya mencoba jadi yang pertama. Baik pertama di dunia, di Asia Tenggara, Jakarta, dan sebagainya. Kemudian ‘ter-’ artinya membuat “produk yang paling” misal makanan yang tergurih, terpedas, dan lainnya.

Strategi terakhir yaitu menerapkan pepatah ‘Do not reinvent the wheel’. Artinya mempelajari suatu ide yang sebelumnya sudah ada dan berhasil, dapat menjadi strategi yang kemudian dapat diadaptasi dan disesuaikan dengan bisnis.  

“Ya, do not reinvent the wheel. Artinya roda itu kan sudah bulat, kita tidak perlu memaksa roda menjadi kotak,” tambah Donny sebagai analoginya terhadap ide suatu bisnis.

Donny juga menambahkan dalam menjalankan bisnis selain memiliki strategi tentu penting juga memahami market dan strategi distribusi yang tepat. Menurutnya, sangat penting mengetahui siapa saja market yang potensi untuk kita atau Market Potential. Kemudian cari tahu produk seperti apa yang sesuai dan dibutuhkan konsumen atau Product-Market Fit. Setelah itu baru menentukan strategi distribusi dan marketing seperti apa yang dapat dilakukan, dan harus kreatif dan diharapkan dapat viral. Setelah itu ketika perusahaan sudah berkembang, harus ditentukan juga kapabilitas skala operasional dari perusahaan tersebut.

Di akhir penjelasannya, Donny meningatkan bahwa dalam bisnis tidak ada istilah menghafar teori, tapi bagaimana cara menginterpretasikan situasi ketika ada hambatan dan cara mencari ide alternative. Untuk itu diperlukan kemampuan pengambilan keputusan ayng tepat.

“Bisnis selalu complex, sehingga pebisnis harus fleksibel terus street smart, maksudnya pintar mengandalkan common sense dan pendekatan yang praktikal. Kemampuan dan kualitas seseorang dalam mengambil keputusan sangat bergantung dengan kualitas ilmu yang dimiliki seseorang. Ilmu yang kita dapat saat studi pasti berguna untuk berbisnis, misalnya seperti memperluas networking dan memahami dunia bisnis serta kewirausahaan. Maka dari itu, terus belajar hal-hal baru serta memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya, strategi utama yang penting bagi kalian mahasiswa yang ingin memulai bisnis,” tutup Donny. (pl)

Ikuti tulisan menarik Indri Puji Lestari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan