Go International, Rumah Madu Binaan PLN Raih Omzet Rp 2 Miliar per Tahun - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Senin, 15 Februari 2021 17:15 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Go International, Rumah Madu Binaan PLN Raih Omzet Rp 2 Miliar per Tahun

    Kemudian nasib baik berpihak padanya, Candralela dipertemukan dengan PLN pada 2019. Melalui bantuan CSR, PLN bersama Rumah BUMN Jambi memulai program pembinaan dan pengembangan RMHJ. Pengembangan dilakukan melalui penyediaan alat untuk kapasitas produksi, pemberian pelatihan dan pendampingan, serta memperluas jangkauan komunitas petani lebah. RMHJ yang merupakan UMKM binaan PLN terus berkembang. Jumlah karyawannya bertambah, jangkauan pasarnya juga semakin luas. Kini UMKM itu berhasil mengekspor 60 ton madu per tahun atau 5 ton sebulan ke Singapura via Batam. PLN mengawali pengembangan RMHJ melalui penyediaan alat untuk kapasitas produksi, pemberian pelatihan dan pendampingan, serta memperluas jangkauan komunitas petani lebah. Sentuhan dukungan itu membuat RMHJ terus berkembang, bahkan sudah go international, RMHJ telah melakukan ekspor ke Singapura.

    Dibaca : 1.029 kali

    Sebelum sesukses sekarang, Rumah Madu Hutan Jambil (RMHJ) pernah mengalami jatuh-bangun. Candralela pemilik RMHJ memulai usahanya sejak 2008. Tahun-tahun sulit telah ia lalui dengan penuh kesabaran. Dalam proses itu kemudian ia bisa mengumpulkan tiga karyawan. Madu yang dia produksi sekitar 900 kilo gram setiap bulannya. Jumlah itu tentu sudah cukup lumayan. Namun pencapaiannya tidak bergeser jauh dari angka tersebut.

     

    Hal itu terjadi karena sebelumnya Candralela masih mengerjakan usahanya secara tradisional. Ia belum menggunakan teknologi dan memperluas pasarnya secara online. Pendek kata, produksi Candralela hanya dinikmati orang-orang di sekitarnya saja. Dan sebagaimana prinsip ekonomi yang terikat antara demand dan supply, produksi madu Candralela tidak beranjak ke mana-mana. Karena jumlah permintaan membatasi jumlah produksinya.

     

    Kemudian nasib baik berpihak padanya, Candralela dipertemukan dengan PLN pada 2019. Melalui bantuan CSR, PLN bersama Rumah BUMN Jambi memulai program pembinaan dan pengembangan RMHJ. Pengembangan dilakukan melalui penyediaan alat untuk kapasitas produksi, pemberian pelatihan dan pendampingan, serta memperluas jangkauan komunitas petani lebah.

     

    RMHJ yang merupakan UMKM binaan PLN terus berkembang. Jumlah karyawannya bertambah, jangkauan pasarnya juga semakin luas. Kini UMKM itu berhasil mengekspor 60 ton madu per tahun atau 5 ton sebulan ke Singapura via Batam.

     

    PLN mengawali pengembangan RMHJ melalui penyediaan alat untuk kapasitas produksi, pemberian pelatihan dan pendampingan, serta memperluas jangkauan komunitas petani lebah. Sentuhan dukungan itu membuat RMHJ terus berkembang, bahkan sudah go international, RMHJ telah melakukan ekspor ke Singapura.

     

    "Intinya kami branding produk kami dengan baik. Dengan dukungan dari PLN, kami memasarkan melalui website, Facebook, dan Instagram. Dari sanalah madu kami mulai dikenal oleh negara tetangga," terang Candralela sebagaimana dikutip Detik, Minggu 14 Februari 2021.

     

    Saat ini RMHJ sudah memiliki 20 orang pegawai, serta telah menggandeng lebih dari dari 15 petani madu. Selain itu, RMHJ juga bekerja sama dengan 37 mitra usaha lainnya. Itu artinya, Candralela tidak hanya besar sendiri. Kebaikan yang telah dirasakannya ia tularkan pada orang-orang di sekitarnya. Saat ini UMKM tersebut telah berhasil membukukan omzet hingga Rp167 Juta per bulan, dengan kapasitas produksi sekitar 8 ton per bulan. Dalam setahun penghasilan Candralela berjumlah sekitar dua miliar rupiah.

     

    "Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi kami, dan juga mengembangkan produk turunan dari madu, seperti Lemon Madu ini, agar usaha kami semakin berkembang. Kami masih eksperimen terus," jelas Candralela.

     

    Tidak hanya menjual produk madu, RMHJ juga telah memiliki wisata edukasi terkait madu yang menerima kunjungan dari berbagai kalangan, khususnya siswa-siswi dunia pendidikan. Dengan demikian Candralela telah melangkah jauh ke depan. Tidak hanya memproduksi dan menjual madu, tapi ia  telah merambah ke wilayah parisiwata.

     

    "Tentu ini adalah kemajuan yang sangat baik, di tengah pandemi COVID-19, di mana banyak sektor usaha menurun, Rumah Madu Hutan Jambi justru mulai mengepakan sayap dengan merambah pasar ekspor. Kolaborasi yang baik antara PLN dan Rumah Madu Hutan Jambi mulai menampakkan hasil," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi.

     

    Program PLN Peduli terus berupaya mendorong UMKM untuk semakin berkembang dan mandiri. Selain itu, program tersebut terus didorong agar memiliki dampak yang berkelanjutan. Sehingga diharapkan dapat membentuk atau menciptakan UMKM dan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mandiri. RMHJ itu merupakan salah satu contohnya. Dengan keuletan dan kemauan untuk berubah, kesuksesan yang diraih sekarang adalah buah manisnya.

     

    Kabar baiknya, Candralela dan RMHJ tidak hanya berhenti di situ saja, berbagai perencanaan telah dilakukan untuk melampaui pencapaian yang telah diperolehnya. Sekarang kesempatan yang lebih luas telah terbuka lebar, baik di dalam maupun di luar negeri. UMKM yang berangkat dari bawah itu telah mampu naik kelas. Bersama PLN dan kemauan keras untuk sukses, RMHJ membuktikan impossible is nothing.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.