Transaksi Sebanyak 4,4 Triliun, Bukti Dedikasi Pertamina untuk Membangkitkan UMKM yang Terpuruk - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Kamis, 21 Januari 2021 13:30 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Transaksi Sebanyak 4,4 Triliun, Bukti Dedikasi Pertamina untuk Membangkitkan UMKM yang Terpuruk

    Dan uniknya, Pertamina tidak berhenti untuk terus melakukan pemantauan. Perkembangan mereka terus diamati dan diarahkan untuk lebih baik. Banyak pula pelaku UMKM yang telah sukses itu kemudian menjadi motor penggerak bagi lingkungan tempat mereka tinggal. Mereka ini yang kemudian disebut sebagai lokal hero, sebab dengan bantuan mereka muncul banyak pengusaha baru. Atau minimal mereka membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang menganggur dan terbatas fisiknya.   Sebagai pendorong pergerakan UMKM menjadi lebih baik itu, pertamina telah mencatatkan nilai transaksi belanja Pertamina Grup pada UMKM selama 2020 mencapai sekitar Rp 4,4 triliun. Nilai yang sangat besar itu dilakukan melalui pengadaan secara elektronik (E-Proc), kemudian ditambah dari Pasar Digital (PaDi) UMKM sebesar Rp 1,16 miliar.

    Dibaca : 956 kali

    Berbagai upaya untuk ikut mendorong perekonomian nasional terus dilakukan. Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor usaha menagalami kemacetan, terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka adalah kelompok yang paling rentan mendapatkan tekanan. Sebab permodalan yang terbatas, komunitas yang sempit dan wawasan yang kurang luas membuat pertahanan mereka jebol.

     

    Pertamina adalah salah satu perusahaan negara yang getol memfokuskan diri membenahi UMKM. Bedanya dengan upaya serupa dari perusahaan negara lainnya adalah konsistensinya. Pertamina tidak hanya menyediakan bantuan, tapi hal itu dilakukan dari hulu hingga hilir.

     

    Pertama mereka memberikan edukasi, memberikan modal, mencarikan komunitas dan terakhir mendorongnya untuk naik kelas. Dari upaya semacam itu muncullah pengusaha pengusaha baru yang go global. Mereka memiliki pengetahuan dan nyali yang cukup untuk menembus batasan yang sebelumnya seolah mustahil,

     

    Dan uniknya, Pertamina tidak berhenti untuk terus melakukan pemantauan. Perkembangan mereka terus diamati dan diarahkan untuk lebih baik. Banyak pula pelaku UMKM yang telah sukses itu kemudian menjadi motor penggerak bagi lingkungan tempat mereka tinggal. Mereka ini yang kemudian disebut sebagai lokal hero, sebab dengan bantuan mereka muncul banyak pengusaha baru. Atau minimal mereka membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang menganggur dan terbatas fisiknya.

     

    Sebagai pendorong pergerakan UMKM menjadi lebih baik itu, pertamina telah mencatatkan nilai transaksi belanja Pertamina Grup pada UMKM selama 2020 mencapai sekitar Rp 4,4 triliun. Nilai yang sangat besar itu dilakukan melalui pengadaan secara elektronik (E-Proc), kemudian ditambah dari Pasar Digital (PaDi) UMKM sebesar Rp 1,16 miliar.

     

    Transaksi Pertamina Group kepada UMKM meliputi 23 bidang usaha. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan keberpihakan pada UMKM sebagai bentuk investasi sosial, yang kemudian diharapakan dapat memberikan nilai tambah kepada UMKM. Pertamina memberikan akses seluasnya bagi UMKM untuk menjadi mitra Pertamina dalam penyediaan layanan pendukung, baik berupa usaha pengadaan barang maupun jasa.

     

    "Program Kemitraan merupakan salah satu cara perusahaan untuk berdayakan UMKM, dan hal tersebut sejalan dengan misi Pemerintah dalam program Sustainability Development Goals (SDG) dengan menciptakan lapangan dan kesempatan kerja yang akan berdampak signifikan bagi upaya mengentaskan kemiskinan," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, sebagaimana dikutip CNBCIndonesia, Rabu 20 Januari 2021.

     

    Tahun 2020, Pertamina juga tetap secara konsisten mendampingi UMKM untuk mengembangkan usaha melalui program PaDi UMKM bersinergi bersama 8 BUMN lainnya. Melalui PaDi UMKM tersebut, maka masyarakat akan mudah mendapatkan informasi Seller UMKM. Termasuk juga mengaktifkan E-Commerce sebagai penyedia layanan strategi digital, dengan menjalankan B2B Store melalui website atau toko online.

     

    Pertamina juga melakukan digitalisasi procurement, dengan itu perusahaan lebih mudah melakukan monitoring terhadap belanja Pertamina Grup kepada UMKM. Hal itu juga dimaksudkan sekaligus untuk memantau penyaluran fasilitas pembiayaan atau permodalan UMKM. Cara demikian menjadikan bantuan yang telah diberikan transparan dan tepat sasaran.

     

    Tentunya ini adalah kabar gembira di tengah pandemi Corona, apalagi sekarang sedang terjadi banyak bencana di tanah air. Dedikasi Pertamina untuk mendorong pelaku UMKM dari hulu hingga hilir itu merupakan teladan yang baik. Menjadi inspirasi dan semangat bagi masa depan Indonesia dalam meghadapi tantangan global.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.