RISTEKDIKTI Tingkatkan Kualitas Riset dan Publikasi Ilmiah - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • RISTEKDIKTI Tingkatkan Kualitas Riset dan Publikasi Ilmiah

    Pihak dari RISTEKDIKTI mengatakan bahwa untuk menghadapi Industri 4.0, baru saja terdapat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018.

    Dibaca : 696 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) mengadakan seminar dan diskusi ilmiah bertajuk “Kebijakan dan Strategi Riset dan Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi” guna mengembangkan materi pengajaran dan juga mendukung peningkatan reputasi kampus. Seminar tersebut dihadiri oleh dosen dari berbagai fakultas di UPH Lippo Karawaci dan juga melalui teleconference dengan UPH Surabaya dan Medan, 21 Februari 2019.

    Pembinaan diberikan langsung oleh Dr. Muhammad Dimyati – Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) dengan tujuan untuk memberikan dorongan-dorongan agar para peneliti untuk secara efektif melakukan penelitian dari universitas. Hal tersebut dilakukan mengingat bahwa terdapat masalah dalam manajemen riset di Indonesia.

    Masalah tersebut berkaitan dengan banyaknya peneliti yang melakukan penelitian tidak relevan dengan masalah yang ada di dalam negeri sehingga tidak bisa menjadi sebuah solusi atas masalah. Kemudian, banyak peneliti yang melakukan penelitian secara individual tidak berkolaborasi. Sehingga banyak penelitian-penelitian yang hanya berhenti di meja peneliti berupa laporan dan apabila di publikasikan pun hanya pada ranah nasional.

    Kemudian Dirjen Dimyati juga mengatakan bahwa untuk menghadapi Industri 4.0, baru saja terdapat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 yang membuat penelitian berfokus kepada 8 bidang yaitu; Pangan, Energi, Kesehatan, Transportasi, Produk Rekayasa Keteknikan, Pertahan dan Keamanan, Kemaritiman, dan Sosial Humaniora.

    “Masing-masing dari bidang tersebut, akan ada fokus pada beberapa topik atau tema dan itu semuanya ada dalam prioritas riset nasional. Contoh dalam bidang pangan dan tekstil, itu merupakan salah satu tema yang menjadi prioritas. Dan itu sejalan dengan hasil pendalaman teman-teman di bidang perindustrian yang juga menonjolkan bidang tersebut untuk menjadikan fokus penelitian ke depannya.” jelas Dirjen Dimyati.

    Sejalan dengan hal tersebut, Dirjen Dimyati memberikan rekomendasinya untuk UPH dalam mempersiapkan menghadapi industri 4.0 yaitu dengan berani untuk mencoba melakukan penelitian terbaik yang tidak hanya untuk kesenangan para penelitinya tapi untuk menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat. Dan untuk itu maka UPH perlu memberikan inisiasi atau riset kepada peneliti atau dosen sehingga terlatih dan akhirnya terbiasa untuk melakukan penelitian dengan lebih bagus.

    Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak – Rektor UPH menyambut baik kedatangan RISTEKDIKSI ke UPH dan mengharapkan adanya peningkatan kualitas pendidikan. Baginya, ketika bicara soal kualitas pendidikan tidak bisa bicara kualitas tanpa penelitian dan pengembangan.

    “UPH sangat bersyukur bahwa Pak Dirjen Dimyati meluangkan waktu untuk memberikan arahan kepada dosen-dosen UPH untuk secara efektif melakukan penelitian dari universitas. Intinya adalah untuk menjadi dosen tanpa penelitian sulit untuk mengatakan kita memberikan pendidikan yang berkualitas karena semua harus di mutakhirkan. Jadi itulah yang UPH coba untuk dorong lakukan.” ungkap rektor.

    Rektor juga mengatakan bahwa walau UPH terbilang baru dalam melakukan riset ilmiah, namun UPH yakin bahwa ke depan melalui berbagai program studi yang menjadi unggulan riset akan semakin banyak.

    “UPH juga akan mensegerakan kolaborasi antara UI dan Kementerian Kominfo dalam penelitian di bidang blockchain dan artificial intelligence. Kemudian, UPH juga akan terus meningkatkan program studinya untuk mempersiapkan anak-anak bangsa dalam berperan semaksimal mungkin pada tahun-tahun yang akan datang.” pungkas rektor. (pl)

    Ikuti tulisan menarik Indri Puji Lestari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    3 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 203 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro