4 Tips Pintar Atur Keuangan bagi Milenial yang Baru Bekerja

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Selain tidak diajarkan soal pengelolaan keuangan di bangku sekolah atau kuliah, gaya hidup modern bisa dengan mudah merasuki kehidupan milenial.

Mengatur keuangan sesuai prioritas itu gampang-gampang susah untuk milenial yang baru saja memasuki dunia kerja. Maklum, jumlah milenial yang memiliki kemampuan mengatur keuangannya dengan baik itu sangat sedikit.

 

Selain tidak diajarkan secara khusus soal pengelolaan keuangan di bangku sekolah atau kuliah, gaya hidup modern bisa dengan mudah merasuki kehidupan milenial. Traveling, belanja online, dan hangout merasuki dan mendapatkan posisi strategis di kalangan milenial.

 

Keuangan bulanan pun banyak terkuras untuk 3 hal tersebut. Milenial pun demen dengan yang namanya traveling. Pagi di Singapura, sorenya sudah ada di Malaysia. Dalam hal belanja online pun generasi ini penikmat belanja online yang kini mudah dilakukan dengan gadget di genggaman tangan. Dalam hal hangout milenial yang akrab dengan medsos gampang terpengaruh untuk nongkrong dan menikmati tempat-tempat untuk hangout hanya untuk sekadar minum atau mencicipi makanannya yang instagramable.

 

Untuk mengatasi uang habis namun masih jauh dari tanggal gajian, bagi yang termasuk Milenial, berikut adalah empat strategi pintar yang berguna untuk dapat mengatur keuangan dengan bijak.

 

1. Alokasi Gaji 50-30-20

Tidak sedikit milenial yang sudah kehabisan uang gaji, padahal masih di pertengahan bulan. Hal ini biasanya terjadi karena pola dan gaya hidup yang tidak realistis alias hedonis. Dengan kata lain, banyak milenial tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik. Mumpung masih muda dan masa depan masih terbuka lebar, biasakan untuk mengaplikasikan skema gaji 50-30-20. Oleh sebab itu, sebelum gajian tiba komitmenkan untuk memformula 50-30-20 pada penghasilan bulananmu. Rinciannya, 50 persen adalah anggaran untuk kebutuhan mendasar, 30 persen untuk kebutuhan hiburan, dan 20 persen untuk kebutuhan investasi dan tabungan.

 

2. Kontrol Gaya Hidup

Bagi sebagian milenial, membeli barang bermerek, makan di restoran keren, atau hanya sekadar ngopi di tempat yang mahal tidak mengherankan dan telah menjadi santapan harian. Maknaya jangan sampailah gara-gara mengikuti gaya hidup malah nambah utangnya. Beda halnya jika  memiliki gaji yang mumpuni, mungkin ini tidaklah bermasalah. Sayangnya, selain gaji terbilang kecil, namun gaya hidup yang tidak bisa mengimbangi. Agar tidak kebobolan, sebaiknya mengontrol gaya hidup sesuaikan dengan isi kantong.

 

3. List Kebutuhan Bulanan

Membuat list kebutuhan selama sebulan terbukti efektif mencegah boros dan uang bobol dalam pertengahan bulan. List pengeluaran efektif membatasi pengeluaran. Oleh sebab itu, tentukan lah dana di setiap pos-pos pengeluaran dan disesuaikan dengan kebutuhan saja. Ingat, pengeluaran menyesuaikan kebutuhan, bukannya keinginan. List juga bisa menjadi pengingat untuk tidak membeli hal-hal yang nggak penting penting.

 

4. Nabung dengan Cara Modern

Disebutkan di nomor 1 di atas kalau 20% dari gaji perlu dialokasikan pada investasi atau tabungan. Ini yang gampang-gampang susah bagi milenial. Padahal, kini sudah ada aplikasi semisal IPOTPAY yang memudahkan milenial menabung pakai cara modern dengan gadget di genggaman tangan. Menabung nggak perlu susah jalaninya. Semuanya sudah serba online dan terjamin aman serta mendatangkan imbal hasil tinggi.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Dhea

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua