Karantina Selesai, Portal Depan Pasar Hamadi Kota Jayapura Dibuka - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Nugroho Tatag Yuwono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 23 Mei 2020 05:57 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Karantina Selesai, Portal Depan Pasar Hamadi Kota Jayapura Dibuka

    Dibaca : 411 kali

    Masa Isolasi/karantina Wilayah Pasar Sentral Hamadi dan Hamadi Rawa I resmi berakhir, setelah Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM didampingi Wakil Walikota Ir. H. Rustan Saru,MM dan Wakapolresta Jayapura Kota Kompol Heru Hidayanyo, S.Sos membuka secara simbolis portal pintu masuk Pasar Hamadi Distrik Jayapura Selatan, Jumat (22/5) pagi.

    Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Jayapura Jhon Beatubun, SH, Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol Nursalam Saka, S.Pd., MM, Ketua Pansus Covid-19 Kota Jayapura/Wakil Ketua DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman, SH, Ketua Pokja Penanganan dr. Ni Nyoman Sri Antari, Kapolsek Jayapura Selatan AKP Yosias Pugu, SH, Kepala Dinas Prindagkop Robert L. N. Awi, ST., MT, Kepala BPBD Kota Jayapura Bernard J. Lamia, Kasat Pol PP Kompol Muksin Ningkeula, SH, Pasi Log Kodim 1701 Mafsamel Z. Makanuay, Ka Distrik Japsel Jaya Kusuma, SE., MM, Para Ketua RT dan RW Kelurahan Hamadi.

    Dalam kesempatan itu Walikota Jayapura DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM mengatakan dalam arahannya bahwa apa yang dilakukan pemerintah di kelurahan Hamadi agar warga dapat diterima dengan baik dan berfikir positif karena demi untuk menangani Covid-19 dan menyelamatkan masyarakat serta ekonomi di kota Jayapura. "Masyarakat di kota Jayapura sebagain besar adalah pelaku ekonomi sehingga saya ingin kalian harus ikuti perintah pemerintah dan saya tidak mau ada lagi masyarakat yang meninggal karena virus, saya mau kita semua sehat," kata dia.

    "Warga di Hamadi harus ikuti imbauan pemeritah, kepada masyarakat yang telah mengikuti rapid test dengan hasil reaktif positif harus rela melakukan karantina 14 hari demi kepentingan kita bersama serta selalu membiasakan diri untuk jaga jarak, gunakan masker dan rajin mencuci tangan," ujarnya. "Saya juga akan membuka salon dan pangkas rambut dengan syarat mereka sebagai pelaku usaha tersebut harus melakukan rapid test terlebih dahulu."

    Walikota meminta petugas lebih tegas kepada masyarakat yang tidak menggunakan kartu tanda pengenal yang telah mengikuti rapid test dengan hasil negatif. "Hari ini saya akan membuka pasar sentral Hamadi, Hamadi Rawa I dan II, Hamadi Lontong serta pasar ikan, saya minta kepada kepala pasar harus dapat mengontrol para pedagang dengan baik," ucap orang nomor satu di Kota Jayapura itu.

    Pembukaan palang portal pintu masuk pasar Sentral Hamadi dan Hamadi Rawa I secara simbolis sebagai tanda berakhirnya masa isolasi /karantina di wilayah kelurahan Hamadi Distrik Jayapura Selatan. (*)


    Penulis : Andi


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 675 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).










    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 675 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).