Kematian Lina Jubaedah & Soal Otopsi: Tiga Hal Ini Justru Amat Mengiris Hati - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Misteri kematian Lina Jubaedah

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Senin, 20 Januari 2020 16:36 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kematian Lina Jubaedah & Soal Otopsi: Tiga Hal Ini Justru Amat Mengiris Hati

    Dibaca : 8.607 kali

    Sebagian publik masih menunggu kejelasan kematian mantan isteri Sule,  Lina Jubaedah.  Kepolisian Daerah Jawa Barat telah memberikan ancar-ancar pengumuman hasil otopsi sekaligus  hasil penyelidikan kasus ini.

    Kabid Humas Polda Jabar Saptono   Erlangga Waskitoroso  mengatakan bahwa semua saksi telah diperiksa. “Pihak RS Al Islam juga turut dimintai keterangan. Untuk saksi ahli, termasuk ahli forensik," kata Saptono, 18  Januari.

    Lina  yang meninggal pada  Sabtu Subuh, 4 Januari lalu, memang sempat dibawa ke Rumah Sakit Al Islam Bandung, tapi samapi rumah sakit sudah meninggal.   Dua hari kemudian Rizky Febian  melaporkan kejanggalan kematian  ibunya ke polisi.

    Adapun soal hasil otopsi akan diumumkan setelah 14 hari kerja, terhitung sejak otopsi dilakukan pad Kamis, 9 Januari 2020. Artinya hasil otopsi Lina bisa-bisa baru diumumkan pada pekan depan atau akhir bulan ini.

    Suami Lina,  Teddy Pardiyana, menyatakan bahwa  isterinya pernah dideteksi terkena hipertensi. Inilah kemungkinan penyebab kematiannya.  Soal hipertensi ini juga diakui oleh RS Al Islam Bandung  yang sebelumnya pernah pula merawat Lina.

    Kemungkinan besar  kematian Lina terjadi secara wajar.  Hal-hal yang amat mengharukan ini justru menunjukkan bahwa ia memang sudah  merasa tidak akan berumur panjang.

    Menitipkan si kecil
    Teddy Pardiyana  menceritakan  bahwa beberapa hari sebelum meninggal, istrinya menitipkan bayinya kepada Putri Delina.

    Almarhumah Lina meminta Putri Delina, satu-satunya anak perempuannya bersama Sule untuk bisa membantu mengurus adik-adiknya. Titipan Lina ini tidak hanya hasil pernikahan dengan Sule tapi juga buah cinta dengan Teddy Pardiyana.

    Teddy Pardiyana membeberkan saat momen Lina menitipkan itu bak banjir air mata. Lina dan Putri sama-sama berurai air mata. Saat itu Lina tengah sakit dan Putri menangis mendengar ucapan ibundanya.

    Selanjutnya:  pernah bilang...


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.