London Metal Exchange, Bursa Global Para Pelaku Usaha Tambang - Analisa - www.indonesiana.id
x

Tania Adin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Juli 2020

Kamis, 1 Oktober 2020 06:50 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • London Metal Exchange, Bursa Global Para Pelaku Usaha Tambang

    Hampir seluruh dunia yang melakukan perdagangan di dunia pertambangan, menggunakan LME (London Metal Exchange) sebagai patokan harga untuk penjualan maupun pembelian. Sebanyak 80% produk metal diperjualbelikan di sini, mulai dari perdagangan tembaga, timah, seng, nikel, aluminium, aluminium alloy hingga kobalt.

    Dibaca : 298 kali

    Hampir seluruh dunia yang melakukan perdagangan di dunia pertambangan, menggunakan LME (London Metal Exchange) sebagai patokan harga untuk penjualan maupun pembelian. Sebanyak 80% produk metal diperjualbelikan di sini, mulai dari perdagangan tembaga, timah, seng, nikel, aluminium, aluminium alloy hingga kobalt. LME sendiri adalah bursa perdagangan logam non-ferrous terbesar & tertua di dunia yang didirikan pada 1877. LME dinilai memiliki pengaruh penting pada nilai tukar dan inventarisasi produksi serta penjualan logam non-ferrous dunia. 

    Pada pertengahan abad 19, Inggris menjadi penghasil timah dan tembaga terbesar di dunia. Seiring berjalannya waktu, permintaan industri terus berkembang dan Inggris membutuhkan impor bahan baku industri dalam jumlah besar dari tambang di luar negeri. Sejak awal abad ini, LME mulai mengumumkan harga transaksinya dan secara luas dianggap sebagai patokan harga perdagangan logam dunia. Semua produksi tembaga dunia adalah 70% menurut LME resmi dirilis sebagai patokan untuk perdagangan. 

    Mekanisme kerja LME pada perdagangan logam harus dilakukan oleh anggota bursa LME. Waktu perdagangan mulai pukul 11.40-17.00 waktu London. Harga dibentuk pada sesi perdagangan paling likuid, sehingga mencerminkan permintaan dan penawaran. Harga resmi adalah pada saat kontrak terjadi yang ditentukan oleh harga pada penawaran terakhir sebelum penutupan perdagangan. LME nantinya akan menerima renminbi sebagai jaminan untuk diperdagangkan di platform antara bank dan broker, langkah terakhir dalam proses globalisasi mata uang. Mata uang yang saat ini diterima oleh bursa LME adalah US Dollar, Euro, Sterling dan Yen. 

    Dengan adanya LME, investor sekaligus pengusaha yang bergumul di dunia logam akan mendapatkan manfaat. Seperti:

    1. Mendapat perlindungan dari fluktuasi harga yang merugikan;
    2. Mengunci margin dan menawarkan harga tetap jangka panjang kepada pelanggan;
    3. Meningkatkan perkiraan anggaran;
    4. Mengubah persediaan menjadi uang tunai dan jaminan keuangan;
    5. Melindungi persediaan fisik terhadap penurunan harga;
    6. Melindungi nilai pembelian fisik pada saat kesulitan produksi.

    Lantas, apakah dunia pertambangan kita sudah menerapkan pola bursa London Metal Exchange dalam penentuan patokan harganya?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.