x

Created by Mama Totik via Canva

Iklan

Mama Totik

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Oktober 2019

Senin, 28 Oktober 2019 17:59 WIB

14 Kebiasaan Buruk yang Merusak Otak

Ada kebiasaan kebiasaan buruk yang tidak kita sadari ternyata berdampak buruk bagi otak. Apa sajakah itu ? Artikel ini menulis secara singkat 14 kebiasaan buruk tersebut. Dirangkum dari berbagai sumber.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Halo pembaca,

mungkin ada beberapa kebiasaan kita yang secara tidak kita sadari ternyata berakibat buruk bagi otak, bagian terpenting dalam tubuh. Apa saja itu ? Mari simak

Sarapan Sehat Sumber : alodokter.com

1. Tidak Sarapan

Karena gaya hidup yang serba cepat, kebanyakan dari kita melewatkan sarapan demi menghemat waktu. Agar tidak telat datang di sekolah atau ngantor. Padahal otak kita juga membutuhkan nutrisi yang tepat & pada waktu yang tepat agar berfungsi baik. Melewatkan sarapan menyebabkan pasokan gula rendah, akibatnya pasokan nutrisi ke otak buruk. Padahal otak membutuhkan glukosa murni agar berfungsi. Nutrisi yang buruk ini menyebabkan efek berbahaya jangka panjang pada otak seperti degenerasi sel-sel otak.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ada juga sebagian orang yang tidak sarapan demi menurunkan berat badan. Padahal sih justru dengan sarapan sehatlah, orang bisa menurunkan berat badan. Kok bisa ? Sarapan memang memberi kalori, tp jangan lupa, kalori itu dipakai untuk beraktivitas hingga siang. Sehingga saat siang kita tidak terlalu kelaparan dan makan berlebihan.

2. Makan berlebihan

Seperti melewatkan waktu makan, maka makan berlebihan pun berakibat buruk pada otak. Kenapa ? Terlalu banyak makan menyebabkan penumpukan kolesterol dan penebalan pembuluh darah otak yang menyebabkan berkurangnya pasokan darah ke sel-sel otak. Ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada fungsi normal otak. Hasil penelitian ahli menyatakan bahwa makan berlebihan bisa menyebabkan penyakit Alzheimer. Makan berlebihan juga menyebabkan obesitas yang pada akhirnya merusak citra dan kepercayaan diri kita,  menyebabkan depresi dan masalah psikologis lainnya.

3. Kurang Tidur & Begadang

Kurang tidur menghambat kemampuan otak untuk bekerja secara normal. Pernahkah anda tiba-tiba lupa jalan pulang atau lupa meletakkan kunci Anda di suatu tempat dan tidak dapat mengingat di mana ?  Maka kurang tidur mungkin menjadi penyebab di balik hilangnya memori sementara ini. Kurang tidur menyebabkan masalah kognitif. Tanpa tidur yang cukup, sel-sel otak tertentu akan mati dan kemudian Anda akan tambah sulit untuk mengingat sesuatu. Masalah psikologis juga dapat muncul karena kurang tidur atau gangguan tidur. Jadi, pastikan Anda tidur setiap hari 7 jam.

Begadang Sumber : https://www.alodokter.com

Efek begadang dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan mengingat dan konsentrasi. Kemampuan memperhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan mengalami penurunan. Kesulitan fokus bahkan dapat berakibat pada kecelakaan saat berkendara atau bekerja.

Selain itu efek lain tak kalah buruk. Menyebabkan obesitas, libido menurun, penuaan kulit bahkan kanker.

4. Mengkonsumsi Makanan/Minuman Manis

Disadari atau tidak,  kita semua mengonsumsi gula melalui makanan dan minuman. Konsumsi gula olahan yang tinggi diketahui menghancurkan kemampuan otak dan tubuh untuk menyerap protein dan nutrisi. Nutrisi yang buruk akan menyebabkan kurang gizi dan gangguan otak seperti ingatan yang buruk, gangguan belajar, hiperaktif dan depresi. Jadi, lain kali misalnya saat anda memilih minuman softdrink di gerai fastfood, ingatlah jumlah kandungan gula yg ada di dalamnya. Sekaleng coke bisa mengandung 8 - 10 sendok teh gula. Wow.

Kandungan Gula Dalam Minuman Sumber : ndeso94.com

Sekedar catatan :

Untuk sekaleng Coca Cola berukuran 330 ml misalnya, di Inggris kandungan gulanya 35 gram, di Thailand 32 gram, dan di Kanada 39 gram. Semenara itu untuk sekaleng minuman Sprite, di Thailand kandungan gulanya mencapai 47 gram (12 sendok teh), sementara yang terendah di Austria 19 gram. Untuk produk 7Up, di Kanada dijual dengan kandungan gula mencapai 39 gram, sementara di AS kandungan gulanya 35 gram. Dalam sekaleng Pepsi, kandungan gula tertinggi dijual di Jepang, dan terendah di Eropa. Untuk produk Fanta orange, produk yang dijual di India atau Vietnam kandungan gulanya mencapai 11 sendok teh dalam satu kaleng.
Sumber : Kandungan Gula dalam Softdrink Berbeda Tiap Negara

5. Merokok


Ini mungkin salah satu kebiasaan paling berbahaya yang kita nikmati, karena merokok tidak hanya menyebabkan penyakit paru-paru atau penyakit jantung, tetapi juga menyebabkan penyusutan beberapa sel di otak dan dapat menyebabkan masalah seperti demensia, Alzheimer dan mungkin bahkan kematian. Merokok berlebihan secara tidak langsung menyebabkan peradangan saraf yang dapat menyebabkan gangguan autoimun yang disebut Multiple Sclerosis (MS).

6. Menutup Kepala Saat Tidur


Tidur dengan kepala tertutup menyebabkan peningkatan konsentrasi karbon dioksida dan selanjutnya mengurangi konsentrasi oksigen dalam darah. Jika pasokan oksigen buruk, kapasitas fungsi otak berkurang. Saat bangun anda mungkin merasa lemas seperti kurang tidur yang menyebabkan kelelahan dan kantuk.

Menutup Kepala Saat Tidur Sumber : https://chd.in/9-everyday-habits-that-are-slowly-damaging-your-brain/covering-your-head-while-sleeping/

Pada dasarnya, kebutuhan oksigen tubuh tetap harus terpenuhi. Maka kenakan pakaian longgar dan nyaman, upayakan sirkulasi udara ruang tidur baik dan nyaman.

7. Bekerja Saat Sakit

Terlalu banyak bekerja bisa mengakibatkan jatuh sakit. Jika selama sakit kita terus bekerja, maka otak pasti akan terkena dampak negatif. Ketika kita sakit, otak dan tubuh sudah bekerja ekstra keras untuk mengatasi infeksi. Sehingga bekerja saat sakit hanya akan menambah beban tubuh dan menambah stress. Jadi, saat sakit, istirahatlah, rileks, untuk memulihkan diri.

8. Kurang Bersosialisasi

Bersosialisasi, berbicara, mendorong pertumbuhan dan perkembangan otak. Percakapan intelektual memperkuat otak dan meningkatkan kapasitasnya untuk bekerja. Anda dapat meningkatkan kreativitas Anda dengan bertemu orang baru dan mencari teman baru. Bersosialisasi atau berinteraksi juga merupakan cara yang bagus untuk mengekspresikan diri secara bebas. Jika tidak bersosialisasi atau jarang berkomunikasi , Anda bisa merasa rendah diri dan tertekan.

9. Tak Pernah Olahraga

Seperti kata pepatah, "Men Sana In Corpore Sano" atau dalam tubuh sehat ada jiwa yang kuat. Olahraga membuat Anda lebih fleksibel dan meningkatkan mobilitas. Tanpa olahraga yang cukup, mobilitas dan kekuatan gerakan otak berkurang, dan mengurangi stabilitas dan keterampilan motorik. Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga membantu membuat kita lebih muda dengan melepaskan hormon bahagia yang disebut endorfin. Bukan hanya otak, tetapi olahraga juga memperkuat jantung dan paru-paru Anda. Dengan sebegitu banyaknya manfaat positif, masih malas berolahraga ?

10. Mengkonsumsi Alkohol

Semakin besar persentase alkohol, semakin tinggi jumlah sel yang mati di otak. Alkohol menyebabkan ketidakseimbangan kimia jika dikonsumsi untuk jangka waktu yang lama dan jumlah besar. Volume otak berkurang karena asupan alkohol.

Pengaruh alcohol pada otak Sumber : https://www.amenclinics.com/spect-gallery/addictions/

Akibat Jangka Panjang Alkohol ke Otak Sumber : https://www.northpointwashington.com/blog/alcohol-affects-brain/

Akibat Jangka Pendek Alkohol Ke Otak Sumber : https://www.northpointwashington.com/blog/alcohol-affects-brain/

11. Paparan terhadap Bahan Kimia / Polusi 

Otak kita sepenuhnya bergantung pada oksigen. Semakin Anda terpapar bahan kimia berbahaya atau udara yang tercemar, maka semakin sedikit oksigen yang mencapai otak. Kurangnya oksigen yang cukup dalam tubuh dapat menyebabkan kematian sel-sel di otak. Studi pada tikus yang terpapar udara tercemar dalam jangka panjang menunjukkan kerusakan fisik pada otak. Maka saatnya tiap pagi keluar ke taman dan menghirup udara segar setiap hari.

12. Stres Dini

Stres adalah bagian dari kehidupan setiap orang. Sejumlah stres tertentu yang terkait dengan pekerjaan atau keluarga adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Stres menyelesaikan pekerjaan tepat waktu atau memenangkan suatu kompetisi adalah ekspresi stres yang sehat.

Tetapi ketika stres melampaui kapasitas Anda untuk mengatasinya, itu menghalangi fungsi normal otak dan membuat Anda merasa lemah, tertekan, marah, mudah tersinggung, dan sulit tidur. Jika Anda merasakan satu atau lebih emosi ini terlalu sering, inilah saatnya untuk mencari bantuan seorang penasihat atau menjauh dari hal-hal yang menyebabkan stres.

13. Kurangnya Rangsangan Pikiran

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak banyak berpikir cukup banyak mengalami penyusutan otak. Dengan demikian, untuk mempertahankan dan memperluas otak, sangat perlu untuk terus berpikir. Berpikir, membaca, dan menulis akan melatih dan meningkatkan otak agar berfungsi lebih baik dan mencegah kerusakan.

Ada begitu banyak permainan yang bisa melatih berpikir otak. Suka bermain Sudoku ? Nah itu salah satu games yang bisa melatih otak. Apa lagi ? Silakan coba buka 8 Web pilihan untuk melatih otak

14. Menahan Buang Air Kecil

Buang air kecil atau pipis adalah panggilan alami. Menahan pipis dapat menyebabkan kerusakan kerja otak. Dengan kata lain, otak akan kehilangan kemampuannya untuk mengetahui kapan harus buang air kecil.

Selain itu , kandung kemih manusia memiliki kapasitas untuk menampung hanya 8 gelas air dan menahan air seni untuk waktu yang lama tidak baik untuk kandung kemih Anda, karena urine adalah cairan sampah tubuh yang jika tidak dibuang tentu berefek buruk. Misalnya Infeksi Saluran Kemih.

Demikian beberapa kebiasaan buruk bagi otak. Dirangkum dari berbagai sumber. Tulisan ini juga sudah tayang di blog pribadi saya. Semoga bermanfaat. 

Ikuti tulisan menarik Mama Totik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB