x

Iklan

Hasan Aspahani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 15 September 2019 11:13 WIB

Apa yang Ada dalam Kepala Presiden Jokowi Soal Korupsi?

Tampaknya Presiden Joko Widodo memang lebih memilih pencegahan ketimbang penindakan. Beberapa pidatonya mengindikasikan sikapnya itu. Sah, KPK memang ingin dilemahkan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

ADA yang ada dalam pikiran Presiden Joko Widodo soal tindak pidana korupsi dan lembaga KPK?

Di hadapan forum pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan, Selasa (3/9/2019), Presiden Jokowi menilai ketimbang sekadar menangkap koruptor, KPK semestinya membangun dan mengawasi sistem antikorupsi secara simultan bersama pemerintah.

"Ke depan kinerja KPK jangan diukur dari berapa banyak yang ditahan," kata Jokowi. "Bangun sistem," tambahnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia juga pernah menyampaikan hal serupa dalam pidato kenegaraan di DPR RI, 16 Agustus 2019.

"Penegakan hukum yang keras harus didukung," ujarnya.

"Tapi keberhasilan bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang dipenjarakan. Harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum bisa dicegah; berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan."

Begitulah. Dan kelihatannya itulah yang kemudian terjadi. Presiden membentuk tim seleksi calon ketua KPK baru. Beberapa nama diberi catatan buruk. Tapi catatan itu diabaikan.

DPR kita segendang sepenarian. Sepuluh nama yang diusulkan presiden, setelah lolos dari pansel, dipilih yang gandrung pada pencegahan bukan penangkapan. Persis seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo.

Maka saya ingin bertanya, Pak Presiden, sebegitu menghambatnyakah penangkapan-penangkapan para koruptor selama ini terhadap laju pembangunan?

Apakah nanti kabar yang kami dengan sebagai rakyat adalah berita-berita yang begini: "KPK hari ini berhasil menggagalkan korupsi yang akan dilakukan oleh Ketua DPR RI senilai 100 miliar". Begitu?

Atau begini, "KPK hari ini berhasil menggagalkan korupsi Kapolri sebesar 500 Miliar"?

Dan Anda bahagia Pak Presiden karena korupsi berhasil dicegah? Dan Anda bangga karena dengan cara itu jumlah korupsi berhasil diturunkan?

Lalu soal Badan Pengawas yang Anda setujui itu. Badan yang kepada mereka izin penyadapan harus diminta terlebih dahulu. Kalau sudah terlanjur terbentuk nanti, saya usul agar mereka semua disadap 24 jam. Tanpa perlu izin. Saya curiga nanti penyadapan-penyadapan gagal justru karena mereka bocorkan.

Maka dari itu, merekalah yang lebih dahulu disadap. Kalau mereka membocorkan rencana penyadapan mereka harus dihukum karena menghalang-halangi pencegahan korupsi.

Usul saya terdengar ngawur, Pak? Ya, itu karena saya menili dan melihat sikap Anda juga mulai ngawur. - hasan aspahani

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Hasan Aspahani lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler