Akankah Revisi UU KPK Berhasil Dicabut - Analisa - www.indonesiana.id
x

Jufri Yanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Oktober 2019

Sabtu, 5 Oktober 2019 17:31 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Akankah Revisi UU KPK Berhasil Dicabut

    Dibaca : 450 kali


    Pada hari senin tanggal 23 september 2019 sejumlah mahasiswa melakukan demonstrasi disejumlah wilayah,agar UU KPK yang direvisi itu dicabut.Namun semua usaha yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa itu tidak sejalan dengan keputusan presiden republik indonesia yaitu Jokowidodo.ternyata Jokowidodo selaku presiden republik indonesia menolak tuntutan dari para mahasiswa untuk mencabut hasil revisi undang-undang komisi pemberantasan korupsi (UU KPK).
    Disamping itu Jokowi juga tidak akan menerbitkan peraturan pemerintah untuk mencabut tuntutan revisi undang undang tentang KPK.Sebelumnya UU KPK sudah disahkan oleh DPR dan pemerintah dalam rapat paripurna yang dilaksanakan pada hari selasa 17 september 2019.Pengesahan tersebut menuai prokontra dikalangan masyarakat,karena pengesahan tersebut dinilai terburu-buru,tanpa mendengarkan masukan dari masyarakat sipil dan unsur pimpinan KPK.
    Sejumlah pasal dalam UU KPK yang sudah direvisi dinilai bisa melemahkan KPK itu sendiri.Sejumlah pakar hukum menyebut jokowi masih bisa membatalkan UU KPK yang sudah direvisi,namun kemungkinannya memang sangat kecil.Peneliti kode inisiatif Viola Renindra menantang jokowi untuk menerbitkan peraturan Presiden pengganti UU KPK untuk merasakan emosi publik atas pengesahan UU tentang KPK.Namun Viola menilai kemungkinan jokowi mengeluarkan PERPPU sangatlah kecil .hal yang sama juga diungkapkan oleh peneliti Indonesian Korruption Word Kurnia Ramadana,ia pesimistis Jokowi akan menerbitkan PERPPU untuk mencabut UU KPK hasil revisi.Ia juga menilai Jokowi tidak memiliki keberpihakan kepada KPK dan masyarakat yang menentang UU KPK hasil revisi.Menurutnya Jokowi juga seperti tidak mendengarkan tokoh-tokoh yang sudah mengingatkan soal persoalan KPK itu.
    Persoalan tersebut tidak ditanyakan lagi bahkan ramai di media sosial.Bagaimana sebagian presiden BEM dari sejumlah perguruan tinggi sidah menyampaikan orasinya diluar gedung DPR dan bahkan mereka berani mendiskusikan masalah tersebut didalam acara Indoneaia Lawyers Club demi kepentikan dan kemaslahatan rakyat indonesia.

    Demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa itu sangatlah penting,karena dengan semua itu kita bisa menyuarakan hak berpendapat rakyat terhadap pemerintah.Dan sesuatu yang mengganjal dihati rakyat dapat tersampaikamelalui para mahasiswa,sekaligus sebagai kritikan dan masukan bagi pemerintah agar tidak bertindak semaunya sendiri.Dan dengan tersampainya kritikan dan masukan kita terhadap pemerintah akan menjadikan bahan pertimbangan oleh pihak pemerintah.Sehingga mereka berfikir bagaimana tindakannya selaras dengan keinginan rakyat dan pada akhirnya menghasilkan kesepakatan dan kemufakatan antara pemerintah dengan masyarakat.
    Adapun mahasiswa yang melakukan orasi diluar gedung DPR dan juga berani mendiskusikan permasalahan tersebut di acara Indonesian Lawyers Club diantaranya adalah manik seorang mahasiswa dari universitas indonesia yang mengusulkan terhadap pemerintah untuk mencabut revisi UU KPK.Namun yang menjadi permasalahan revisi itu bukannya langsung di cabut melaiinkan hanya ditunda saja.Nah disinilah yang dikhawatirkan oleh sejumlah mahasiswa sehingga mereka memprotes agar revisi UU KPK bukan hanya ditunda yang kemungkinannya pada kemudian hari di sahkan akan tetapi revisi tersebut diharapkan untuk dicabut.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.177 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).