Mayat Wanita Tanpa Busana di Ladang Jagung: Pembunuh Dikenal di Sosmed, Begini Motifnya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

pembunuhan ladang jagung

Andi Pujipurnomo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Oktober 2019

Jumat, 27 Desember 2019 14:04 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Mayat Wanita Tanpa Busana di Ladang Jagung: Pembunuh Dikenal di Sosmed, Begini Motifnya

    Kasus penemuan mayat perempuan dalam keadaan telanjang bulat di ladang kebun jagung di Sidowayah, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, akhirnya terkuak. Korban diduga dibunuh dan pelakunya telah ditangkap.

    Dibaca : 10.496 kali

    Kasus penemuan mayat perempuan dalam keadaan telanjang bulat di ladang kebun jagung di Sidowayah, Kedunggalar,  Ngawi, Jawa Timur, akhirnya terkuak.  Korban diduga dibunuh dan pelakunya telah ditangkap.

    Mayat yang ditemukan pada  Senin pagi, 23 Desember itu  bernama Bella Diar Ulul Azmi, 24 tahun.  Dia adalah warga  Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

    Bella yang berstatus janda dan mempunyai seorang  anak selama itu tinggal bersama ibunya yang berprofesi sebagai guru.

    Pelaku ditangkap
    Hanya dalam  waktu  tiga hari, Polres Ngawi berhasil menangkap pelakunya. Seperti diberitakan oleh Timesjatim,  pelaku  bernama   M. Iqbal Maulana, 20 tahun, warga Desa Banjarbanggi Kecamatan Pada, Ngawi.  

    Pelaku dibekuk di Sidoarjo dari hasil kerjasama dengan Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. "Pelaku sempat melakukan perlawanan," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Khoirul Hidayat Kamis, 26 Desember 2019.

    Iqbal sempat melawan dan hendak kabur, sehingga petugas melumpuhkan dengan menembak kaki kiri dan kanannya. Selain pelaku, petugas juga mengamankan seorang penadah kendaraan. Iqbal diduga membawa kabur motor jenis Honda Beat nopol AE 3156 JD milik Bella.

    Sepeda motor hasil kejahatanya itu dijual melalui jaringan daring atau aplikasi medis sosial. Tidak menunggu lama sepeda motor pun terjual dibeli seorang penadah berinisial MK (28 tahun) warga Desa Katerungan, Kecamatan Krian, Sidoarjo seharga Rp 4,6 juta.

     "Hasil penjualan sepeda motor itu dipakai beli handphone dua unit dan sisanya untuk biaya hidup sewaktu dalam pelarian. Untuk penadahnya juga kita tangkap dan saat ini turut diperiksa," kata Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto

    "Selain membekuk tersangka utama kasus pembunuhan ini  petugas juga mengamankan penadah barang-barang hasil rampasan pelaku terhadap korban. Diantaranya, sepeda motor honda beat, helm dan tiga handphone," ujar Dicky .  

    Diketahui berdasarkan catatan kepolisian tersangka merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor saat masih berusia 16 tahun.

    Selanjutnya: Kenal di Sosmed



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.