Megawati Mau ke Nasdem, Kenapa Jokowi Jadi Kunci Relasi Mega-Paloh? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Presiden Joko Widodo, pada peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu malam, 6 November 2019, menyinggung pertemuan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Shohibul Imam pada 30 Oktober lalu di DPP PKS Jakarta. ANTARA

Anung Suharyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Oktober 2019

Jumat, 8 November 2019 18:31 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Megawati Mau ke Nasdem, Kenapa Jokowi Jadi Kunci Relasi Mega-Paloh?

    Dibaca : 4.271 kali

    Kabar menarik datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.  Sekretaris Jenderal PDIP mengatakan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan hadir di kongres Partai Nasdem pada akhir pekan ini. "Akan datang,"  kata Hasto, 8 November 2019.

    Jika Megawati  benar-benar datang,  maka hal itu memupus spekulasi renggangnya hubungan Ketua Umum PDIP itu dengan Ketua Umum  Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh.  Sebelumnya,  dikabarnya hubungan mereka kurang harmonis setelah Megawati merestui masuknya Partai Gerindra  dalam koalisi penyokong Jokowi. Surya Paloh pun bermanuver mendekati PKS.

    Berikut rentetan peristiwa yang menggambarkan pasang surut hubungan Mega-Paloh.

    1.Disatukan  Jokowi 
    Boleh dibilang nama Jokowilah yang menyatukan Megawati dan Surya Paloh  menjelang pilpres 2014.  Saat itu, Jokowi yang menjabat sebagai  Gubernur DKI  Jakarta amat populer, sehingga  banyak pemimpin  partai  yang akhirnya menyokong.

    Salah satu pertemuaan  Megawati  dan Surya Paloh terjadi di Bandara Juanda, Surabaya, pada 17 Maret 2014. Keduanya kebetulan akan berkampanye di Jawa Timur. Beberapa bulan sebelumnya,  Surya Paloh juga sempat menemui Megawati untuk  menjajaki  koalisi.

    2.Nasdem Pasangkan JK dengan Jokowi
    Lewat serangkaian pertemuan politik  akhirnya pasangan Jokowi-Jusuf Kalla  maju dalam pilpres 2014.  Sebelumnya,  Paloh  cukup aktif menyodorkan JK sebagai pasangan Jokowi.  Pada 12 April 2014, misalnya,  Jokowi dan Tjahjo Kumolo menemui Surya Paloh di markas NasDem. Surya Paloh mengajukan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden.

    3.Gesitnya Nasdem pada 2014-2019
    Partai NasDem cukup lincah pada periode pertama pemerintah Jokowi. Partai ini  mendapat tiga kursi menteri dan berhasil menempatkan kadernya,  Prasetyo sebagai  Jaksa Agung.  Nasdem juga berperan memenangkan Ridwan Kamil  dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. Di Jawa Timur,  Nasdem  juga sukses mengusung Khofifah Indar Parawansa.  Di dua provinsi ini,  calon yang disokong PDIP justru  kalah.

    Di Jakarta,  Nasdem sebetulnya mendukung Ahok pada pilkada DKI 2017, tapi belakangan partai ini putar  haluan dengan mendekati  Gubernur Anies Baswedan.  Surya Paloh menyatakan  bahwa Anies berpeluang menjadi calon presiden 2024

    4.Era Jokowi-Maruf Amin
    Menjelang pilpres 2019, Nasdem  tidak mendiktekan calon wakil presiden. Dalam berbagai kesempatkan, Surya Paloh  menyatakan menyerahkan keputusan mengenai calon wakil presiden ke Jokowi.  Saat itu calon yang kuat adalah Ma’ruf Amin dan Mahfud Md. 

    Megawati tampak tidak berkeberatan dengan dua figur ini. Pembedanya  saat itu justru kalangan Partai Kebangkitan Bangsa dan Nahdlatul Ulama yang kurang sreg terhadap Mahfud. Dalam detik-detik terakhir Jokowi  yang semula  mau menggandeng Mahfud  akhirnya mengumumkan Ma'ruf sebagai calon pendampingnya.

    5.Jokowi Jadi Kunci
    Nasdem tampak tidak nyaman setelah Gerindra masuk.  Inilah yang mungkin bikin  Surya Paloh bermanuver mendekati Anies Baswedan dan PKS.

    Hanya, selama ini Nasdem cukup dekat dengan Jokowi.  Partai ini juga selalu mengidentikkan dengan figur Jokowi dalam kampanye pemilu lalu.  Seperti halnya PDIP,  suara Nasdem naik pada pemilu 2019.

    Selama hubungan Surya Paloh dan Jokowi   baik-baik saja, diperkirakan  persoalan hubungan Surya dengan Megawati  tidak akan terlalu mengusik koalisi penyokong pemerintah. Apalagi, pemilu 2024 juga masih jauh,  perubahan peta politik akan terus terjadi. ***

    Baca juga:
    Jokowi Bicara Desa Siluman, Inilah Faktanya: Dihuni 6 Orang, Tapi Punya 4 RT dan 2 RW…

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.