Ada Tujuan Baik dari Pembangunan Industri - Analisa - www.indonesiana.id
x

sumber foto: bisnis.com

Chika Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Juli 2020

3 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Ada Tujuan Baik dari Pembangunan Industri

    "Semuanya ada di Jawa", begitulah pemikiran publik yang sampai saat ini terus melekat di dalam pikiran. Pembangunan yang tidak merata ini menjadi fokus pemerintah untuk membangun Tanah Air hingga ke pelosok, caranya? ya dengan membangun kawasan industri.

    Dibaca : 279 kali

    "Semuanya ada di Jawa!"

    Pusat perbelanjaan yang jumlahnya tidak sedikit, kawasan industri, gedung-gedung perkantoran yang menjulang tinggi, hingga tempat hiburan di setiap sudut kota sudah lama terpusat di Pulau ini. Pulau Jawa menjadi pusat perhatian pembangunan dalam beberapa dekade belakangan. 

    Oleh karenanya, mereka yang tinggal di luar pulau Jawa beramai-ramai datang dan mengadu nasibnya di Ibu Kota, salah satunya sektor perindustrian. Pembangunan sektor industri di Indonesia begitu masif dan menjanjikan terciptanya lapangan pekerjaan yang banyak. 

    Tujuan Adanya Industri

    Industri muncul di Indonesia bukan tanpa tujuan. Seperti yang tertulis pada situs resmi Kementerian Keuangan RI tentang tujuan pembangunan industri, salah satunya yaitu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam rangka perwujudan Wawasan Nusantara. 

    Melihat tujuan industri tersebut, maka seharusnya istilah Jawa Sentris tidaklah berlaku lagi. Padahal, jika dilihat dan telusuri lebih dalam, banyak lho wilayah-wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi besar agar membantu pembangunan industri merata. 

    Jawa dan Sumatera Masih Menjadi Jawara. 

    Dari keterangan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia fokusnya masih di wilayah Jawa dan Sumatera. Kedua wilayah ini menyumbang besar terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Kepala BPS, Suhariyanto mengungkapkan bahwa “sumbangan” Pulau Jawa terhadap PDB sebesar 58,75 persen, disusul Sumatera sebesar 21,36 persen. Lantas, kontribusi wilayah lainnya seberapa banyak? 

    Di posisi ketiga ditempati oleh Kalimantan sebesar 7,94 persen, Sulawesi sebesar 6,66 persen, Bali dan Nusa Tenggara yakni 2,94 persen, Maluku dan Papua menempati posisi bontot yakni 2,35 persen. Nampaknya, kontribusi dari gunung emas di tanah Papua belum mampu menyalip posisi Pulau Jawa. 

    Pulau Jawa menempati posisi paling atas, jangan heran ya bila pembangunan terus menerus dilakukan di wilayah tersebut. Jadi berat sebelah, maka pemerintah membuka mata untuk meratakan pembangunan kawasan industri di Indonesia. 

    Apabila kawasan industri tumbuh di daerah-daerah, maka yang semula “semuanya ada di Jawa”, berubah menjadi “semuanya ada di Indonesia”. Publik tidak lagi berkonsentrasi pada satu titik saja. Munculnya kawasan industri berarti muncul pula lapangan pekerjaan, sebagaimana juga tertulis dalam tujuan pembangunan industri lainnya, yaitu memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi industri.

    Jika mengingat kutipan Februari 2019 lalu yang diungkapkan oleh Presiden RI Joko Widodo bahwa dalam pembangunan Indonesia tidak berfokus pada Jawa semata. “Kita akan membangun Indonesia sentris, bukan Jawa sentris” ujar Joko Widodo dikutip dari beritasatu.com (11/2/2021). 

    Industri menghidupkan Indonesia. Bahkan sampai ke wilayah yang sebelumnya tidak banyak dilirik oleh publik. Adanya industri inilah membuat kita sadar bahwa selain di Pulau Jawa ada potensi besar untuk membantu pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Hayo, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan, kan?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.