Lina Jubaedah Lebam dan Diracun? Dengan Fakta-fakta Ini Rizky Febian Harusnya... - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Kasus Lina Jubaedah

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Minggu, 12 Januari 2020 19:18 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Lina Jubaedah Lebam dan Diracun? Dengan Fakta-fakta Ini Rizky Febian Harusnya...

    Dibaca : 58.138 kali

    Sudah berhari-hari publik menyoroti kasus Lina Jubaedah  yang meninggal  pada Sabtu, 4 Januari 2020.  Makam almarhumah dan jenazah Lina pun sudah diotopsi. 

    Kepolisian Resor Kota Bandung tidak bisa dipersalahkan. Penegak hukum memang harus menindaklanjuti laporan  anak kandung Lina, Rizky Febian, yang menganggap  ada yang janggal di seputar kematian  Lina.


    Polisi sudah memeriksa saksi-saksi,  termasuk Teddy Pardiyana (suami Lina), Putri (adik Rizky), dan orang yang memandikan jenazah.  Polisi juga sudah memeriksa CCTV dan HP Teddy.  Otopsi selesai dan tinggal menunggu hasil  uji toksikologi.

    Mungkinkah Lina diracun? Dari  perkembangan sejauh ini, muncul sejumlah indikasi yang menarik.

    1.Dua kali masuk  Rumah Sakit
    Teddy Pardiyana mengungkap  bahwa pada 21 November 2019, Lina pernah masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena asam lambungnya naik.  Ia sempat diberi obat utama dan tambahan.

    Saat itu kondisinya jauh lebih baik. Hal itu disampaikan Teddy kepada Tribunnews setelah diperiksa polisi Sabtu lalu.

    Pada 11 Desember, Lina  juga mengalami sesak dan dibawa ke Rumah Sakit Santosa untuk menjalani rawat inap selama satu hari. "Dibilang sama, asam lambung juga. Terus yang lainnya sehat, darahnya sempat 220 per diastolik sistolik itu tinggi saja. 220 per 150 kalau enggak salah. Terus paling rendah itu 150 per 110," ujar Tedy .

    2.Makanan yang disantap sebelum meninggal
    Teddy  juga membeberkan bahwa Lina  makan masakan Padang sebelum meninggal dunia. Padahal, sebelumnya ia juga didiagnosis hipertensi di  Rumah Sakit Al Islam. Tedy menduga makanan Padang dan beberapa makanan yang mengandung minyak yang sempat dikonsumsinya, menjadi pemicu hipertensi.

    Baca juga
    Lina Jubaedah Dibunuh? Terungkap, Silent Killer Inilah Diduga Kuat Penyebabnya

    "Kalau dari hipertensi, itu kan sebelumnya makan nasi padang yah, bukan jelek-jelekin itu ya. Dari situ agak susah nelen (menelan), jadi kayak (asam) lambungnya naik ke saluran THT, jadi agak susah nelen dan susah napas,"  ujar Teddy

    Selanjutnya: soal kejanggalan


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.092 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).