Waspadai Klaster Keluarga, Tip Pencegahan dan Penanggulangan - Pilihan - www.indonesiana.id
x

ilustr: Search Engine Journal

tuluswijanarko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 8 September 2020 09:59 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Waspadai Klaster Keluarga, Tip Pencegahan dan Penanggulangan

    Pandemi Covid-19 mulai memasuki fase yang menentukan, yakni merembah klaster keluarga. Klaster ini bisa terjadi saat salah satu anggota keluarga yang positif Covid-19 menularkan pada yang lainnya. Berikut tip pencegahan agar tak terjadi klaster tersebut, dan apa yang mesti dilakukan jika terpaksa melakukan isolasi mandiri

    Dibaca : 530 kali

    Pandemi Covid-19 mulai memasuki fase yang menentukan, yakni merembah klaster keluarga. Klaster ini bisa terjadi saat salah satu anggota keluarga yang positif Covid-19 menularkan pada yang lainnya.

    Pemerintah pun sudah mewaspadai perkembangan ini. Presiden Joko Widodo mengingatkan agar masyarakat berhati-hati, serta tetap mematuhi protokol kesehatan saat berada di rumah. Hal ini penting dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penularan lewat klaster keluarga.

    Jika ada anggota keluarga yang terpapar Covid-19, apa yang harus dilakukan? Kepada Kompas.com, juru bicara Satgas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika merasa diri bergejala, atau dinyatakan positif Covid-19.

    Hal pertama yang harus segera dilakukan adalah isolasi mandiri sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan. "Kemudian, beritahukan ke Puskesmas atau Dinkes setempat, serta beri daftar orang-orang yang kontak erat sejak 2 hari sebelum timbul gejala atau diambil swab yang memberi hasil positif," kata dia.

    Bila gejala yang dirasakan bertambah, segera hubungi rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih memadai. Hal tersebut juga dilakukan bila ada anggota keluarga yang bergejala, atau dinyatakan positif Covid-19. "Anggota keluarga yang sehat, mengambil peran kontak dan komunikasi ke pihak terkait. Kemudian, mengawasi berjalannya isolasi mandiri anggota keluarga yang sakit," ujar Tonang.

    Jika terpaksa anggota keluarga dirawat di rumah sakit, ada hal-hal yang harus dilakukan. Tonang mengatakan meski anggota keluarga tidak bisa menjenguk secara langsung setidkanya ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, manfaatkan ponsel untuk tetap berkomunikasi dengan anggota keluarga yang sakit.  Kedua, ada RS yang memfasilitasi komunikasi lewat CCTV ke ruang isolasi tempat keluarga sedang dirawat. "Kita juga bisa mengirimkan makanan, buah-buahan, atau apa pun yang disukai pasien, melalui perawat ruang isolasi. Selama tidak ada catatan khusus terkait kondisi pasien, maka makanan dapat diberikan," kata dia.

    Berikutnya: Tip mencegah terjadinya klaster keluarga dan panduan isolasi mandiri



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.