Komoditi Kopi Kabupaten Tasikmalaya Diminati Pengusaha Berbagai Daerah

Minggu, 26 April 2020 14:23 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

sudah terbukti dalam launching cita rasa diakui punya rasa yang khas dan berbeda dari komoditi kopi daerah lain untuk kedua jenis kopi ini (Arabika & Robusta)

Kabid Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Nandang Heryana S.Hut.MSI mengakui sangat kewalahan dengan permintaan komoditas kopi dari pengusaha luar daerah, seperti Kabupaten Garut, Bandung, Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Surabaya dan daerah lainnya. Saat ini pihaknya sedang menjajaki dengan para investor dari luar.  Dia mengatakan dalam launching cita rasa dua jenis kopi Arabika dan Robusta Tasikmalaya terbukti dan diakui punya rasa yang khas dan berbeda dari kopi daerah lain.

Dalam wawancara singkat dengan penulis Kamis tanggal (23/4/2020), di sela-sela kesibukan kerjanya, Nandang menjelaskan untuk kopi jenis Arabika dan Robusta ada spesifikasi khusus dalam penanamannya. Selain unsur tanah yang subur juga ketinggian tanah harus 700 meter, sedang untuk kopi jenis Robusta ketinggian tanah harus 300 meter diatas permukaan laut.

Perlu diketahui juga bahwa data komoditi kopi untuk tahun 2019, kopi Arabika penanamannya diatas tanah seluas 723 hektar terbagi diatas Tanah Bukan Milik (TBM) seluas 603 hektar dan 120 hektar merupakan Tanah Milik (TM) masyarakat. Lokasi lahannya di kecamatan Bojonggambir, Cigalontang, Pageurageung dan Taraju.

Adapun lahan tanaman kopi Robusta adalah seluas 587 hektar (TBM), 1.05 (TM), 92 hektar (TR/TTM), terdapat di kecamatan Bantarkalong, Bojongasih, Bojonggambir, Ciawi, Cibalong, Cigalontang, Cikalong, Cikatomas, Cineam, Cisayong, Gunungtanjung, Jamanis Jatiwaras, Kadipaten, Karangjaya, Karangnunggal, Leuwisari, Mangunreja, Manonjaya, Padakembang, Pageurageung, Pancateungah, Parungponteng, Puspahiang, Rajapolah, Salawu, Salopa, Sodonghilir, Sukaheuning, Sukaraja, Sukaresik dan Tanjungjaya.

Nandang menyebutkan juga untuk masa petik/panen kopi persemester pelaksanaannya, karena buah kopi harus dalam keadaan matang dan berwarna merah secara keseluruhan. "Sehingga biji kopi nantinya lebih baik, dan untuk menjaga kwalitas produksi," kata dia.

Menurut Nandang produksi kopi persemester baru mencapai target 1.091 Ton, maka dari itu antara supply dan demand masih belum seimbang. Saat ini penawaran lebih kecil dari permintaan. Nandang Heryana berjanji kedepannya akan memenuhi semua permintaan dengan terus-menerus membuka lahan-lahan baru. Semoga!.

Singaparna.(26/4/2020)

Gringohonasan

Bagikan Artikel Ini
img-content
gringo honasan

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler