Kodim 0815 Bersama IMM-AAOCI Pasok Air Bersih Bagi Warga Manduro - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815 Mojokerto bersama Kacab IMM dan Ketua AAOCI saat menyalurkan air bersih bagi warga Dusun Gajah Mungkur Desa Manduro Manggung Gajah

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 14 Oktober 2019 06:42 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Kodim 0815 Bersama IMM-AAOCI Pasok Air Bersih Bagi Warga Manduro

    Dibaca : 192 kali

    Mojokerto, -  Kodim 0815 Mojokerto menggelar bakti sosial (Baksos) bantuan air bersih bagi warga Dusun Gajah Mungkur, Desa Manduro Manggung Gajah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu, 12/10. Bantuan air bersih sejumlah 35 ribu liter tersebut merupakan Kerja Sama Kodim 0815 Mojokerto, PT. Indrapura Mega Makmur (IMM) Toyota Mojokerto, Komunitas Agya Ayla Owner Club Mobil (AAOCI) Mojokerto Chapter dan PT. Djarum Super.

    Saat di lokasi, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., mengungkapkan, bantuan air bersih ini diperuntukan bagi warga Dusun Gajah Mungkur yang kekurangan pasokan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

    "Masih dalam suasana HUT TNI kami beserta sejumlah pihak dan rekanan turut berpartispasi guna membantu  saudara kita yang kerap kali mengalami krisis air bersih di setiap musim kemarau,” ujar Dandim dilanjutkan penyerahan bantuan 2 unit tandon air kapasitas 750 liter untuk TPQ  dan Musholla Dusun Gajah Mungkur.

     Dandim 0815 Mojokerto bersama Kacab IMM dan Ketua AAOCI saat menyalurkan air bersih dan menyerahkan bantuan tandon air bagi warga Dusun Gajah Mungkur Desa Manduro Manggung Gajah

    Pantauan di lapangan, sejumlah empat tangki air bersih langsung dibagikan kepada warga setempat dan enam tangki dimasukan tandon air yang sudah tersedia di lokasi.

    Hadir dalam kegiatan antara lain Kacab IMM Toyota Mojokerto, Munawar Tobing, SE., Pimpinan Komunitas AAOCI, Aan Sulistyanto, Pimpinan PT Djarum Super cabang Mojokerto, Reyhan, Danramil Ngoro Kapten Inf Khoiri, Pasiter Kodim 0815 Kapten Inf Herman Hidayat, Pj. Kades Manduro Manggung Gajah, Abdul Adhim, Babinsa, Kasun Gajah Mungkur Mukim Bintoro, Ketua Kartar Desa Manduro dan warga.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.091 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).