"Chef Style" Cara Mudah Menulis Paper untuk Jurnal Ilmiah - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 23 Januari 2020 06:22 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • "Chef Style" Cara Mudah Menulis Paper untuk Jurnal Ilmiah

    Menulis paper bagi akademis memang tidak mudah. Inilah "chef style" cara menulis paper untuk jurnal ilmiah

    Dibaca : 982 kali

     

    Salah satu kendala akademisi adalah menulis paper yang siap untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah. Karena itu kompetensi menulis ilmiah harus terus dilatih dan ditingkatkan. Semangat itulah yang dimiliki sekitar 30 dosen Politeknik LP3I Jakarta saat mengikuti workshop penulisan berkelanjutan sesi-2 bertajuk "Mulai Menulis” di Kampus LP3I Jakarta pada Rabu, 22 Januari 2020. Tampil sebagai narasumber Syarifudin Yunus, Penulis 30 buku dan Dosen Universitas Indraprasta PGRI dan moderator Bakri Tanjung, M.Pd., dosen LP3I Jakarta.

    Setelah mengikuti sesi-1 tentang “Hasrat Menulis”, kini seluruh peserta mulai memberanikan diri untuk menulis. Targetnya, tiap peserta dalam 7 hari dapat menghasilkan 1 paper yang siap dipublikasikan di jurnal ilmiah.

    Bagaimana bisa? Memang tidak mudah tapi bukan tidak mungkin. Berbekal cara menulis paper chef style, peserta dilatih untuk menulis tanpa perlu terpaku pada "buku resep". Melainkan menulis yang dimulai dari masalah dan didukung data. Karena paper hakikatnya tidak sama dengan skripsi atau tesis. Sehingga peneliti berhak untuk membangun tulisan ilmiah sesuai dengan kebisaannya namun harus tuntas. Alhasil dari 30 peserta, 13 orang pun berkomitmen untuk menuntaskan paper berdurasi 8-14 halaman dalam 7 hari ke depan.

    “Melalui chef style, peneliti tidak usah terpaku pada pedoman penulis ilmiah. Tapi harus memulai untuk menulis sesuai gayanya sendiri. Sehingga targetnya, paper harus selesai. Memang tidak mudah tapi proses dan komitmen untuk menghasilkan karya ilmiah harus dimulai sekarang” ujar Syarifudin Yunus di sela praktik penulisan.

      

    Dalam workshop penulisan LP3I ini, langkah pertama yang dilatih adalah menulis bab Pendahuluan. Tiap peserta diminta untuk menentukan masalah yang akan diteliti. Setelah itu, dikembangkan dengan cara mencari 8 pointers yang menjadi alasan masalah tersebut; mulai dari sebab utama, dampat, tujuan, dan manfaat penelitian. Berbekal 8 pointers itulah kemudian dikembangkan menjadi 8 paragraf yag masing-masingnya terdiri dari 8 baris. Sehingga tuntas bab Pendahuluan sebagai pijakan untuk melakukan penelitian. Dan hasilnya pun luar biasa, semua peserta mampu menuntaskan bab Pendahuluan. Tentu belum sempurna namun sebuah langkah awal menulis yang patut dipelihara.

     

    Apakah bisa 1 paper ilmiah kelar dalam 7 hari? Sangat bisa. Bila bab Pendahuluan di hari pertama. Berikutnya hari ke-2 menulis “Kajian Pustaka’. Hari ke-3 lanjut menulis “Metode Penelitian” dan hari ke-4 membahas “Hasil Penelitian” dengan dukungan data. Dan hari ke-5 memnbuat “Simpulan” lalu hari ke-6 menyelesaikan “Daftar Pustaka”. Dan terakhir hari ke-7 ditutup dengan pembuatan “Judul – Nama Peneliti – Abstrak – kata Kunci” sebagai bagian metadata. Maka, tuntaslah dalam 7 hari 1 paper. Hanya saja, sangat dibutuhkan komitmen dan perilaku untuk menulis.

     

    Melalui workshop penulisan ini, setidaknya peserta sudah memulai dan berani menulis. Karena menulis itu bukan hanya penting. Tapi menulis harus dimulai dari sekarang dan menjadi perilaku. Sehingga menulis bisa menjadi tradisi atau kebiasaan. Menulis bukanlah pelajaran.

     

    Workshop penulisan Politeknik LP3I Jakarta ini merupakan bagian dari program pelatihan kampus. Agar para dosen lebih intensif dalam penulisan ilmiah. Sekaligus untuk menebar gerakan #LP3IMenulis dalam menggiatkan budaya literasi dan tradisi menulis di kalangan kampus.

     

    Sungguh, pengetahuan itu bertambah bila mau belajar; keahlian kian mumpuni bila sering latihan. Seperti cinta pun harus dipupuk dengan kasih sayang. Bila mampu bercinta, maka harusnya pun mampu menulis #YukMenulis #LP3IMenulis #LiterasiKampus

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.