Habis Manis Sepah Dibuang? Menyoal Peran Ma'ruf Amin - Analisa - www.indonesiana.id
x

Dokumen Resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Eep Saepulan Bernama

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Agustus 2019

Rabu, 12 Agustus 2020 06:26 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Habis Manis Sepah Dibuang? Menyoal Peran Ma'ruf Amin

    Apa itu? Posisi Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden akan tergeser. Oleh siapa? Tentu oleh seseorang yang tengah dapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Siapakah orangnya? Siapa lagi kalau bukan rivalitasnya di saat pilpres lalu, Prabowo Subianto.

    Dibaca : 291 kali

     

    Ada satu kalimat yang sering disampaikan wartawan senior sekaligus bos di media terkenal dan terbesar di tanah air yang mengungkapkan bahwa ‘Politik itu tidak hitam dan putih’. Bila dipresentasikan politik sangat sulit untuk ditebak. Sekarang bisa hitam, esok jadi putih. Atau sebaliknya. Itulah politik, kekuasaan jadi prioritas bagi mereka yang terjun di dunia politik.

    Kedekatan dan kemesraan yang diperlihatkan Partai politik penguasa hari ini. Menandakan politik itu sangatlah fleksibel dalam mencapai apa yang diimpikan banyak orang. Apalagi kalau bukan kursi tahta, ketenaran dan banyak uang.

    Ini salah satu alasan saya ingin menulis agar publik bisa lebih melek. Tidak buta, tidak tuli dan tidak bisu untuk melihat fenomena politik tanah air beberapa hari belakangan ini.
    Terlebih paska pemilu Presiden pada April 2019 lalu itu.

    Apa itu? Posisi Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden akan tergeser. Oleh siapa? Tentu oleh seseorang yang tengah dapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Siapakah orangnya? Siapa lagi kalau bukan rivalitasnya di saat pilpres lalu, Prabowo Subianto.

    Kemesraan itu dilihatkan pada saat Partai Gerindra melaksanakan Kongres Luar Biasa, Sabtu (8/8) lalu. Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri hadir menyaksikan peristiwa di mana Prabowo kembali terpilih secara aklamasi di partai yang sebelumnya menjadi oposisi pemerintah di pemerintahan pertama Joko Widodo.

    Maka nya di awal tulisan saya mengutip kata-kata yang sangat tetap untuk diungkapkan karena begitu kena dengan kejadian politik Indonesia. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

    Rakyat tidak mengetahui bila prediksi para pengamat politik telah berhembus ke permukaan peran Ma’ruf Amin mendampingi Joko Widodo akan game over sebentar lagi.
    Sosok penggantinya pun sudah tersedia, tinggal mengunggu waktu tepat untuk melancarkan misi tersebut agar tidak terbaca oleh pihak oposisi atau pihak lawan politik dari pemerintah hari ini.

    Namanya saja jabatan politis, bisa berubah kapan saja. Tidak mengelan deadline, masa pensiun maupun usia. Di saat harus diganti maka jabatan itupun akan dilepas dan diganti oleh orang lain yang sangat dekat dengan penguasa.

    Ini hanya asumsi sebagai orang bodoh. Hanya saja, melihat kondisi Ma’ruf Amin jarang tampil ke publik, usia sudah uzur dan sakit-sakitan menjadi alasan kuat menuangkan asumsi itu melalui tulisan pendek. Agar, siapapun yang membaca bisa paham bagaimana jahatnya politik.

    Pandemi belum berakhir, tapi penguasa lebih mengedepankan kemesraan emosional untuk mencapai suatu tujuan kekuasaan yang hendak direbut. Ingat, ini hanya asumsi dan prediksi saja. Bukan ramalan atau menduga-duga. Toh yang menentukan tetaplah Presiden Joko Widodo..



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.