x

tka

Iklan

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 2 Mei 2020 08:05 WIB

Pemerintah Tak Dapat Menolak TKA China, Ini Alasannya

TKA China seperti anak raja, yang bebas ke luar dan masuk  NKRI. Di mana sebenarnya mata, telinga, dan hati pemerintah itu? Rakyat yakin, pemerintah dan Kabinet Indonesia Maju tidak sedang sakit mata, tidak bermasalah telinganya, hatinya, tidak dalam kondisi buta dan tuli. Masa TKA selamat datang, tetapi mudik dilarang?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mengapa pemerintah tak henti membuat kisah-kisah yang terus menimbulkan polemik di masyarakat, dan sering tak tepat membuat kebijakan di saat yang tidak tepat pula? 

Di saat masyarakat sangat butuh perhatian, ada berita sangat anyar tentang akan datangnya 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Ini tak pelak menjadikan pembicaraan berbagai pihak dan netizen. 

Padahal masalah pencegahan, antisipasi, dan pencegahan Covid 19 (PAPC19), kebijakan pemerintah pun hingga saat ini masih terus menimbulkan masalah, rakyat juga semakin bingung dan merasakan keanehan atas berbagai sikap pemerintah. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Yang paling menyedihkan, akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pelarangan mudik, kini rakyat juga semakin menderita. Mau pulang ke daerah sendiri, tercekal oleh peraturan larangan mudik, dan harus putar balik ke tempat asal, meski di tempat asal juga hanya sebagai perantau yang sudah tak memiliki pekerjaan dan penghasilan. 

Tapi tiba-tiba ada berita TKA China akan kembali masuk ke Indonesia, dan pemerintah pun tak dapat menolak? Bahkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membenarkan telah menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) 500 TKA China tersebut. RPTKA diajukan pada 1 April oleh dua perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel. 

Ini sungguh luar biasa. Bahkan mengacu pada Pemen Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 dan peraturan perundang-undangan lainnya, secara legalitas Kemnaker tak bisa menolak permohonan pengesahan RPTKA yang diajukan oleh perusahaan pengguna, seperti yang di ungkap Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Aris Wahyudi, di gelora.co, Kamis (30/4/2020). 

Karenanya, terkait dengan potensi penyebaran virus corona, Kemenaker telah menyurati kedua perusahaan pada 15 April. Isinya adalah, kedua perusahaan diwajibkan berkoordinasi dengan stakeholders setempat untuk memitigasi dan memastikan calon TKA asal China. 

Mengapa sampai seperti demikian? Ini NKRI. Anak bangsa sendiri saja sedang dicekal untuk mudik ke kampung halaman oleh polisi demi pencegahan corona. Masa, warga asing malah diizinkan masuk ke NKRI? 

Masyarakat sejatinya sudah jengah dengan sikap dan tindak-tanduk Kabinet Indonesia Maju, yang sangat nampak hanya berpihak pada "kepentingannya" bukan untuk membela dan mendukung kepentingan rakyat. 

Apalagi kalau menyoal hal yang terkait ada hubungannya dengan China. Kok, pemerintah seperti kerbau dicucuk hidungnya? Menurut saja kehendak orang lain tanpa membantah karena bodoh atau karena tidak berdaya melawan. Benarkah demikian? 

Sebabnya pada Kamis, (30/4/2020) di media sosial juga tersebar berita yang dikutip dari twitter yang mengambil nama intelektual Jadul @plato_ids, yang menulis: Rezim katak tak berkutik menghadapi impor ratusan TKA China I Beijing China ancam blokir satelit internet Indonesia, jika istana berani tolak TKA China I ancaman Partai Komunis China sangat serius sampai mematikan jaringan internet seluruh Indonesia I *Infovalid. 

Bahkan twitt tersebut, tercatat data pukul 18.46, 30 April 2020, sudah 364 retweet dan 879 suka. Benarkah twit tersebut? Atau hanya sekadar hoaks. Semoga saja hoaks.

Bila informasi tersebut benar, maka semakin nampak bahwa sejatinya, NKRI kini sedang dijajah lagi, dan pemimpin kita juga tak berkutik mengatasi penjajah baru ini karena NKRI sudah tergadai ke China? 

Maka, meski pun kini masih berlangsung wabah corona, dan pemerintah telah membuat aturan untuk rakyat, namun untuk China, aturannya berbeda. Hal ini juga tak beda saat Jokowi sendiri malah turun langsung membagikan sembako di  jalanan dan ke rumah warga. Padahal beliau sendiri yang menganjurkan dan mengingatkan rakyat agar tetap belajar di rumah, bekerja di rumah, beribadah di rumah, dan menjaga jarak demi corona.

Pantas saja, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (29/4/2020) menganggap kebijakan Presiden Jokowi soal penanganan Covid-19 makin aneh dan membingungkan, sebab di satu sisi, masyarakat dilarang mudik namun disisi lain 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China diizinkan masuk ke Sulawesi Tenggara. 

Sangat kontradiksi dengan peraturan pelarangan mudik yang dibarengi dengan pegerahan personel Polri untuk menghalau masyarakat yang terindikasi bakal mudik. 

Penolakan berbagai pihak

Atas rencana ini, selain tak menghargai dan menjaga hati masyarakat, rencana juga ditentang banyak pihak tak terkecuali DPRD, Pemprov dan masyrakat setempat. Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh lantang mengancam memimpin langsung aksi unjuk rasa penolakan bersama warga. 

Gubernur Sultra, Ali Mazi juga tegas menolak kedatangan 500 TKA itu. Meski ratusan TKA itu sudah menjalani protokol kesehatan, Ali Mazi menyatakan bahwa suasana hati masyarakat belum mau menerima kedatangan TKA China itu. 

Selain itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi, Umarsyah kepada awak media, Kamis (30/4/2020) mengungkapkan bahwa pemerintah harus merespon positif karena kebijakan pemerintah pusat cenderung mengabaikan perasaan dan keresahan yang terjadi di daerah, setop dulu kehadiran TKA China! 

Menyangkut TKA China, masyarakat juga sudah menilai, bahwa apa-apa bila terkait dengan China, maka pemimpin dalam pemerintahan NKRI, seperti sudah tidak punya harga tawar, tak ada lagi wibawa, dan menjadi terjajah di negeri sendiri. 

Pemerintah, sebagai pemimpin bangsa dan negara ini, selalu terlihat tidak lagi mengindahkan perasaan rakyat yang sedang terpuruk di segala bidang. Tidak peka. 

Bahkan saat mereka berbuat dan membuat peraturan yang menyakiti hati rakyat, mereka juga tidak peduli, meski rakyat sudah berteriak dan menjerit. Sekarang, adanya PSBB dan larangan mudik, rakyat benar-benar menderita. 

Namun, TKA China seperti anak raja, yang bebas ke luar dan masuk  NKRI. Di mana sebenarnya mata, telinga, dan hati itu? Rakyat yakin, pemerintah dan Kabinet Indonesia Maju tidak sedang sakit mata, tidak bermasalah telinganya, hatinya, tidak dalam kondisi buta dan tuli. 

Masa TKA selamat datang, tetapi mudik dilarang, lalu ada yang bagi sembako di jalan? Yang benar, dong?

Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB