Penurunan Ekonomi Sektor Food and Beverage - Analisa - www.indonesiana.id
x

Contoh salah satu makanan crispy yang bisa kamu buat.

Elsa Victoria

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Februari 2021

Rabu, 17 Februari 2021 09:59 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Penurunan Ekonomi Sektor Food and Beverage

    Virus Corona mempengaruhi berbagai aspek dalam perekonomian di berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor makanan dan minuman.

    Dibaca : 613 kali

     

    Pandemi virus Corona (Covid-19) ini, membuat banyak sektor mengalami penurunan dan kerugian. Salah satu sektor yang paling terkena dampak oleh virus ini adalah pada sektor makanan dan minuman atau food and beverage.[1] Akhir-akhir ini, banyak orang yang membuka usaha makan dan minum karena sangat terkenal dan mendapat banyak untung. Orang-orang yang memiliki usaha mikro dan kecil (UMK) maupun usaha menengah dan besar (UMB) dalam makanan ataupun minuman banyak yang mengalami kerugian. Beberapa orang yang memiliki usaha tersebut ada yang terpaksa menutup gerai milik mereka. Tidak hanya itu, banyak karyawan yang bekerja di gerai tersebut terpaksa harus diberhentikan. Maka dari itu, melalui peristiwa Covid-19 ini sangat mempengaruhi sektor makanan dan minuman.

                Ada beberapa faktor penyebab mengapa sektor makan dan minum mengalami penurunan. Pertama, karena banyak orang takut untuk membeli sehingga lebih memilih untuk memasak di rumah. Dari berbagai sumber pun memberi peringatan untuk berhati-hati jika makan di luar rumah karena risiko yang dapat ditularkan virus ini lebih besar karena makan bersama teman atau keluarga dan ketika makan tidak menggunakan masker juga duduk dengan jarak yang dekat.[2] Kedua, adanya penerapan dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yaitu kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah serta adanya sanksi tegas agar masyarakat tidak berkeliaran semaunya. Mulai dari kegiatan sekolah, kantor, restoran, tempat ibadah, area publik, dan lainnya dibatasi membuat masyarakat tidak bebas untuk keluar.[3] Dari kedua faktor di atas membuat usaha kecil maupun besar mengalami penurunan yang drastis.

                Ada kelebihan dan kekurangan dari Covid-19 ini yang mempengaruhi sektor makan dan minum. Kelebihan dari kurangnya peminat yang makan di luar dapat mengurangi jumlah orang yang terpapar virus ini dan pemerintah bisa mengaturnya dengan baik. Tidak hanya itu, kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pun boleh dikatakan berhasil dalam menangani Covid-19. Kekurangan yang didapatkan yaitu usaha dari yang kecil hingga besar mendapat kerugian yang sebenarnya memengaruhi perekonomian di Indonesia. Melalui banyak usaha yang salah satunya adalah usaha makan dan minum dapat membuat perekonomian di Indonesia semakin meningkat.

                Hingga saat ini masih ada kerugian, tetapi juga ada beberapa usaha yang muncul. Banyak orang yang membuka usaha makan dan minum dalam sistem online sehingga tidak perlu keluar rumah untuk membeli makanan atau minuman.[4] Hanya dengan modal sosial media pun bisa menaikkan ekonomi dalam sektor makan dan minum ditambah dengan bantuan ojek online yang tetap beroperasi saat PSBB dilaksanakan. Akan tetapi, ada beberapa orang juga yang tidak tertarik dalam berbelanja online sehingga mereka harus pergi langsung ke lokasi tetapi dengan syarat harus menjalankan protokol kesehatan.

    Saat ini perekonomian dalam sektor makan dan minum mulai meningkat karena aktivitas mulai kembali normal walaupun virus ini masih ada dan tidak seketat pada awal muncul virus tersebut. Akan tetapi, masyarakat juga harus memperhatikan betapa pentingnya kesehatan dan tetap berhati-hati jika ingin membeli makan atau minum di luar. Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Covid-19 dapat menjadi salah satu faktor menurunnya ekonomi dalam sektor makan dan minum. Akan tetapi, ada berbagai cara untuk mengatasinya, seperti membuka usaha online ataupun tetap menjalankan protokol kesehatan.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Arbar, T. F. (2021, January 11). Simak! 11 Aturan PSBB Ketat Anies yang Berlaku Hari Ini. News. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210111071542-4-214891/simak-11-aturan-psbb-ketat-anies-yang-berlaku-hari-ini

    CIMB Niaga. (2021, January 19). Ide dan Peluang Usaha yang Ramai di Tahun 2020 untuk Ditiru! https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/ide-dan-peluang-usaha-yang-ramai-di-tahun-2020-untuk-ditiru

    Sembiring, L. J. (2020, August 6). Sederet Fakta Penyebab Ekonomi RI Drop 5,32% Kuartal II-2020. News. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200806085003-4-177780/sederet-fakta-penyebab-ekonomi-ri-drop-532-kuartal-ii-2020

    T. (2020, December 18). Studi: Makan di Luar Disebut Lebih Berisiko Covid. Gaya Hidup. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201218061039-255-583646/studi-makan-di-luar-disebut-lebih-berisiko-covid

     

     

    [1] “Sederet Fakta Penyebab Ekonomi RI Drop 5,32% Kuartal II-2020”, CNBC Indonesia, diakses pada 28 Januari 2020, https://www.cnbcindonesia.com/news/20200806085003-4-177780/sederet-fakta-penyebab-ekonomi-ri-drop-532-kuartal-ii-2020

    [2] “Studi: Makan di Luar Disebut Lebih Berisiko Covid”, CNN Indonesia, diakses pada 28 Januari 2020, https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201218061039-255-583646/studi-makan-di-luar-disebut-lebih-berisiko-covid

    [3] “Simak 11 Aturan PSBB Ketat Anies yang Berlaku Hari Ini”, CNBC Indonesia, diakses pada 28 Januari 2020, https://www.cnbcindonesia.com/news/20210111071542-4-214891/simak-11-aturan-psbb-ketat-anies-yang-berlaku-hari-ini

    [4] “Ide dan Peluang Usaha yang Ramai di Tahun 2020 untuk Ditiru”, CIMB Niaga, diakses pada 28 Januari 2020, https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/ide-dan-peluang-usaha-yang-ramai-di-tahun-2020-untuk-ditiru



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.