Pak Sumadi, Pejuang Teladan Penghadang Covid-19 di Kecamatan Tanjung Priok - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Pak Sumadi menjadi salah satu tokoh yang sangat dihormati dalam upaya penanganan wabah di Puskesmas Tanjung Priok

Pencerah Nusantara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Agustus 2020

Selasa, 17 November 2020 06:27 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Pak Sumadi, Pejuang Teladan Penghadang Covid-19 di Kecamatan Tanjung Priok

    Di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, banyak orang mengenal Bapak Sumadi. Di sana ia adalah “kesayangan” semua orang. Sarjana kesehatan masyarakat ini pertama kali berkarir di Puskesmas Kecamatan Koja pada 1992. Pada 2007 ia kemudian ditempatkan pertama kali di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Lantas, mengapa ia begitu dicintai?

    Dibaca : 516 kali

    Pak Sumadi menjadi salah satu tokoh yang sangat dihormati dalam upaya penanganan wabah di Puskesmas Tanjung Priok. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

    “Dengan menjabat Kepala Satuan Pelaksana Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) berarti diberi amanah, bisa bantu warga, dan bisa menjadi jadi solusi. Nilai yang saya pegang adalah integritas,” begitu kata Pak Sumadi ketika telah tengah menjalankan tugasnya.

    Di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, banyak orang mengenal Bapak Sumadi. Di sana ia adalah “kesayangan” semua orang. Sarjana kesehatan masyarakat ini pertama kali berkarir di Puskesmas Kecamatan Koja pada 1992. Pada 2007 ia kemudian ditempatkan pertama kali di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Selama periode itu, Pak Sumadi telah melalui pergantian kepala puskesmas selama 6 kali serta terlibat menghadapi beragam wabah, mulai dari SAR, Flu Burung, MERS, hingga Covid-19.

    Tugas pokok Pak Sumadi sebagai Kepala Satuan UKM membuatnya begitu diidolakan. Pak Sumadi bertanggung jawab atas kebutuhan alat, bahan, kelengkapan kesehatan di puskesmas. Selain itu, pria berkaca mata ini juga piawai menjalin kerja sama lintas sektor. Sepanjang 13 tahun kerja untuk puskesmas, ia selalu berupaya hadir pada setiap pertemuan dengan pemangku kebijakan terkait.

    Warga mengenal Pak Sumadi sebagai seorang pekerja keras. Ia kerap memiliki solusi setiap kali ada permasalahan di lapangan. Di sisi lain, ia pun mengenal baik tujuh orang lurah di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Kepala Sesi Kesejahteraan, Perangkat Kelurahan, hingga kader-kader kesehatan setempat. Bagi Pak Sumadi, kerja sama lintas sektor yang baik perlu diupayakan terus menerus.

    Di tengah penyebaran Covid-19, Pak Sumadi juga tengah berupaya menghadapi ancaman banjir sembari memastikan distribusi vaksin merata. Menurutnya, sinergi antara beragam satuan tugas dan tidak sinkronnya kebijakan pusat dengan daerah menjadi tantangan serius penanganan wabah di lapangan.

    Dalam soal sinergi, sebagai contoh, banyak tumpang tindih pekerjaan dan tanggung jawab antara Kelurahan, Babinsa, ataupun Kamtibnas. Sementara, implementasi kebijakan dari pusat maupun daerah kerap tidak sesuai fakta. Data-data pemerintah kurang memperhatikan ketersediaan fasilitas isolasi mandiri di lapangan.

    Keterampilan melihat persoalan ini yang membuat Pak Sumadi dihormati. Ia adalah gambaran ideal seorang kolaborator, fasilitator, dan advokat isu-isu kesehatan di level masyarakat yang bisa terlibat dalam berbagai percakapan dengan pemangku kebijakan.

    Di Tanjung Priok Tim Pencerah Nusantara, Tim Penyuluh Kesehatan dan Surveilans dari Dinas DKI, serta Tim Pelacak Kontak dari sebuah LSM selalu berkoordinasi dengan Pak Sumadi. Melalui saran serta masukan, Pak Sumadi senantiasa memandu rekan-rekan relawan dan tenaga kesehatan. Sebab, ia meyakini kami semua bekerja untuk satu tujuan yang sama, yakni melandaikan kurva penyebaran COVID-19 di Tanjung Priok dan segera mengentaskan persoalan COVID-19 di wilayah yang dicintainya.

     

    Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

    Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir menguatkan puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung menghadapi pandemi COVID-19 selama periode 6 bulan masa penempatan. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

     

    Penulis

    Anditha Nur Nina (Sarjana Kesehatan Masyarakat)

    Pencerah Nusantara Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.