Ini Pelajaran Shin Tae-yong dari Thailand untuk Sepak Bola Indonesia - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Tae-yong

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 3 Februari 2020 06:14 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Ini Pelajaran Shin Tae-yong dari Thailand untuk Sepak Bola Indonesia

    Dibaca : 3.163 kali

    Hanya untuk menempa fisik, langsung uji coba versus tim mapan. Luar biasa.

    Kendati baru program awal, Shin Tae-yong yang belum memahami kehebatan Timnas U-19 di bawah asuhan Fakhri Husaini, maka kemungkinan akan tetap kesulitan membentuk skuat terbaik, bila Timnas U-19 tetap minus tiga pemain utama yang masih bergabung dengan Garuda Select (Bagus, David, dan Brylian) dan minus dua pemain yang dipulangkan karena cidera (Supriyadi dan Beckam). 

    Sepanjang pengamatan saya, lima pemain ini adalah roh dari kekuatan utama Timnas U-19 besutan Fakhri yang mengantar lolos ke putaran final Piala Asia. 

    Tanpa meremehkan skuat lain, lima pemain tersebut sulit tergantikan. Jadi, sejatinya bila Tae-yong memboyong 28 pemain ke Thailand, meski masih melakukan program seleksi pemain promosi dan degradasi, maka cukup disayangkan karena lima pemain tersebut tak disertakan dalam tim. 

    Bahkan, program Tae-yong di Thailand pun tak pelak menjadi sorotan media Vietnam yang menelan lima kekalahan dari enam pertandingan uji coba. 

    Sebetulnya sangat disayangkan, agenda pemusatan latihan Timnas U-19 di Thailand yang digagas PSSI dengan agenda pertama Tae-yong, menempa Garuda Muda dengan porsi latihan yang berfokus kepada ketahanan fisik, ternyata  pemain muda kita ini malah harus jadi bulan-bulanan lawan dalam laga uji coba melawan tim-tim lokal Korea Selatan. 

    Menjadi pertanyaan, saat Timnas U-19 dipaksakan melakukan TC di Thailand dengan pemain yang belum lengkap, lalu programnya pun baru memakan porsi latihan fisik, mengapa penggawa Garuda muda yang belum fix sebagai Timnas U-19 malah dihadapkan dengan lawan-lawan yang sudah lebih siap dan levelnya di atas.

    Atau barangkali, inilah cara Tae-yong dalam membentuk Timnas Indonesia menjadi berlevel dunia? 

    Sepanjang masih laga uji coba dengan tujuan hanya menguji progres ketahanan fisik pemain, maka hasil laga tak penting. 

    Terserah publik dan media mau bilang apa, yang penting, proses awal ini hanya mengukur fisik pemain. Yang pasti, kerja Tae-yong belum apa-apa, baru pengenalan dan pembukaan. 

    Maka, mari kita ikuti terus program dan progresnya. Satu pembelajaran yang sangat penting dari program TC Timnas U-19 di Thailand adalah, menempa fisik pemain dengan langsung uji coba dengan klub-klub kelas dunia dari Korea Selatan. 

    Terima kasih klub-klub Korea, telah meluangkan waktu dan memberikan ujian fisik bagi penggawa Garuda Muda dengan bermain tanpa meremehkan, serius dan fokus. 

    Teruslah berporses, Tae-yong. Meski harus mengemban tugas sangat berat, rangkap jabatan segala. 

    Semoga kayakinan dan kepercayaan diri Anda membawa prestasi untuk sepak bola nasional terwujud. Aamiin. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.079 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).