Buku dan Gawai - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Saufi Ginting

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Buku dan Gawai

    Dibaca : 472 kali

    Apabila berniat membaca, hal paling penting yang harus ada yaitu buku. Rusuhlah  ketika kita punya niat membaca, yang digunakan adalah gawai. Lihat saja –ini juga pengalaman- dengan gaya mengikuti teknologi, unduh buku-buku berekstensi pdf, atau program buku dari playstore, hasilnya belum lima menit buku elektronik dibaca, tangan sudah gratil untuk membuka media sosial melalui gawai. Akhirnya, membaca di gawai tak terselesaikan. Entahlah bila yang sudah terbiasa. Lain hal apabila membaca jurnal, berita, atau artikel yang hanya membutuhkan waktu lima menit selesai membaca, maka dapatlah gawai menjadi rekan yang baik.

    Mengingat pentingnya buku, meskipun harus berpacu pada era teknologi yang lebih pesat, TBM Azka Gemilang hadir di Kabupaten Asahan, Propinsi Sumut sebagai pemberi ‘terapi’ bahwa betapa hidup kita hari ini masih berdampingan dengan buku, tak hanya gawai.

    Azka Gemilang merupakan taman bacaan masyarakat yang didirikan oleh Saufi Ginting dan istrinya Halimah pada tanggal 18 Agustus 2012. Perjalanan mendirikan taman bacaan masyarakat sebenarnya berawal pada kesempatan yang di dapat oleh Saufi pada tahun 2008 berupa artikel dan puisinya yang dimuat oleh harian lokal dan nasional. Penyebab pertama yang bisa membuat ia menulis artikel dan puisi adalah karena membaca.

    Bertitik tolak dari hal ini, ia ingin membagi pengalaman yang katanya sedikit itu, dengan mendirikan taman bacaan pada tahun 2012. Buku yang ada merupakan buku-buku pribadi yang telah dimilikinya bersama istri, baik sebelum dan sesudah menikah. Hingga pada tahun 2013, setelah sejumlah orang mengetahui dan mengenal bahwa di Kisaran, Kabupaten Asahan sudah ada taman bacaan masyarakat, didirikanlah komunitas penulis muda Asahan (Kompimas) di TBM Azka Gemilang. Diketuai oleh Irawan, salah satu mahasiswa Bahasa Indonesia FKIP Universitas Asahan. Hingga kemudian dapat menerbitkan buku berjudul Bernapas dalam Kata.

    Saat ini, selain program membaca di TBM dan komunitas penulis muda, ada juga kegiatan mendongeng, serta praktik kewirausahaan berupa pembuatan gantungan kunci. Dalam rangka mendukung gerakan literasi, dibangun juga penerbit bernama penerbit Azka Gemilang.

    Ia meyakini bahwa pintu utama literasi adalah membaca, maka melalui penerbit, sejumlah buku akan tercipta. Budaya membaca akan terjaga. Dengan sejumlah kegiatan itu, TBM Azka Gemilang diganjar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui unit pelaksana teknis (UPT) Balai Bahasa Sumut yaitu peraih anugerah pegiat literasi Sumatera Utara tahun 2018. Anugerah itu sendiri menjadi cemeti bagi Saufi bahwa kini ia harus berbuat lebih baik lagi dari sebelum menerima anugerah pegiat literasi.

    Salah satu program yang dilakukan oleh TBM Azka Gemilang saat ini adalah dengan mendirikan taman bacaan lainnya pada sejumlah daerah di Asahan. Terhitung sejak akhir 2018, TBM Azka telah mendirikan empat taman baca baru, serta satu rumah baca yang sudah ada dengan mendukung buku-buku bacaan berkualitas. Tak ada syarat apapun dalam mendapatkan buku yang berasal dari TBM Azka Gemilang. Siapa saja dapat mengajukan, tanpa harus berbelit dengan prosedur yang panjang.

    Selain itu, pada akhir Maret 2019, ia akan membuka kelas menulis angkatan pertama khusus siswa di Kabupaten Asahan. Dengan target siswa yang ikut kelas menulis di TBM Azka Gemilang akan dapat menghiasi media massa dengan tulisan mereka. Sebab menurut Saufi sampai hari ini di Asahan, belum nampak potensi-potensi menulis dari siswa SMP dan SMA sederajat yang muncul dalam media massa, baik lokal maupun nasional.

    Kita berharap, apa yang dilakukan oleh Saufi ini dapat memberikan pencerahan pada perkembangan literasi di Asahan. Selain itu, cita-citanya untuk dapat mendirikan kampung literasi dapat terwujud. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.